TAKDIR CINTA SANG PEWARIS

TAKDIR CINTA SANG PEWARIS
BAB 26 - Mati Kutu


__ADS_3

"Tora, aku butuh bantuanmu." ucap Rei saat bertemu Tora di garasi.


"Bantuan apa itu, mas Rei?" tanya Tora penasaran.


"Aku minta mulai sekarang, ikuti kemana pun Tyra pergi." jawab Rei tegas.


"Saya setuju dengan ide mas Rei. beberapa kali saya tidak sengaja bertemu, dan ia salah tingkah jika saya dekati. saya jadi curiga non Tyra pasti saat ini sedang merencanakan sesuatu yang baru." jawab Tora menjelaskan kecurigaannya.


"Memangnya ia tadi ngapain?" tanya Rei penasaran.


"Saya melihat, non Tyra menghampiri kulkas di dapur. Seperti memasukkan sesuatu ke semua makanan yang ada di dalamnya, mulai buah, susu hingga makanan matang lainnya." jawab Tora secara terang-terangan.


"Memasukkan sesuatu?" tanya Rei mengeryitkan dahinya.


"Iya mas Rei. Nyonya Adelia juga sudah saya beritahu, dan nyonya lihat sendiri. ia seperti memasukkan sesuatu ke semua makanan di kulkas." ucap Tora lagi menundukkan wajahnya.


"Apa mungkin ia mencoba meracuni kita semua?" tanya Rei setengah tidak percaya dengan apa yang ia pikirkan.


Tora tidak menjawab ia hanya memandangi wajah majikan mudanya yang terlihat semakin bingung dengan apa yang di rencanakan dengan adiknya itu.


"Ah, aku lelah. Sudah tugasmu itu dulu ya!" ucap Rei sambil berdiri dan melangkahkan kakinya meninggalkan Tora.


Meski sepenuhnya tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh Tora, tapi penasaran Rei masih saja menjadi-jadi. Karena penasaran, Rei bergegas menuju kulkas dan mengambil sepotong ikan setengah beku yang terdapat di dalam kulkas.


Rei berjalan menuju halaman rumahnya berharap ada seekor kucing yang melintas di sana, biasanya ada saja kucing yang melintas di siang yang terik seperti ini.


Benar saja seekor kucing terlihat menghampirinya dan segera saja kucing itu di beri makan oleh Rei.


Tidak lama kemudian kucing itu terlihat kesakitan dan tumbang.


"What!" teriak Rei seperti mengingat apa yang dikatakan Tora.


Rei berjalan cepat menuju dapur lalu memandang langit-langit dapur dan memastikan CCTV di ruangan itu masih menyala.


"Tidak bisa di biarkan!" gumam Rei sambil melangkah menuju ruang petugas keamanan untuk memastikan apa yang sebenarnya di lakukan oleh Tyra beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


"Pak saya mau melihat aktivitas Tyra. Nyalakan layar CCTV sekarang." perintah Rei pada petugas keamanan.


"Baik, mas Rei." ucap penjaga mengangguk saat menerima perintah Rei itu.


Rei kemudian memperhatikan rekaman CCTV dapur untuk melihat apa saja yang dilakukan Tyra beberapa hari ini. Dalam tayangan itu Tyra datang dan bolak-balik menuju kulkas sambil memegang sebuah botol yang di duga Rei sebagai racun.


Tidak percaya akan apa yang dilakukan oleh adiknya itu Rei bergegas menuju kamar dan mengatakan semua ini pada Zenira.


"Zenira, kamu harus tahu. aku membuka rekaman CCTV terlihat jelas, Tyra memasukkan sesuatu ke dalam semua makanan yang ada di kulkas. Aku tidak menyangka apa yang dikatakan Pak Tora benar!" ucap Rei memberitahu.


"Kita harus melarang siapapun mengambil makanan dari kulkas itu." ucap Zenira meminta karena khawatir akan ada korban.


"Pak Tora?" ucap Rei memanggil pelayan di rumah ini.


Iya, mas Rei. Ada apa?" tanya Pak Tora tergesa menghampiri Rei yang sedang mengeluarkan semua makanan yang ada di kulkas.


"Pak Tora buang semua makanan ini. Karena tadi aku menemukan racun di dalam makanan ini. Sebelum ada yang keracunan seperti kucing malang yang aku beri ikan dari kulkas ini, dan kucing itu terkapar." ucap Rei menjelaskan panjang.


