Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah
Bab 24


__ADS_3

Doni semakin panik melihat istrinya jatuh pingsan dan anak nya sakit karena tekanan batin. Doni semakin pusing, dia tidak tahu harus gimana?.


Doni duduk bersandar di luar ruangan menatap keatas sambil menunggu istrinya di periksa dokter. Lalu Doni memejamkan mata nya terasa pusing hingga dia tak bisa berpikir jernih. Harus apa dan harus bagaimana ?.


Kemudian Dokter keluar dan menghampiri Doni yang sedang melamun. ''permisi Pak''.


''ahh iya Dok, kenapa?''. Doni tersentak kaget mendengar suara Dokter yang memanggilnya


''Bapak tidak apa apa kan, apa perlu saya periksa anda juga''. Dokter


''tidak,hanya saja saya kuatir dengan keadaan istri dan anak saya dokter. Bagaimana keadaan Istri saya Dok?''. Tanya Doni


''Istri Anda baik baik saja, dia hanya syok dan lelah karena terlalu banyak pikiran''.Dokter


''ahh... Iya Dokter. Terus bagaimana keadaan anak saya Dokter?''. Tanya Doni lagi


''Maaf Pak, saya saran kan anak Anda untuk melakukan psikiater. Karena anak Anda mengalami masalah dengan mental nya. Karena dia mengalami tekanan dan pikiran, yang menyebabkan dia menjadi stres dan itu akan tidak baik dengan kehamilan nya. Saya sarankan untuk segera di tangani psikologi Pak. Agar cepat sembuh''.Dokter


''i iya Dokter, terima kasih. Saya akan melakukan apa yang Dokter katakan tadi''. Doni


Doni lalu duduk kembali, kali ini dia menangis dalam diam. Dengan menundukkan kepala dan di tutupin telapak tangan. Pundaknya bergetar menahan suara nya agar tak terdengar bahwa dia sedang menangis. ''cobaan apa lagi ini, Diana maafkan Papih karena Papih mengusirnya kamu jadi seperti ini''.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Tapi hari ini Diana menolak untuk di antar oleh kedua orang tua nya. Dia meminta pergi sendiri dengan alasan sudah lebih baik.


'' Mamih Papih hari ini Diana pergi sendiri ya. Ga usah di antar atau di temani. Diana bisa sendiri kok''. Pinta Diana


''tapi sayang, kamu harus selalu di temani kemana pun kamu pergi nak''. Ucap Mia


''ga usah Mam, Diana bisa sendiri kok. Lihat Diana sudah baik baik saja Mam''. Sambil memutar mutar tubuhnya untuk meyakinkan orang tua nya.


''Tapi sayang-

__ADS_1


''Mamih gak percaya ya, bahwa Diana sudah lebih baik dan bisa sendiri''. Dengan memasang wajah sedihnya


Karena tidak tega akhirnya mereka mengizinkan Diana pergi sendiri.


Diana pergi menggunakan mobilnya dan dia juga menolak untuk di antar oleh supir. Setelah di jalan Diana pergi ke tempat tinggal Alex bukan ke tempat psikiater.


Setelah sampai Diana langsung masuk dan sudah ada di depan pintu apartemen Alex. Diana beberapa kali memencet bell tapi tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya Diana duduk di bawah pintu dengan memeluk lututnya.


''apa Alex marah sama aku, hingga dia tidak membuka kan pintu untuk aku. Bahkan untuk menghubungi aku saja tidak pernah''. Gumam Diana


Setelah beberapa jam Diana menunggu hingga dia tertidur di depan pintu apartemen Alex.


Tiba tiba tangan kekar menyentuh pundak Diana dan mengagetkan nya yang sedang tertidur. ''kenapa tidur disini Di''.


''ah... Ku kira siapa? Ternyata kamu Roy''. Ucap Diana


''iya ini aku, kamu kenapa ada di sini?''. Balas Roy


''Aku, aku nungguin Alex pulang Roy, aku ingin minta maaf padanya. Karena aku dia jadi kesulitan dan aku juga sangat merindukan nya''. Dengan wajah sedih menatap Roy


''Hah... Sudah ku duga''. Roy menghela napas kasar

__ADS_1


__ADS_2