
Riki masih membayangkan kejadian semalam yang membuatnya pusing setengah mati.
''Arrgggggg'' Riki mengerang lagi dan mengacak rambutnya frustrasi. Sedangkan Ken hanya diam karena tak tau harus bilang apa? Lebih baik diam dari pada banyak bicara tapi kena imbasnya.
''Ken'' panggil Riki yang di panggil melirik sekilas ke belakang lalu melihat kearah jalanan lagi.
''iya Tuan'' jawab Ken santai.
(belum juga nikah beneran masih pura-pura suami udah kaya orang frustrasi saja, gimana kalau beneran udah sah, bisa kiamat nantinya, huh) lanjut Ken dalam hati menggerutu atasan nya.
''aku harus gimana?'' tanya Riki, kali saja Ken punya solusinya
''hmmm'' Ken berpikir sejenak lalu. ''bagaimana kalau Tuan bilang sama Pak Doni soal masalah ini biar tidak ada beban pikiran nantinya tuan dan mungkin saja Pak Doni punya solusinya untuk masalah ini'' saran Ken
Riki mengangguk paham lalu memejamkan matanya sejenak memikirkan ucapan Ken tadi. ''hmmm ada benarnya juga, coba nanti aku hubungi Om Doni biar nantinya ga pusing sendirian'' gumam Riki.
Sesampainya di kantor, Riki langsung pergi ke ruangan nya, saat di lobi kantor semua karyawan melihat Riki penuh tanda tanya. Karena penampilan Riki yang kusut tidak seperti biasanya selalu tampil rapih dan cool, tapi kali ini beda sangat berantakan dan kusut.
Namun Riki cuek dengan semua tatap aneh itu, tidak peduli dan tak ingin ambil pusing.
__ADS_1
''eh Tuan Riki kenapa?'' tanya karyawan cewek kepada teman sebelahnya
''ga tau'' balasnya cuek
''ih loh mah gitu'' lugasnya melenggang pergi
Masih banyak pertanyaan-pertanyaan dan gosip kantor di pagi hari ini dengan topik penampilan CEO mereka.
--------
Tak....
Suara gelas yang di letakan di atas meja dengan kasar, ekor matanya melirik seorang pria yang berdiri tegak di sampingnya. Lalu ia menatap kedepan melihat dua pria yang juga berdiri cukup jauh 5 meter dari tempatnya duduk. ''Katakan'' perintahnya kepada dua pria yang berdiri di depannya.
''Ma-maaf bos, sa... Sa ya be... Lum dapat in-fo dan me nemukan nya. Mung-kin dia menyuruh orang lain untuk me nyembunyikan in-dentitas nya. Bah kan hacker pun ti dak bi sa me lacak nya'' ucapnya salah satu pria tersebut dengan gagap dan takut
''Cih'' dengusnya kesal. ''siapa dia, kenapa susah sekali hanya untuk melacaknya saja, kaya orang penting saja. MENYEBALKAN'' sarkasnya
''tapi bos'' lanjut pria itu lagi. ''saya punya info mungkin bisa menguntungkan buat bos''. Lugas pria tersebut.
__ADS_1
''Katakan'' ucap pria yang di panggil bos oleh mereka.
SKIP YA SOALNYA RAHASIA DAN JANGAN PENASARAN ✌️
''HAHAHAHAHAHAHA'' Tawanya menggelegar di ruangan tersebut membuat ketiga pria itu merinding mendengar tawanya. ''segera laksanakan rencana itu, saya ingin melihat drama apa lagi yang akan mereka tampilkan, segera lakukan dan jangan kecewakan saya'' lanjutnya penuh perintah
''Baik bos'' jawab mereka kompak lalu pergi
Kepergian dua pria tersebut membuatnya menyeringai penuh arti lalu ia menjilat bibir bawah dengan ujung lidahnya seperti srigala menatap mangsanya yang siap untuk menerkam.
''Hahahaha, saya sudah tidak sabar melihat mereka hancur, dan merasakan apa yang saya rasakan selama ini. Dan kamu'' di tunjuknya pria sebelah kirinya, membuat si empunya tersentak kaget. ''bilang padanya kalau permainan akan di mulai... Hahahahaha'' lanjutnya lagi dengan tawa lebih mengerikan.
''Ba-baik bos''
.
.
.
__ADS_1
Hai jangan lupa Like comen dan vote ya...
Terus dukung karya ku biar tambah semangat. Dan terima kasih 😘😘😘😊😊😊😊