"Sungguh kejam jika Tyra benar-benar melakukan ini semua!" ucap Rei sambil membantu Tora membuang satu persatu isi kulkas.


"Kalian sedang apa?" tanya Adelia yang tiba-tiba masuk ke dalam dapur.


"Pantas saja kemarin waktu Mami minum susu rasanya aneh." ucap Adelia terkejut, ia seperti mengingat-ingat kejadian beberapa hari yang lalu yang menimpanya.


"Lalu Mami telan?" tanya Rei menyelidik.


"Nggak, Mami muntahin. Pahit gitu rasanya, masa iya sih!" jawab Mami tidak yakin dengan cerita Rei tapi tidak juga bisa di percaya.


"Ini anak harusnya di apain ya?" ucap Rei yang mulai kebingungan.


Adelia mengambil napas panjang, ia kembali berjalan keluar dapur untuk memastikan Tyra sedang tidak berada di dekat mereka.


"Kenapa Tyra jadi seperti ini ya?" tanya Adelia berjalan melangkah kembali ke dapur.


Zenira yang mendengar perbincangan Adelia dan Rei di dapur, berjalan menghampiri mereka untuk mengetahui cerita yang lebih lengkap.

__ADS_1


"Ada apa, Mami?" tanya Zenira yang sudah ada di dapur, ia menjatuhkan bokongnya duduk di samping Adelia.


"Sepertinya semua makanan di dalam kulkas sudah di racun, Tyra!" jawab Adelia menceritakan beberapa makanan yang terasa aneh.


"Mami, kalau ini sudah kelewatan. baiknya kita bertanya apa maksud, Tyra sebenarnya?" saran Zenira sambil berbisik di telinga Adelia.


"Tidak mungkin Tyra akan mengaku." ucap Rei menambahkan mendengar saran Zenira.


"Kita coba saja dulu." ucap Zenira menyakinkan.


Mami yang sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa hanya bisa diam. Sedang Rei yang sudah kesal sejak tadi mengikuti saran Zenira untuk bertanya pada Tyra tentang kebenaran dugaannya ini.


"Aku akan menariknya kemari, lihat saja ia harus jelaskan apa maksud semua ini." ucap Rei geram bergegas menuju lantai dua untuk memanggil Tyra.


"Tyra! Ayo turun jelaskan apa maksud semuanya ini." teriak Rei sambil menarik tangan adiknya dengan paksa untuk turun ke dapur.


"Benar kamu sudah berani mencoba meracuni kami?" ucap Rei dengan sangat marah menghunuskan tatapan tajam pada Tyra.


"Kalian ini kenapa sih, kenapa kalian selalu mengira aku sejahat itu?" ucap Tyra tidak mengaku.


"Haah, kamu tahu tadi aku, sempat memberi ikan yang ada di kulkas pada kucing yang lewat. dan kucing itu langsung mati!" teriak Rei dengan suara baritonnya.


"Ini berarti semua makanan di kulkas sudah kamu racun bukan?" teriak Rei meminta adiknya mengaku.


Tyra tidak terima dengan tuduhan kakaknya itu. Ia terus saja mengelak sampai Adelia melihat Tyra mengatongi sesuatu.


"Apa itu?" tanya Adelia sambil mengambil botol dari saku Tyra.


Tyra kaget dan benar saja botol yang ada di sakunya adalah botol racun yang di persiapkan Tyra untuk meracun seluruh makanan di kulkas.


"Mami jangan salah sangka dulu itu adalah _" perkataan Tyra terpotong oleh Ramon.


"Sudah Tyra kamu ngaku saja." potong Ramon yang tiba-tiba muncul dengan kursi rodanya.


"beberapa hari yang lalu sebelum Papi masuk rumah sakit. Papi melihat Tyra membuang botol racun ke tempat sampah." ucap Ramon menceritakan rencana jahat Tyra.

__ADS_1


Ramon membuang napas panjangnya, dan melanjutkan perkataannya.


"Tidak berapa lama kemudian seseorang menelpon untuk mengkonfirmasi bahwa botol racun yang Tyra pesan stoknya sedang kosong. Telpon inilah yang memicu Papi mendapatkan serangan jantung saat itu." ucap Ramon bersedih karena tahu rencana jahat putrinya.


__ADS_2