
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki begitu cepat, mengejar seseorang yang berlari. Terlihat dari wajahnya yang sedih, matanya berair penuh dengan air mata, sesekali ia menyekanya. Ia menatap kedepan, semakin ia kejar, dia semakin menjauh. ''hos.. Hos...'' suara napasnya yang tak beraturan karena lelah berlari. ''tolong jangan tinggalkan aku '' teriaknya.
Hingga orang yang jauh di depannya berhenti, berbalik badan menatapnya. ''maafkan aku, aku harus pergi'' sahutnya. Ia juga menangis, hatinya sakit melihat orang yang ia sayang menangis dan memohon padanya.
''tidak.... Aku mohon jangan pergi'' teriaknya lagi. Tangisannya begitu pilu, yang mendengarnya pun tak tega untuk pergi.
''maaf, aku harus pergi'' ucapnya lagi, dan mencoba untuk tak peduli.
''kamu jangan egois'' ucapnya sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit. ''jadi aku mohon, kamu jangan pergi, jangan tinggalkan kami''
''maaf'' lirihnya lalu berbalik lagi dan melangkah pergi.
''bagaimana dengan anak kita, Lex'' pekiknya mampu menghentikannya. ''bagaimana dengan anak kita, Alex Sebastian '' ucap nya sekali lagi.
Alex menunduk sedih, ia langsung berbalik lagi menatapnya kembali, melihat perut yang sudah membesar. Serta keringat dan air mata yang wanita tersebut keluarkan. Terdengar napas nya yang tak beraturan, lelah dan pilu yang Alex lihat. ''jaga anak kita, Di. Maaf aku tak bisa menjaganya dan mengurusnya'' ucap Alex sedih. Ia juga menangis dan sakit jika harus meninggalkan nya.
__ADS_1
''bagaimana bisa'' sahut nya tak terima. ''kau papanya, kau ayah kandungnya. Kau tega membiarkan aku mengurusnya sendiri, dan kau malah pergi meninggalkan aku begitu saja'' ucapnya kesal marah dan sedih bercampur.
Alex tak bisa berkata-kata lagi, lidahnya terasa kelu, ia bingung harus apa? Di sisi lain ia harus pergi karena tak ingin ada hati yang terluka lagi tapi di sisi lain ia juga tak ingin pergi meninggalkan nya, hatinya sakit dan juga perih. ''aku tau Di, aku tau itu. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi''. Ucap Alex sendu
''ya... Maka dari itu, kamu jangan pergi , kita jaga anak kita sama-sama ''lirihnya memelas
''maaf, aku tak bisa'' cicit Alex berlalu pergi, meninggalkan Diana yang berdiri mematung. Diana kaget tak percaya dengan ucapan Alex barusan, bisa-bisanya Alex berkata seperti itu kepadanya. Bahkan Alex tak peduli dengan keadaan Diana.
Diana mengejar Alex, ia tak peduli sakit di perutnya. Hingga tak menyadari ia berada di tengah jalan, dan sebuah mobil melintas dengan kecepatan penuh.
''ALEX..... '' teriak Diana
Alex menoleh
Brak
Kecelakaan pun tak bisa di hindari, Diana tertabrak mobil hingga tubuhnya terpental dan kepalanya terbentur bahu trotoar. Alex berlari menghampiri Diana, dan langsung memeluk Diana. ''Diana, maafkan aku Di, maaf'' lirih Alex. ''kalau saja aku tak egois kamu tak akan seperti ini'' tangis Alex pecah, melihat tubuh Diana bersimbah darah.
Lalu Alex mengangkat tubuh Diana dan membawanya kerumah sakit. ''Dokter... Dokter... tolong dok, tolong Diana... '' teriak Alex memanggil Dokter
Dokter berdatangan dan langsung memeriksa Diana. Sudah hampir dua jam, dokter tidak keluar-keluar. Alex menunggu dengan gelisah, takut dan cemas.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi, dan raut wajah Alex berubah berbinar senang. ''akhirnya anakku lahir juga'' gumam Alex. Tak lama dokter keluar dan mengucapkan selamat '' selamat ya pak anak anda sudah lahir dan berjenis kelamin Laki-laki tapi... '' ucapan dokter menggantung di akhir membuat Alex penasan.
''tapi apa dokter?'' tanya Alex dengan wajah serius
''Diana, Diana tak bisa di selamatkan. Karena kecelakan itu membuat Diana tak bisa terselamatkan. Kami sudah berusaha semampu kami tapi Tuhan berkendak lain'' ucap Dokter
Nyut..
Hatinya sakit mendengar kabar duka wanitanya, kakinya lemas bagai jely dan tak mampu menompang tubuhnya. Alex terduduk dilantai dan meremas bajunya. Alex mendongkak kan kepalanya ke atas menatap Dokter ''apa dok, saya tidak salah dengarkan'' tanya Alex memastikan.
''tidak pak, kami mohon maaf'' balas Dokter dan berlalu pergi meninggalkan Alex
Alex menangis masih tak terima dengan jawaban dokter,lalu ia masuk kedalam ruangan. Terlihat di atas brankar tubuh wanita yang ia cintai sudah tertutup kain putih. Dan di bukanya kain tersebut, wajahnya penuh luka dan pucat. Alex mengelus wajah wanita yang dia cintai dengan pelan dan lembut. Bibirnya bergetar menahan tangis, lalu mengelus rambutnya pelan dan mencium keningnya. ''maaf, maafkan aku sayang. Aku egois, aku salah, tak seharusnya aku seperti ini''. Gumam Alex
''aku menyesal, seharusnya aku tak pergi meninggalkan kamu, seharusnya aku menjaga kamu dan memperjuangkan cinta kita'' ucap Alex lirih. Di tatapnya wajah wanita yang ia cintai. '' aku egois, tak seharusnya aku seperti ini''. Di ciuminya seluruh wajah Diana dengan lembut. ''bangunlah sayang, bangun. Aku janji, aku gak akan seperti ini lagi dan aku akan menjagamu dan merawat anak kita bersama sama'' ucap Alex
''bangun sayang bangun....'' teriak Alex
Namun sayang tubuh itu tak mau bangun dan enggan untuk membuka mata. Lalu Alex seperti mendengar suara tangisan,dan seketika Alex berhenti berteriak dan menangis. Alex mengedarkan pandangan nya dan mencarinya keseluruh ruangan tapi tak menemukannya. Hingga tangan kecil memukul dan menendang kaki Alex. Alex menunduk dan menemukannya, tubuh kecil dengan wajah yang mirip denganya. ''kau jahat, kau sudah membunuh momy. Kamu jahat'' tangan kecil itu terus memukulinya
''karena kamu momy mati, momy tak mau bangun. Kamu jahat, aku benci kamu'' teriak anak kecil itu.
__ADS_1
''kamu siapa?'' tanya Alex mampu membuat anak itu semakin marah dan tiba-tiba saja. Anak itu menusuk Alex dengan pisau bedah. ''kamu sudah membunuh momyku''. Teriaknya