Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah
40


__ADS_3

Diana dan Riki kini berada di Restoran ternama, Riki memesan ruangan VIP untuk makan malam bersama Diana. Riki ingin memperbaiki hubungan nya bersama Diana atas kejadian waktu malam itu, dimana Riki dan Diana bertengkar sampai sampai Diana mengusirnya dari dalam kamarnya sendiri membuatnya frustrasi dan kacau.


Riki mengandeng tangan Diana, dan memasuki tempat VIP. ''ayo duduk sayang'' ucap Riki sambil menarik kursi dan menyuruh Diana untuk duduk Diana pun menurutinya mengangguk pelan sambil tersenyum.


Tak lama makanan pun datang, karena Riki telah memesan tempat serta makanannya. Di ruangan VIP di buat seromantis mungkin,


Membuat Diana terhanyut dalam perasaannya, ia senang sangat senang mendapati lelaki yang ia sayangi memperlakukannya dengan istimewa. ''makasih Mas, aku bahagia sekali'' ucap Diana dengan senyum merekah


''iya sayang, aku sengaja mempersiapkan ini semua untuk kamu, dan aku juga minta maaf kalau selama ini aku belum bisa jadi suami yang terbaik buat kamu'' Riki menggenggam tangan Diana erat dan menatap mata Diana intens, menyalurkan rasa sayangnya terhadap wanitanya yang sejak dulu sangat ia sayangi.


Diana tersenyum bahagia ''iya mas, aku juga minta maaf atas kejadian waktu malam itu. Aku sungguh keterlaluan mas'' lirih Diana


Riki menggelengkan kepalanya ''tidak Ana, ini bukan salahmu'' Riki mengelus punggung tangan Diana pelan. ''ini salah Mas, karena mas tidak bisa memberikan apa yang kamu mau'' Diana tak membenarkan ucap Riki dengan gelengan kepala pelan namun sebelum Diana bicara Riki lebih dulu bicara melanjutkan ucapannya tadi. ''mas minta maaf dan mas janji akan memperbaiki semuanya, kamu maukan maafin mas Ana. Mas sangat mencintai kamu'' ungkap Riki membuat Diana tak bisa berkata-kata dan mengangguk pelan dengan air mata yang sudah membasahi pipinya karena terharu, Diana sangat bahagia dan menyeka air matanya pelan dengan tissu.


Akhirnya mereka berbaikan, setelah makan malam bersama Riki mengajak Diana pulang. Saat di lobi Restoran Riki ijin untuk pergi ke toilet sebentar dan Diana mengijinkannya dan menunggu Riki di lobi Restoran.


Tiba-tiba saja ada orang datang menyapa Diana. ''Hai Diana'' sapa seorang perempuan dengan dres berwarna merah maroon, rambut dikuncir kuda, tubuh ideal dan juga cantik.


''oh.. Ha-hai.. '' balas Diana dan Diana menggaruk pelan tengkuknya yang tidak gatal karena Diana tak mengenali si perempuan tersebut


''apa kabar Di? Lama tak bertemu'' ucap perempuan tersebut


''emmm... Kabar ku baik, sangat baik dan bagaimana kabar mu?'' tanya Diana balik untuk mengurangi rasa canggungnya


''kabarku kurang baik Di'' sahut si perempuan tersebut dengan wajah sedih


''kenapa?'' tanya Diana penasaran


Si perempuan menatap Diana ''karena kekasihku pergi meninggalkan aku, demi wanita lain Di. Padahal si wanita itu sudah bersuami tapi dia nekat ingin memilikinya hiks...'' jelasnya dan ia menangis di depan Diana

__ADS_1


Diana bingung harus apa, karena Diana benar-benar tak mengenal si perempuan tersebut. ''kamu yang sabar ya, mungkin dia bukan jodohmu'' ujar Diana mencoba menenangkannya


''tapi aku sangat mencintainya Di, dia segalanya buatku''.


Diana tambah bingung, ia harus gimana lagi. ''kamu kesini sama siapa?'' ucap Diana pada akhirnya untuk mengalihkan ucapan si perempuan tersebut. Biar tak menangis di depannya, karena memang Diana tak mengetahui siapa namanya dan tak mengenalnya sama sekali.


Si perempuan tau kalau Diana mencoba mengalihkan pembicaraan nya. ''aku kesini sendiri, kalau kamu?''


Diana merasa lega karena perempuan itu tak membahas pembicaraan tadi. ''ah.. Aku sama suamiku'' ucap Diana jujur.


''suami, ohhh iya aku ingat kamu kan udah menikah hehehe...'' ucapnya sambil terkekeh pelan. ''maaf ya Di waktu kamu nikah aku gak datang'' lanjutnya lagi.


''iya gpp ko''


''Di, suami mu sudah sembuh ya? Terus kapan pulangnya? Aku dengar suamimu sakit parah sampai harus di rawat di Singapura'' ucap si perempuan.


Diana yang mendengar nya terkejut mendengar suaminya sakit parah. Tapi Diana tak ingat apa pun dan keluarganya pun tak cerita tentang suaminya yang sakit parah. Diana bingung harus bilang apa membuat dirinya berpikir kata-kata apa yang harus ia katakan untuk perempuan yang ada di depan nya. Namun sekelibat bayangan mengingatkan kenangannya dimasalalu membuat ia memegang kepalanya sakit. Diana mengerenyitkan dahinya guna menelalisir agar kepalanya tak terlalu sakit. ''iya, suami ku sudah sembuh dan sudah sehat'' ucap Diana agar si perempuan tak banyak bertanya lagi.


''Rendy... Siapa Rendy?'' batin Diana


Puk


Seseorang menepuk pundak Diana membuat Diana melonjak kaget dan langsung berbalik memukul orang yang tadi mengagetkannya. ''Rasakan ini rasakan... Hah... Hah... Nih nih rasakan nih pukulanku'' Diana memukuli orang tersebut sambil menutup matanya dengan napas naik turun.


''auwww... Sakit Ana sakit, udah ampun.. Sakit'' Riki meringis sakit mendapat pukulan bertubi tubi dari Diana.


''Loh kok suaranya kaya aku kenal'' batin Diana.. Perlahan Diana membuka matanya dan mengerjap polos menatap Riki yang meringis kesakitan karena dipukuli Diana. ''maaf aku ga tau, abisnya sih kamu ngagetin mas'' Bela Diana


''siapa suruh melamun, aku panggil dari tadi kamu ga dengar'' ceplos Riki

__ADS_1


''ya maaf'' cicit Diana


''mikirin apa sih, kok serius banget ngelamunnya'' tanya Riki ingin tau


''ga mikirin apa-apa kok mas'' sahut Diana.. ''sakit ya mas'' lanjut Diana.


''iya... Sakit tau'' ketus Riki


''tangannya sih kecil tapi pukulan bikin sakit juga. Kaya tukang kuli pukul'' cicit Riki


''apa?'' Diana melotot mendengar ucapan Riki barusan. Riki menutup mulut lemesnya lalu berlari pergi meninggalkan Diana yang sedang marah marah..


''kabur akhhh singa betina ngamuk lagi'' gerutu Riki dan masih di dengar oleh Diana membuat Diana tambah marah dan langsung mengejar Riki yang pergi meninggalkan nya begitu saja.


''Awas kamu Mas'' teriak Diana mengejar Riki yang sudah lari lebih dulu.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak


Vote comen likenya


Dukung terusnya

__ADS_1


Dan MINAL AIDIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR BATIN SEMUANYA.


__ADS_2