
"Jadi Mami datang buat makan pempek aja?" Tanya Rei sambil menggoda Maminya.
Adelia tertawa terbahak-bahak mendengar candaan Rei itu.
"Kamu tau saja!" Balas Adelia.
Tak lama kemudian Tora datang dan segera menyusul Adelia, setelah berpamitan Adelia langsung naik mobil yang di bawa Tora kemudian bergegas pulang.
Sedang Ramon tadi di tinggal Adelia di rumah sendirian karena tergesa dan ingin sekali mencicipi pempek yang di ceritakan oleh Zenira ini.
"Ok, pempek beres. Gimana kalau kita mencicipi pempek lain!" Ujar Rei sambil mengambil ponsel genggamannya.
"Kamu sudah pernah coba makan seblak?" Tanya Rei.
Zenira menggelengkan kepalanya dan Rei segera memesan menu itu untuk mereka berdua.
"Kita kan baru selesai makan, masa mau makan lagi?" Tanya Zenira tak percaya.
"Sudah jangan banyak komentar, kali aja ini enakkan bisa kita bawa lagi ke rumah Mami!" Ujar Rei.
Zenira tertawa lepas dia tak menyangka Rei jadi banyak makan beberapa waktu terakhir ini.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan Zenira segera mencicipinya.
"Wah ini juga enak!" Ujar Zenira saat pertama kali mencicipi makanan sederhana itu.
"Tuh kan apa aku bilang, aku belum pernah coba sih!" Ujar Rei sambil membuka bungkusan seblak jatahnya.
Zenira tersenyum senang dan melanjutkan makannya.
Jika pempek terbuat dari tepung sagu dan ikan maka seblak lebih mirip kerupuk yang di rebus di tambah beberapa campuran seperti bakso dan bumbu khusus.
Dalam seblak pesanan Zenira ini terdapat macaroni dan juga bakso goreng yang di potong kecil-kecil sehingga menyatu dengan kuah seblak yang pedas dan nikmat.
" Tuh kan, besok coba kamu cari makanan apa yang belum pernah kamu makan, terus pesan saja siapa tau kamu suka dan bisa jadi teman makan siang kita jika kita sedang di luar jam kerja!" Ujar Rei kemudian melanjutkan makannya.
Tak lama kemudian Zenira nampak kekeyangan, bagaimana tidak kekeyangan dia sudah makan seporsi pempek kini dia makan sepiring besar seblak tak mungkin dia sampai tak kenyang.
Karena kekeyangan Zenira hanya bisa duduk diam di kantor Rei sampai akhirnya suaminya itu mengajaknya pulang.
"Ya sudah ayo kita pulang!" Ujar Rei saat jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.
__ADS_1
Sebenarnya Rei masih berharap hari ini ada penjualan yang cukup besar tapi nampaknya dia harus puas dengan keadaan saat ini yang tak ada penjualan sama sekali.
"Sabar, aku juga bilang apa kadang cafe rame ya rame banget kita harus terima, tapi ya kalau lagi sepi ya sepi kita nggak boleh ngeluh!" Tutur Zenira yang membuat hati Rei kembali bahagia.
Rei sangat bahagia jika istrinya memberikannya nasehat yang membuatnya kembali bersemangat, tak ada lagi hal yang dia takuti ketika Zenira sedang berkata bijak seperti saat ini.
Rei kemudian berpamitan kepada semua karyawannya dan bergegas pulang sebelum malam.
Tiba di rumah Zenira langsung memasakkan makan malam untuk suaminya dan dia nampak tak sedikitpun kelelahan meski seharian bekerja bersama di cafe milik Rei.
Zenira memasakkan Rei capcay sayur yang terbilang mudah dan kebetulan semua bahan tersedia di kulkas, setelah memotong semua sayur dan bakso untuk pelengkap akhirnya Zenira mulai memasak dan tak lama menu sederhana ini siap mereka santap bersama.
"Kamu mau pakai nasi atau mie?" Tanya Zenira saat Rei baru saja duduk di kursinya.
