TAKDIR CINTA SANG PEWARIS

TAKDIR CINTA SANG PEWARIS
BAB 84 - Rei Puas Zenira Lemas


__ADS_3

"A-aku minta maaf, aku tau aku salah karena ini!" Ujar Rika menunduk malu akan apa yang sudah dia perbuat kepada Rei dan membuat mereka bertengkar hebat karenanya.


"Jangan kamu ulangi lagi, kamu paham!" Teriak Zenira semakin kencang dan meminta Rei membawanya pergi jauh dari wanita menyebalkan itu.


Rei akhirnya mengikuti permintaan Zenira dan pulang ke rumahnya dan Tora kemudian mengikuti langkah Rei.


Setelah mengantarkan Tora pulang dan berpamitan kepada Mami dan Papinya, Rei bergegas menuju rumahnya karena Zenira nampak sangat marah karena kejadian ini.


Sesampai di rumah Zenira langsung memeluk suaminya itu dan tak ingin melepaskan lagi dirinya dari tubuh Rei.


"Kita lanjutkan lagi di kamar ya!" Bisik Rei kemudian menggendong Zenira hingga ke kamarnya dan membaringkan Zenira di atas tempat tidur king zisenya.


"Aku mandi dulu!" Bisik Zenira yang melihat Rei sudah tak sabar untuk menancapkan pedang panjangnya ke dalam gua indahnya.


Rei tak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia langsung saja melepas sehelai demi sehelai baju yang di kenakan Zenira dan tak lama kemudian mereka berdua mulai bergerak bebas menikmati dentuman jantung mereka yang semakin cepat dan semakin tak terkendali itu.


Gunung indah Zenira yang nampak semakin berkeringat membuat Rei semakin bersemangat saja, belum lagi ******* mantap Zenira membuat Rei semakin tak dapat menahan laju darah di tubuhnya yang mengalir begitu deras menuju otaknya.


"Ah, Rei. Sakit!" Rintih Zenira yang bukannya membuat Rei berhenti, dia justru semakin mempercepat laju pedangnya dan semakin dia bersemangat semakin kencang pula rintihan Zenira dan tak lama kemudian mereka berdua akhirnya tiba di puncak kenikmatan yang sempat hilang beberapa hari ini karena ulah Rika.


"Oh!" Teriak Zenira menutup episode pertama menuju puncak mereka.


Rei kemudian terjatuh lemas di atas tubuh istrinya itu, Zenira hanya bisa terdiam sambil menikmati pahanya yang berdenyut begitu kencang dan begitu nikmat.


"Hidanganmu hari ini nikmat sekali sayang!" Bisik Rei lembut sambil menarik kembali pedang panjangnya.


"Kamu suka!" Ujar Zenira sambil menatap dalam mata Rei yang berbinar bahagia itu.


Rei tak menjawab dia hanya tersenyum lalu bangkit dari tubuh Zenira yang malam ini terasa sangat hangat dan lembut.


Aroma keringat Zenira tiba-tiba begitu membuatnya segera ingin mengulangi episode pertama mereka malam ini.


Pedang Rei mulai bangkit saat Zenira bangkit untuk sekedar membersihkan gua indahnya, Rei yang memperhatikan Zenira dari jauh kemudian mengikutinya menghampiri istrinya itu dan seperti biasa membaringkan Zenira di atas wastafel memulai kembali membuai Zenira yang nampak masih kuat untuk tiga episode mereka malam ini.


"Aku mulai ya!" Bisik Rei lembut di telinga Zenira kemudian memasukkan lagi pedang panjangnya ke dalam gua Zenira yang terasa begitu hangat untuknya.

__ADS_1


Rei mulai bergerak bebas dan Zenira pun mulai merintih keenakan.


"Lagi?" Tanya Rei sambil menggerakkan dengan bebas pedangnya.


"Rei, ahh!" Rintih Zenira kemudian memperbaiki posisinya.


Rei sempat terdiam namun tak lama kemudian Zenira kembali memberikan aba-aba agar Rei melanjutkan episode ke dua mereka malam ini.


