Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah
35


__ADS_3

Di dalam kamar seseorang sedang gemetaran, dia sedikit panik dan cemas. Lantaran hanya dia dan seorang wanita di dalam kamar. Mereka hanya berdua, wanita itu tengah tersenyum kepadanya dengan pakaian tidur yang sangat tipis dan minim, membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan tergoda namun beda dengan laki-laki tersebut dia malah gemetaran dan berkeringat dingin.


Ingin rasanya dia pergi dan tidur saja di kamar tamu. ''aku lelaki normal tapi aku bukan lelaki berengs*k. Bagaimana mungkin dia berpenampilan seperti itu, membuat hasrat ku bangun saja. Akhhhh'' gerutunya kesal memaki di dalam hati


''Mas, kenapa diam saja'' panggil wanita itu membuat laki-laki tersebut kaget dan semakin panik


Dicoleknya lengan laki-laki itu, dengan mata genitnya. ''mas ga kangen ya sama aku?'' ucapnya lagi sedikit lirih


''bu-bukan seperti itu Ana, tapi kamu baru saja sembuh''. Menolak dengan halus. Yah mereka adalah Riki dan Diana


''memang kenapa mas?'' tanya Diana lagi


''tidak, hanya saja mas ga mau kamu kelelahan'' ujar Riki jujur


''tapi emang mas ga mau, benaran nolak nih'' goda Diana dengan senyum nakal dan kancing baju tidurnya di lepaskan satu hingga sedikit terlihat b*lahan dada Diana


Glek

__ADS_1


Riki menelan saliva nya susah payah melihat tingkah Diana yang menurutnya memang menggoda iman. '' Ana, jangan seperti itu'' Riki memalingkan pandangannya ke lain arah, agar Diana tak bisa melihat wajahnya yang sudah mulai memerah.


''kenapa mas'' Diana berjalan mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur.


''hah, andai aja ini ga pura pura dan aku beneran suaminya, sudah aku makan kamu Ana, dan ku pastikan kamu tidakan akan tidur malam ini''batin Riki sedikit mata ekornya melirik Diana


''tidak, tidak apa apa'' ucap Riki canggung


''hah'' Diana sedikit heran maksud dari omongan Riki barusan


''ma-maaf Ana, nanti saja ya. Kan kamu baru sembuh'' Riki mencoba memberi alasan kepada Diana


''tadi kamu ngajakin itu kan'' Ujar Riki sambil kedua tangannya dia adukan seperti orang sedang cium*n membuat Diana melongo tak percaya dan setelah itu Diana tertawa kecil membuat Riki mengangkat sebelah alisnya tak paham.


''hufftttt, Diana sedikit menahan tawanya. ''Mas lucu, aku cuma ngajakin kamu tidur aja. Besok kan kamu kerja jadi jangan tidur terlalu malam''. Diana lalu membaringkan badannya dan menarik selimut menutupi tubuhnya sampai ke dadanya.


''hah'' cengo Riki, wajah Riki merah menahan malu, dan Riki pun sama masuk kedalam selimut dan tidur. Tapi sangat susah untuk memejamkan matanya, pasalnya baru kali ini dia tidur berdua apalagi dengan wanita. Membuat dia tak bisa tidur tenang.

__ADS_1


 


''Bagaimana?'' ucap laki-laki dewasa dengan gelas bir di tangannya, dia memutar mutarkan gelas sampai air bir itu ikut berputar sesuai irama gelas berputar tersebut.


''Maaf bos,kami belum bisa menemukannya''.


PRANG....


Gelas bir tersebut dia lempar kesembarang arah dan pecah. ''Brengsek, cuma kerja seperti itu saja kalian tidak becus'' teriaknya kesal dengan tangan mengepal kuat sampai urat nadinya terlihat jelas.


''Maaf bos,data dirinya seperti disembunyikan. Jadi kami susah untuk mencarinya'' ucap laki-laki tersebut badannya bergetar takut


Laki-laki yang disebut bos itu menatapnya tajam. ''arrrgggggg, pokoknya cari sampai ketemu, dan saya tidak ingin kalian gagal lagi. Apapun caranya kalian harus dapat''.


''Ba-baik bos'' ucap mereka kompak


''Kalian semua KELUAR'' teriaknya penuh emosi

__ADS_1


''KALIAN SEMUA TUNGGU PEMBALASANKU, KAPANPUN DAN DIMANAPUN AKAN AKU HANCURKAN SEHANCUR HANCURNYA'' ucap nya penuh emosi dan dendam.


__ADS_2