"Pakai nasi, aku tadi siang aja belum makan nasi!" Ujar Rei yang nampak sudah sangat kelaparan.
Zenira dan Rei akhirnya memulai makan malam mereka yang sederhana namun nikmat itu.
Tak lupa Zenira menawarkan Rei untuk tambah karena hari ini dia memasak dengan porsi yang cukup banyak.
Namun karena Rei sudah kenyang akhirnya Zenira menawari makanan yang di masaknya itu kepada Sopiah yang belum makan sejak dia datang tadi.
"Iya, Nyonya!" Jawab Sopiah.
"Ayo makan, ini ada banyak makanan!" Ajak Zenira dengan semangat.
Tak lama Sopiah keluar dari kamarnya dan melangkah menuju meja makan untuk memenuhi tawaran dari Zenira.
Dia makan dengan lahap karena memang kebetulan capcay adalah makanan kesukaannya selama ini, melihat Sopiah makan dengan lahap Zenira menjadi senang dan tak lama kemudian menu makan malam yang dimasak Zenira pun ludes tak bersisa.
"Untung ada kamu, kalau tidak tentu sayang sekali makannya tidak termakan!" Ujar Zenira saat piring capcaynya mengkilap seperti baru.
Rei yang kekeyangan bangkit berdiri dari duduknya berjalan menuju kamar dan mereka tidur dengan perut kekeyangan.
\*\*\*\*\*
Keesokkan harinya.
__ADS_1
Hari ini hari minggu, Rei yang kelelahan setelah seminggu bekerja keras akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah seharian.
Tapi dia berencana untuk berkebun karena kebunnya sudah lama tak dia rawat sehingga nampak kotor dan tak rapi.
Zenira kemudian menemani Rei untuk membereskan taman belakang rumah mereka dan berencana menanam beberapa pot bunga agar taman bunga ini terlihat lebih indah dan asri.
Rei sangat senang saat melihat Zenira begitu mahir dengan semua alat menanam yang ada di hadapan mereka, tak lupa Zenira menambahkan beberapa jenis pupuk di dalam pot agar tanamannya bisa tumbuh subur dan berbunga dengan cantik.
"Kamu suka bunga apa?" Tanya Rei kepada Zenira.
"Mawar suka, anggrek juga suka!" Jawab Zenira.
"Bagaimana kalau kita berjalan-jalan ke pasar bunga untuk membeli beberapa pot bunga untuk menambah koleksi bunga kita di taman?" Ajak Rei yang segera di setujui oleh Zenira.
Mereka bergegas pergi menuju pasar bunga yang dikatakan Rei tadi dan membeli beberapa bunga yang cantik dan sangat cocok untuk taman bunga mereka.
"Ok sudah selesai belanja bunga dan potnya, sekarang waktunya kita berkebun!" Ujar Zenira dengan semangat.
Rei lalu memasukkan beberapa pot bunga dan tak ketinggalan tanaman bunganya untuk koleksi di kebun mereka yang sudah mereka beli ke dalam mobil dan tak lama kemudian Rei sudah sampai di rumahnya dan segera menata beberapa bunga di halaman belakang rumahnya.
"Wah, jadi cantik sekali!" Ujar Zenira sambil memandang ke sekeliling halaman.
Zenira yang senang melihat taman belakang rumahnya kini menjadi indah langsung terpaku, dia tak menyangka Rei tepat sekali memilih bunga-bunga ini sehingga indah di pandang.
"Sudah siang, ayo kita makan!" Ajak Rei bergegas melangkah menuju dapur.
Zenira menurut dan mengikuti langkah Rei dari belakang.
"Hari ini aku yang masak, ya? Kamu duduk saja di kursi makan!" Ujar Rei melangkah menuju kulkas dan mulai memilih apa saja yang akan dia gunakan untuk bahan masakannya hari ini.
Happy Reading π₯°
TBC ππ
Don't forget for like, vote, comment and subscribe ππ€ Thank You β€οΈπ€
__ADS_1