"Yuk, yang ini!" Ujar Rei sambil memulai kembali episode kali ini.


Zenira hanya merintih keenakan dan membiarkan Rei terus menggerakkan pedangnya.


"Lagi, ah, lagi!" Teriak Zenira saat dia hampir mencapai kenikmatannya yang sepertinya akan luar biasa.


"AAAHH!" Teriak Rei dan tak lama diikuti oleh Zenira.


Mereka jatuh terkulai bersama namun Zenira masih sanggup bangkit dan berjalan menuju kasur dan mulai terlelap dengan kondisi polosnya.


"Jangan tidur dulu aku belum selesai!" Bisik Rei yang mengikuti Zenira ke atas tempat tidur.


Zenira tak menjawab, hanya tersenyum sambil memejamkan matanya yang indah.


"Sudah, aku istirahat dulu!" Pinta Zenira yang membuat Rei tertidur sebentar di atas kasurnya yang empuk.


"Malam semakin larut saat Rei kembali terbangun dan seperti biasanya dia kembali ingin melanjutkan episode panjangnya bersama Zenira.


Rei bergegas menarik Zenira ke pinggir tempat tidurnya dan mulai menikmati lagi episode ketiga bersama istrinya yang cantik ini.


Jika biasanya Zenira tak membuka matanya, kali ini dia membuka matanya dan membiarkan saja Rei menikmati gua indahnya itu, sesekali Zenira mendesah keenakan dan membuat Rei semakin kencang memacu diri agar cepat mencapai puncak kenikmatan di malam yang semakin larut itu.


Tak lama kemudian Zenira merintih keenakan dan tak lama Rei pun tiba di titik puncaknya di episode ketiganya.


"Sudah ya aku lelah!" Bisik Zenira yang kembali terlelap dalam tidurnya.


\*\*\*\*\*

__ADS_1



Keesokan harinya.


Hari ini Rei terbangun di pagi hari dengan tubuh yang sangat segar. Semua masalah kemarin yang membuat kepalanya pening kini telah berganti dengan kelegaan dan Rei segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Siang ini Rei kembali memiliki janji dengan Bram, teman baiknya. Setiap hari dia ada janji dengan Bram hatinya merasa sangat senang karena bisnis dengan pria paruh baya ini selalu menyenangkan untuknya.


"Kamu langsung ke cafe?" Tanya Zenira sambil berusaha bangkit dari tidurnya setelah episode semalam yang panjang bersama suaminya yang perkasa itu.


"Aku sepertinya akan menyusul Tora terlebih dahulu baru berangkat ke cafe, seperti biasa dia akan berbelanja. Kamu mau ikut?" Tanya Rei sambil memakai kaos kakinya yang berwarna hitam itu.


"Hari ini aku di rumah saja, badanku sakit semua!" Keluh Zenira sambil menarik selimutnya kembali dan bergegas melanjutkan tidurnya.


Rei tak mau mengganggu Zenira melanjutkan tidurnya, dia pun berjalan mengendap-endap menuju dapur untuk sarapan seadanya.


Kebetulan kemarin dia dan Zenira sempat membuat siomay ayam, ikan dan udang sekaligus karena siomay makanan kesukaannya dan segera saja dia mengukusnya untuk bahan sarapannya sebelum bekerja hari ini.


"Mau saya bikinkan sarapan, Tuan?" Tanya Sopiah yang sepertinya masih merasa tak enak akan kejadian yang dilakukan Rika kemarin kepada majikan mudanya ini.


"Tak usah, aku hanya cuma mengukus siomay ini saja kok. Kamu kembalilah bekerja tapi tolong jangan bangunkan istriku ya. Sepertinya dia lelah setelah masalah kemarin dengan Rika!" Pinta Rei lalu kembali duduk di kursi makan dan mulai menyantap sarapannya.


21\+\+



18\+



Happy Reading πŸ“™πŸ˜˜



TBC πŸ₯°

__ADS_1



Don't forget for like, vote, comment and subscribe 🌟🌟 Thank You Guys β€οΈπŸ–€


__ADS_2