TAKDIR CINTA SANG PEWARIS

TAKDIR CINTA SANG PEWARIS
BAB 82 - Penandatanganan Kerjasama Gagal


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Hari ini hari yang penting untuk Rei karena dia akan kedatangan tamu istimewa di cafenya, seorang investor besar yang siap menanamkan modal di cafe kopi miliknya.


Rei nampak sangat tegang menyambut investor bernama Kendrick ini, dia adalah teman Papinya yang memang bergelut di bisnis yang sama dengannya.


"Kenapa kamu tegang begitu?" Tanya Zenira saat tiba di cafe tepat jam 8 pagi ini.


"Itu soal Kendrick, yang aku ceritakan kemarin. Dia berjanji akan datang." Ucap Rei sambil membereskan meja kerjanya.


"Jangan cemas, semua pasti akan beres seperti rencana kita!" Ujar Zenira memberi semangat kepada suaminya.


Mendengar perkataan istrinya itu, Rei menjadi sedikit lebih santai. Meski Kendrick investor besar tentu dia bukan orang besar pertama yang pernah dia temui walaupun hasil kerja samanya belum jelas paling tidak Rei sudah mempersiapkan semua kerjasamanya kali ini.


"Pak, ada tamu!" Ujar Cleo beberapa saat kemudian.


Rei mengangguk dan merapikan jas warna hitam yang di pakainya hari ini. Zenira membantu Rei memasangkan dasi yang sudah di siapkan Rei sebelumnya dan melemparkan senyum kepada Rei sebagai wujud dukungannya kepada suaminya ini.


"Doa kan aku!" Bisik Rei kemudian meninggalkan Zenira di kantornya sendiri.


Zenira melambaikan tangan dan tersenyum kepada Rei sampai akhirnya Rei menyalami Kendrick, investor yang siap menanamkan modal di cafenya.


"Hai, senang bertemu denganmu!" Ujar Rei bersalaman dengan pria paruh baya yang nampak begitu serius memperhatikan seisi cafe milik Rei ini.


"Waw, cafemu besar sekali. Kabarnya banyak kopi yang di ambil di cafe ini!" Puji Kendrick sambil menjatuhkan bokongnya duduk tepat di depan Rei.


"Aku harap kita bisa bekerjasama dengan baik!" Ujar Rei lagi.


Kendrick menceritakan rencana investasinya, dia ingin Rei meminjam uang kepadanya dan membagi hasil dari cafenya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kendrick ini, Rei nampak tak setuju. Bagaimana bisa seseorang datang menanamkan modal di tempatnya namun minta pembagian hasil yang dirasanya terlalu besar dan dapat membuatnya rugi besar.


Rei hanya mengangguk dan sesekali tersenyum bingung dengan semua perkataan dan persyaratan dari Kendrick ini. Setelah Kendrick selesai berbicara Rei berdiri dan meminta waktu kepada investor ini untuk memikirkan semua persyaratan yang diberikan.


Kendrick kemudian berpamitan kepada Rei dan berharap dapat bekerja sama dengan Rei seperti apa yang dia harapkan selama ini.

__ADS_1


"Pergi kamu!" Ujar Rei kesal kemudian kembali ke kantornya tempat Zenira menunggu.


"Kenapa kamu terlihat kesal?" Tanya Zenira seperti tau isi hati Rei.


"Aku rasa dia punya niat tak baik kepada kita!" Ujar Rei kemudian meminum segelas air di gelas besar yang sudah di siapkan Zenira sejak tadi.


"Apa maksudmu, dia mau membuatmu bangkrut!" Ujar Zenira seperti bisa membaca apa yang dipikirkan Rei.


"Benar sekali, dia ingin menang banyak!" Lanjut Rei sambil *******-***** kertas di tangannya.


Zenira terdiam, padahal Kendrick ini adalah teman baik Papinya dan bahkan Papinya sendirilah yang meminta Rei memikirkan masak-masak tentang kerjasama yang di tawarkan Kendrick.


"Masa dia minta investasi di sini kemudian minta bagian paling besar, kan bikin pusing. Mending aku pinjam uang di bank!" Tutur Rei menjelaskan alasan menolak Kendrick kepada Zenira.


