Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah

Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah
Bab 23


__ADS_3

Pintu kamar Diana terbuka lebar,kamar nya gelap gulita. Doni mencari tombol lampu untuk menyalakan nya. Saat lampu terang,alangkah kaget nya mereka,melihat kamarnya berantakan. Semua barang barang panjangan kamar,lukisan dan lampu tidur berserakan di lantai. Kaca rias pecah berkeping keping,ada noda darah yang sudah kering di bagian pecahan kaca,guci bunga pun pecah. Sprei,selimut dan bantal pun berantankan. Kamar Diana seperti habis terkena angin tornado.semua nya hancur seperti hati nya yang kini hancur berkeping keping.


Di sudut kamar ada Diana yang sedang memeluk kaki nya. Wajah putih pucat,mata bengkak dan ada lingkaran hitam seperti mata panda dan bibirnya bergetar dan kini warna nya pun pucat pasi . Diana sudah tak sadarkan diri,tangan nya terluka dan luka nya tertutup darah kering yang masih menempel di bagian luka. Sungguh tragis keadaan Diana saat ini.


''aaakkhhhh..... Diana, sayang kamu kenapa nak,kenapa jadi seperti ini''. Mia mami nya Diana langsung menghampiri anak nya dan memeluk anak nya. Tangis nya pun pecah melihat anak nya seperti ini. ''mas.. Ayo mas,bawa Diana ke rumah sakit mas''.


''hiks.. Hiks.. Diana,kamu jangan seperti ini nak,mami mohon kamu jangan kaya gini hiks hiks.. MAS.... Ayo, kenapa diam saja''. Bentak Mia


Doni yang sedari tadi hanya diam pun kaget mendengar suara istri nya. '' i.. Iya ayok ,kita bawa Diana kerumah sakit''. Doni langsung menggendong Diana membawanya ke mobil dan langsung menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Sampai di rumah sakit,Diana langsung di bawa ke ruangan IGD untuk di periksa. Mia dan Doni mencemaskan keadaan Diana. Sudah satu jam tapi dokter belum keluar juga.


Perasaan nya semakin takut dan khawatir. '' mas ko dokter belum keluar juga sih mas''. Mia tidak bisa tenang,dari tadi dia bulak balik seperti setrikaan saja. '' mas, aku takut mas Diana kenapa napa?. Mas lakukan sesuatu jangan diam saja seperti ini''.


''sayang,kamu yang tenang. Di dalam ada dokter yang sedang periksa Diana. Kamu jangan kaya gitu,bikin mas panik dan takut. Mas juga sama takut Diana kenapa napa''. Ucap Doni


'' hiks.. Hiks.. Diana,kenapa kamu jadi seperti ini nak,hiks. Mas... Aku takut mas,Diana mas.. Diana hiks hiks''.. Mia masih terus menangis,menangisi anak nya.


Kemudian dokter keluar dengan raut wajah yang sedih. Mia dan Doni langsung menghampiri nya dan menanyakan keadaan anak nya.

__ADS_1


'' Dokter bagaimana keadaan anak saya dok? Dia baik baik saja kan?. Saya kuatir dok anak saya kenapa napa? Dok ayo jawab kenapa diam saja dok''. Tanya Mia cemas


'' maaf bu,keadaan pasien saat ini sangat memperhatinkan. Pasien seperti nya depresi dan tekanan batin. Membuat pasien seperti tak punya semangat untuk hidup''. Ucap dokter


''apa dok, ini ga mungkin kan dokter. Pasti dokter salah kan''. Bentak Mia


'' maaf bu,pasien-


Dokter belum selesai bicara langsung di potong oleh Mia. '' gak dok,pasti dokter salah. Huhuhu... Diana maaf kan mami nak,maaf kan mami''..

__ADS_1


Bugh... Mia jatuh pingsan. Untung Doni segera menangkap Mia agar tidak terbentur. Doni langsung menggendong Mia dan membawa nya ke ruangan UGD untuk di periksa.


__ADS_2