
Rei hanya terdiam saat melihat Zenira begitu lahap menyantap semua hidangan yang ada di depannya, tak terasa akhirnya piring Zenira sudah kosong lagi.
"Wah, makanmu banyak juga!" Bisik Rei saat Zenira sadar dia sedang memandangnya.
"Hehehe, tapi aku masih lapar. Aku masih boleh nambah kan!" Pinta Zenira dengan senyuman kuda.
Rei menggelengkan kepala, dia tak menyangka kalau ayam, usus dan babat yang di jual di warung makan ini sangat bisa membuat nafsu makan istrinya bertambah menjadi sangat sebanyak ini.
Rei mau tidak mau mengijinkan Zenira mengambil tambahan makanan yang dia inginkan sebab jika tidak bukan tak mungkin istrinya ini akan sangat marah kepadanya dan membuatnya tidur di luar kamar malam ini pikir, Rei.
Tak lama Zenira datang dengan sepiring nasi plus ayam goreng, usus dan babat dengan porsi yang hampir sama dengan pesanan pertamanya, Rei yang kaget melihat porsi makan istrinya tak berani berkomentar karena takut istrinya ini marah dengan reaksinya.
"Kamu makan saja, aku mau beli rokok sebentar! Tunggu aku sebentar ya!" Pamit Rei bergegas berdiri dari tempat duduknya.
Zenira tak melihat ke mana suaminya itu pergi yang dia tau ayam goreng di piringnya sangat enak dan tak bisa dia hindari. Namun lama kelamaan dia baru sadar jika Rei tak juga kembali.
Zenira nampak panik dan berusaha mencari Rei, suaminya. Dia berkali-kali menelepon ponsel Rei namun tak ada jawaban.
"Duh Rei, kamu kemana sih?" Bisik Zenira dengan sangat panik.
Karena kesal Zenira berdiri dari tempatnya duduk dan mulai mencari suaminya di beberapa warung tak jauh dari warung tempat makannya.
"Dor!" Teriak Rei mengagetkan Zenira.
"Kamu ini, aku pikir kamu kemana?" Rengek Zenira yang nampak sangat kaget.
"Habis kamu kalau makan sampai lupa sama suami!" Goda Rei sambil menggandeng tangan Zenira yang nampak sangat dingin.
Rei mengajak Zenira untuk jalan-jalan dulu sebelum pulang, kebetulan warung tempatnya makan sangat dekat dengan pusat perbelanjaan di Jakarta yang sangat ramai di malam hari.
Zenira akhirnya mengikuti langkah kaki Rei yang hari itu terasa sangat menyenangkan untuknya.
"Aku sangat senang bisa menghabiskan waktu di malam hari ini sambil makan malam dan berbelanja bersamamu, Rei." Ucap Zenira dengan senang.
Rei nampak kaget, Rei tak menyangka istrinya benar-benar orang yang kurang piknik.
"Ayo ikut denganku, biar kamu tau. Jadi jika besok kamu aku ijinkan kamu belajar menyetir kamu sudah tau kamu mau kemana!" Ujar Rei membuat Zenira semakin senang.
Zenira mengikuti langkah suaminya itu hingga ke suatu area yang sangat ramai dan penuh dengan orang yang lalu lalang.
Dulu saat Rei masih remaja, dia sering datang ke tempat ini untuk minum-minum dengan temannya. Banyak bar sudah sangat mengenal Rei karena dia sering datang ke sini.
__ADS_1
"Wah, tempat ini seperti menyuguhkan sisi lain dari kota Jakarta!" Bisik Zenira melangkahkan kakinya mengikuti langkah Rei menuju ke sebuah minimarket tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Kita beli air mineral saja," Ujar Rei sambil mengambil dua botol kecil air mineral dekat kasir.
Setelah membayar minuman itu, Rei mengajak Zenira ke suatu mall tepat di seberang mini market tempat mereka berdiri itu.