"Ah, ada-ada saja!" Ujar Zenira sambil menggenggam tangan Rei kemudian mengecup bibir Rei yang sedang marah.


Mereka pun berpelukan beberapa lama dan amarah Rei pun mereda.


"Sekarang kamu benar-benar tau cara menurunkan amarahku!" Ujar Rei sambil melepaskan Zenira dari pelukannya.


"Ya sudah, ayo kita minum kopi saja, aku sudah penat memikirkan kerja sama yang ditawarkan Kendrick tadi!' Ujar Rei sambil menuangkan kopi pahit ke dalam gelas yang ada di depan Zenira.


Zenira menuangkan bubuk cream dan gula palem ke dalam gelas itu dan segera meminumnya.


"Hmmm, ternyata kopi campur gula palem seperti ini enak juga ya!" Ujar Zenira lalu menambahkan bubuk krim ke dalam kopi yang masih tersisa di gelasnya.


"Apa enak kopi pakai gula palm?" Tanya Rei menambahkan bubuk krim dan gula palm ke dalam gelas kopinya.


Rei langsung mengangkat alisnya yang tebal, Rei baru kali ini menikmati kopi nikmat dengan taburan gula palm yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Tiba-tiba Rei punya ide untuk menjual gula palm seperti apa yang sedang dia gunakan untuk para pembelinya.


Zenira yang mendengar ide Rei ini sangat mendukung sekali rencana suaminya ini.


"Jadi kamu ingin jual gula palm plus kopi, gitu?" Tanya Zenira mencoba menyakinkan apa yang baru saja dia dengar.

__ADS_1


"Iya, jadi seperti bonus dulu, nanti setelah mereka tau rasanya barulah kita menjual juga gula palm seperti kopi ini kepada mereka."


Zenira mengangguk, memang kebanyakan orang hanya tau kopi enaknya panas dan tanpa campuran tapi ketika mereka menciptakan resep baru ini pastinya mereka dapat dengan cepat masuk ke pangsa pasar anak muda yang tentunya lebih dinamis dan lebih suka hal baru seperti kopi di campur gula palm.


"Kapan kita memulai rencana ini?" Tanya Zenira lagi.


Rei mengusap-usap dagunya seperti mencari kapan waktu yang tepat untuknya tapi setelah berpikir cukup lama akhirnya dengan semangat Rei berkata.


"Hari ini!" Ujar Rei begitu yakin.


"Hihihihi!" Tawa Zenira begitu renyah dan membuat Rei ikut tertawa.


"Betulkan, kita butuh gerak cepat agar ide ini tak segera di lirik pesaing kita!" Ujar Rei membuat Zenira mengerti apa yang dimaksud suaminya itu.


Zenira mengangguk tanda setuju dan mulai menjalankan rencana suaminya.


Akhirnya Zenira dan Rei bergegas menuju suplier gula palm dan memilih mana yang paling cocok dengan rencana mereka kedepannya.


"Wah ini pasti ide bagus sekali, dan pasti sukses besar!" Ujar Rei dengan begitu yakin.


Hari ini juga Rei mulai membungkus bubuk gula palm yang dibelinya sebagai topping untuk minuman kopi dan mulai memberikannya kepada siapapun yang membeli kopi di cafenya.


Tentu tak akan langsung menghasilkan kata puas di hari itu juga, Rei harus menunggu beberapa hari untuk menemukan beberapa orang yang cocok dengan idenya ini.


Zenira dengan setia menemani Rei untuk mendapatkan jawaban yang baik untuk para pelanggannya, dan benar saja setelah menunggu setelah satu minggu satu persatu pelanggan Rei kembali ke cafenya dan memesan gula palm dalam jumlah yang cukup besar sebagai topping minuman yang akan mereka campurkan dengan kopi yang mereka beli.


Happy Reading 😘



TBC πŸ₯°



Don't forget for like, vote, comment and subscribe 🌟🌟 Thank You β€οΈπŸ–€

__ADS_1


__ADS_2