
Dokter keluar dari dalam ruangan,lalu mengajak Doni, Mia dan Riki ke ruangan dokter.
"silahkan duduk pak, bu". Dokter mempersilahkan Doni, Mia dan Riki untuk duduk. Dan mereka pun menurutinya
"Bagaimana dokter, gimana anak saya?" Tanya Doni harap harap cemas di ikuti anggukan oleh Mia dan Riki yang sama cemasnya.
"ternyata pak, bu dugaan saya benar. Diana mengalami amnesia ringan, Diana hanya akan mengingat masa lalu nya saja. Di mana saat dia sudah lulus sekolah dan ingin menggapai cita cita nya menjadi seorang model terkenal. Untuk kondisinya sudah jauh lebih baik dan saya sarankan agar ibu dan bapak tidak menceritakan atau mencoba buat dia mengigat kenangannya. Jauhkan dia dari setiap benda yang bisa membuat dia mengingat kenangan nya itu. Karena kalau dipaksakan akan berakibat buruk pada kondisi pasien, bahkan bisa menyebabkan kematian ". Dokter menjelaskan semuanya
"tapi dok, Diana akan lupa dengan anaknya.kasian Leo dan Lea ibunya tak akan mengingat mereka". Ucap Mia sedih
''apa Diana akan ingat lagi dengan kenangan masalalunya di mana dia sudah menikah dan punya anak?''. Tanya Riki menimpali
''iya bu, Diana akan lupa kalau dia sudah menjadi seorang ibu. Dan untuk pasien bisa mengingat kembali atau tidaknya tergantung ingatan pasien sendiri. Semoga saja Diana sembuh dan bisa ingat dengan masalalunya''. Jawab dokter dan mendoakan yang terbaik buat Diana.
''iya dok, kami mengerti. Dan terima kasih. Kami permisi dulu'' ucap Doni lalu keluar di ikuti Mia dan Riki.
Mereka bertiga berjalan ke ruangan Diana, sebelum masuk mereka berhenti dan berpikir. Mereka sibuk dengan pemikiran nya masing masing.
''om tante, Bagaimana dengan si kembar? Pasti mereka sedih, ibunya tak bisa ingat mereka'' ucap Riki sedih dengan kabar ini.
''iya pih, mami juga sedih. Kasian si kembar''. Ucap Mia menyetujui ucapan Riki
''ya mau bagaimana mana lagi mih, semuanya sudah seperti ini''. Balas Doni pasrah
''terus om, Diana nanti akan tinggal dimana?'' tanya Riki
__ADS_1
''om tidak tau,untuk sementara kita lihat kondisi Diana dulu, setelah itu kita mencari cara gimana baiknya untuk Diana kedepannya''. Ucap Doni dan di setujui oleh Mia dan Riki.
Mereka bertiga masuk kedalam ruangan, saat mereka masuk,mereka melihat Diana tersenyum dan alat yang selama ini menunjang hidup Diana sudah di lepas. Terdengar ucap syukur mereka kompak membuat Diana tersenyum..
''Riki, akhhh kamu sudah kembali'' teriak Diana senang melihat Riki yang sedang tersenyum padanya.
''iya Ana, aku sudah pulang''. Ujar Riki menghampiri Diana
''kamu kapan pulang?kenapa tidak mengabariku'' ucap Diana merajuk kepada Riki
''hey, kenapa itu bibir di maju-majuin seperti itu''. Gelak Riki dan Doni pun juga ikut terkekeh melihat tingkah Diana seperti anak kecil.
''ihhhh... Papi mah, mami juga ko ketawain aku sih''. Cemberut Diana
''sudah lama aku pulang Ana, kamunya aja yang ga tau'' ucap Riki santai
''ko gak ngabarin aku sih''. Ucap Diana kecewa
Riki baru saja mau bicara sudah ada yang datang.
''hay'' sapa seseorang
''hay juga'' balas mereka kompak
''Diana sayang, kamu sudah sadar nak''.
__ADS_1
''u-udah tante Carol''. Ujar Diana gugup. Ternyata yang datang Caroline ibunya Riki, bersama si kembar dan baby sister
''yah yah'' ucap si kembar kompak memanggil Riki
''hah'' cengo Diana heran
''uhhh, anak ayah. Sini sini ayah gendong'' Riki menghampiri sikembar dan menggendong Leo.
''ayah'' ucap Diana kaget lalu melirik Riki tak percaya
''kamu kenapa sayang?'' ucap Mia yang sedari tadi memperhatikan Diana.
Diana lalu menatap Mia,. ''Mam, Riki udah nikah dan punya anak?'' tanya Diana lirih
Mia melirik Riki dan Caroline, mereka seperti mengerti maksud dari Mia. Lalu mereka mengangguk tanda setuju. '' i-iya sayang, Riki sudah menikah dan punya anak''. Ucap Mia
Deg
Jantung Diana seakan berhenti sesaat,Diana menunduk sedih dan tak terasa air mata Diana jatuh.
Mia yang melihatnya merasa heran, kenapa Diana bersikap seperti itu?
Autors\= aku udah pernah bilang ya kalau Diana mencintai Riki, Riki cinta pertama Diana.
Mohon dukungan nya, like comen dan vote. Terima kasih
__ADS_1