
''tidak... ''
''aku tidak pernah membunuh momymu''
''arggggg sakit''
''tidak..... ''
''host... Host... Host....'' suara teriakan laki-laki yang tiba-tiba bangun dengan napas tak beraturan. ''hah... Mimpi, aku mimpi buruk lagi'' gumam laki-laki tersebut.
Lalu ia menyandarkan punggungnya di ranjang, dan meraih bingkai fhoto di atas nakas. Di usapnya dengan lembut bingkai tersebut, yang terdapat fhoto seorang wanita cantik yang selama ini sangat ia sayangi dan cintai. ''maafkan aku sayang, seharusnya aku tak egois seperti ini'' ucapnya lirih masih terus memandangi fhoto tersebut dan diciumnya dengan penuh perasaan dan penyesalan. Setelah itu dia menaruhnya lagi di tempat semula dan beranjak bangun dari kasurnya.
Skip
Laki-laki itu turun dan langsung pergi ke ruang makan, disana sudah ada seorang lelaki seumuran dengannya sedang menunggu dia.
''Al...'' panggil laki-laki yang sedang duduk menunggunya. Yah laki-laki itu Alex Sebastian.
''hmmm'' balas Alex
__ADS_1
''kenapa? Loe mimpi buruk lagi'' Alex langsung membalasnya dengan anggukan.
''hah... Seharusnya loe pergi dan temui dia, jika seperti ini terus, akan terus menyiksa loe dan mungkin dia juga''. Ucap laki-laki tersebut mencoba memberi solusi buat Alex, namun Alex memberikan jawabannya dengan gelengan kepala.
''kenapa? Loe takut! '' tanyanya lagi membuat Alex semakin menunduk sedih.
''hah... Seharusnya loe datang dan hampiri masalalu loe, dan bilang kalau loe terpaksa pergi dan tak bisa bersama dia, karena cinta terlarang. Dan tak seharusnya kalian berselingkuh jika akhirnya begini. Meninggalkan sakit di hati semua orang. Ingat Al, TAK SELAMANYA SELINGKUH ITU INDAH,yang namanya selingkuh tak akan pernah indah'' ucapnya dengan menekan kata-kata terakhirnya.
''loe ga paham Jek, loe ga akan paham Jekinan'' teriak Alex marah
Jeki tersentak mendengar teriak Alex yang begitu marah, mungkin Alex tersindir mendengar ocehan Jeki tersebut. ''hah... Terserah lu dah, apa daya jika gue hanya seorang bawahan lu saja, bahkan ucapan ku saja di salahkan'' Ucap Jeki pasrah dan langsung makan tanpa memperdulikan Alex.
''lalu bagaimana kerjaan gue di sini Al, siapa yang akan menggantikannya untuk sementara waktu '' ucap Jeki
''hmm kan ada si Maulana'' cicit Alex
''hah.... Uhuk-uhuk'' Jeki terkejut dan langsung tersedak dengan ucapan Alex barusan. ''serius Al, loe yakin'' dengan mantap Alex mengangguk yakin.
''nanti kerjaan gue berantakan Al, kalau di kerjain oleh dia. Loe ga ingat hah... Waktu gue sakit ambeyen karena ga buang air besar selama seminggu dan ga bisa ngerjain pekerjaan gue dan di gantikan oleh dia dan saat itu dia hampir membuat semua orang sakit perut dan sampai ada yang cepirit di celana saking ga tahannya. Dan ingat waktu restoran kita di boking sama orang mau nikah, terus yang nikahnya itu laki-laki semua ga ada ceweknya bro, dan gue ingat banget saat itu gue di godain sama mereka dan hampir aja gue di perkaos sama mereka kalau gue ga cepat-cepat kabur. Dan pada saat itu gue hampir saja kehilangan harga diri gue dan keperjakaan yang selama ini gue jaga'' protes Jeki panjang lebar.
__ADS_1
''hah.. ''Alex menghela napas, apa yang di katakan Jeki benar. Maulana tak bisa bekerja dengan benar masih saja ada salahnya.
''dan loe ingat ga Al, dua bulan lalu'' dibalas anggukan oleh Alex setelah ingat kejadian itu. ''nah saat itu tuh, gue hampir di cium nenek ganjen karena ulah Maulana. Dan hampir saja Frist kiss gue di ambil tuh nenek''. Ucap Jeki yang merasa kesal setiap kali ingat kejadian-kejadian yang di lakukan oleh Maulana.
''terus, gue minta tolong sama siapa dong? Kalau gue nyuruh Maulana yang kesana yang ada nanti malah bikin ribet Jek'' ujar Alex
''nah loh, bro. Lu juga ga mau kan... Si Maulana tuh kan selalu bikin onar'' sahut Jeki
''terus bro, kalau luh nyuruh si Maulana yang kesana, yang ada nanti cewek luh yang di embat sama dia. Luh kan tau dulu si Minah pacar gue, dia culik dan di bawa ke rumah kosong dan mau di nana nini sama dia, ehh malah ketahuan sama mba kun-kun yang pake daster putih panjang sampai dia kalap terus lari dan ngompol di celana. Ingat ga lu bro, sampai gue juga ikut di kejar sama mba kun-kun untuk bawa si Minah pergi saat di tinggalin sama si Maulana di rumah kosong''. Ujar Jeki yang masih mengungkit kejadian-kejadian ulah Maulana.
Sementara itu di Restoran.
*Hacim...
Hacim...
Hacim*...
''siapa sih yang ngomongin gue, pasti yang ngomongin jelek-jelek nih'' gumam Maulana.
__ADS_1