"Ini Plaza Indonesia, ayo kita masuk!" Ajak Rei sambil menggenggam tangan Zenira yang nampak tegang.
Tempat itu sangat besar dan benar-benar memukau matanya, dia menengok beberapa toko yang menjual baju dan aksesoris lain begitu lucu.
"Kamu mau!" Bisik Rei memilih baju dan mengambilkan sebuah baju dengan kerah V berwarna pink dan seukuran dengan tubuh Zenira yang mungil.
Zenira tersenyum, "boleh," tanya Zenira langsung mengambil baju itu dari tangan Rei.
Rei mengangguk dan bergegas ke kasir untuk membayar baju itu sebelum istrinya berubah pikiran.
Zenira meminta Rei berjalan lebih cepat menuju bioskop di mall itu.
"Ayo kita ke sana?" Ajak Zenira dengan mata berbinar-binar.
Rei tersenyum dan mengikuti apa yang di minta Zenira, mereka kemudian membeli tiket nonton untuk dua orang dan bergegas masuk karena film akan segera di mulai.
Zenira menyandarkan kepalanya di bahu Rei dan mulai larut dalam film yang sedang di putar, sesekali bibir Rei mengecup bibir Zenira karena terbawa alur dari film ini.
"Kenapa kamu tersenyum sendiri!" Bisik Rei.
"Terima kasih untuk hari ini!" Ucap Zenira kemudian memeluk lengan Rei dengan sangat lembut.
Rei mulai mengerti maksud Zenira ini, begitu film selesai diapun melangkah menuju tempat parkir dan berjalan pulang.
Setibanya di rumah Zenira bergegas mandi, memang hari ini sangat panas karena hujan belum juga turun dari langit Jakarta.
Selepas mandi Zenira menghampiri Rei dengan hanya membungkus tubuhnya dengan selembar handuk.
Rei yang tak mengerti meminta istrinya itu mengenakan bajunya.
Bukan mengenakan baju, Zenira justru membuka lilitan handuk itu tepat di depan Rei.
Rei tertawa nakal, dia kemudian menarik tubuh Zenira dan segera menindihnya dengan begitu senang.
"Rei!" Rintih Zenira yang mulai nyaman dengan gerakan-gerakan dari bagian bawah tubuh Rei ini.
__ADS_1
Rei yang sangat paham keinginan Zenira ini kemudian mempercepat gerakannya dan benar saja rintihan Zenira semakin kencang saja.
Tak mau berhenti di sini Rei menarik telapak kaki Zenira dan meletakkan di bahunya.
"MMMM!" rintih Zenira semakin keras saja, semakin dia merintih semakin Rei mempercepat gerakannya.
"Lagi!" Teriak Zenira sambil meremas bantal di kepalanya.
"Suka!" Bisik Rei lembut yang semakin menjadi, puncak kenikmatan semakin dekat dengan Zenira dan Rei dan mereka terus mempercepat laju masing-masing hingga kenikmatan keluar dari tubuh keduanya.
"Hari ini kamu luar biasa, Zenira!" Puji Rei yang masih terengah-engah.
Zenira yang melihat Rei begitu puas kemudian menutup tubuh polosnya dengan selimut di sampingnya.
\*\*\*\*\*
Keesokan harinya.
Zenira yang kelelahan meminta Rei untuk menyiapkan kebutuhan kerjanya sendiri, Rei yang masih enggan pergi kemudian memilih tidak datang ke cafe hari ini.
Pahanya masih gemetaran setelah beberapa kali sampai di puncak kenikmatan dan rasanya terlalu memaksakan untuk pergi bekerja bukan kebiasaannya.
Rei kembali menarik selimut dan memilih tidur sambil memeluk tubuh Zenira yang hangat.
Happy Reading📙📙
TBC😘🥰😘🥰
Jangan lupa Like, Vote Komen dan subscribenya😘❤️❤️
__ADS_1
Dukung dan support author kalian dengan pencet favorit/tanda bintang 🌟🌟