
Sebelum pulang, tentunya Rei harus mengantar Adelia terlebih dahulu baru dia menuju ke rumahnya.
Adelia nampak senang dan berharap kapan-kapan bisa pergi bersama Zenira lagi untuk sekedar jajan bersama.
"Hiburan murah meriahlah!" Ujar Adelia sambil melambaikan tangan ke arah Zenira dan Rei.
Setiba di rumahnya Rei bergegas mandi karena hari ini terasa sangat panas baginya.
Zenira berjalan menuju dapur dan mulai memasak makan malam untuk dia dan Rei.
Kebetulan di dalam kulkasnya ada beberapa potongan ayam yang ingin sekali dia masak menjadi ayam karage, makanan kesukaannya.
Zenira membuka catatan resepnya dan mulai memotong daging ayam yang memang sudah dia sediakan sebelumnya.
Setelah memotong dia mulai mempersiapkan bumbu dan mulai menggorengnya.
Aroma ayam ini sungguh sangat sedap dan membuatnya sangat lapar.
"Rei ayo kita makan!" Panggil Zenira karena suaminya itu tak segera turun.
Zenira bergegas berjalan menuju kamar karena dia ingin melihat apa yang sebenarnya yang di lakukan Rei sehingga begitu lama di kamar.
Betapa kagetnya Zenira saat tau suaminya sedang tidur di atas kasur dengan masih memakai kimono handuk.
"Ya ampun!" Ujar Zenira lalu menyelimuti Rei, sepertinya dia sangat kelelahan sehingga sampai tertidur saat masih memakai kimono handuk.
Karena tak mau mengganggu tidur suaminya Zenira membiarkan saja Rei tidur dan turun kembali ke dapur untuk makan malamnya.
Dia mulai makan dengan salad yang sudah dia buat tadi pagi lalu mulai makan dengan ayam karage yang di bikinnya tadi.
"Eh kok aku lupa ngajak Sopiah makan!" Ujar Zenira beranjak berjalan menuju kamar Sopiah untuk melihat kondisi asisten rumah tangganya itu.
"Sopiah!" Panggil Zenira.
"Iya, Nyonya!" Jawab Sopiah sambil keluar dari kamarnya.
"Kamu sudah makan?" Tanya Zenira dengan lirih.
"Sudah kok, Nyonya!" Jawab Sopiah lagi.
"Syukurlah, kalau kamu mau makanlah bersamaku. Kebetulan tadi aku memasak ayam karage yang enak!" Ajak Zenira.
__ADS_1
Sopiah menggeleng.
"Nggak apa-apa kok, Nyonya. Saya sudah makan!" Ujar Sopiah kemudian pamit tidur.
Melihat Sopiah tak mau di ajak makan malam, Zenira kembali ke meja makan dan melanjutkan makan malamnya hari ini.
Rasa ayam karage buatannya ini enak sekali, sama seperti yang pernah dia beli di rumah makan Jepang langganannya.
Saat melanjutkan makan malamnya tiba-tiba Rei bangun dari tidurnya dan menghampiri Zenira.
"Kamu makan sendirian!" Seru Rei yang tak di bangunkan saat ketiduran tadi.
"Aku lihat kamu sangat mengantuk, jadi aku makan sendiri!" Ujar Zenira membela diri, Rei kemudian mengambil piring dan mulai makan bersama Zenira, matanya masih nampak sangat mengantuk karena kelelahan di cafe.
Memang semenjak dia memutuskan untuk menyewa ruko milik Rama, dia harus bolak-balik dari cafe ke gudang untuk memastikan tempat itu siap untuk di gunakan.
Sayangnya untuk menyiapkan tempat penyimpanan butuh banyak persiapan, tentu Rei tak akan mau jika kopi yang di siapkannya akan rusak sebelum sampai ke tangan pembeli.
"Ya sudah, jika kamu lelah makanlah lebih banyak. Aku sudah memasak sangat banyak hari ini!" Ujar Zenira sambil menunjukkan potongan ayam karage buatannya.
Rei tersenyum dia memang butuh sangat banyak makan belakangan ini, selain agar dia tidak sakit dia memang sedang senang dengan masakan buatan Zenira.
"Kapan-kapan buatkan aku siomay ayam seperti kemarin ya!" Pinta Rei mengingat masakan Zenira kemarin.
Malam semakin larut dan Zenira ingin bergegas tidur, lama-lama kakinya pegal juga. Mungkin ini efek dari jalan-jalan serunya tadi siang bersama mertuanya.
Rei yang tau kaki Zenira sangat pegal menawarkan istrinya ini untuk memijat kakinya.
Zenira menerima tawaran ini dan mulai nyaman dengan pijatan Rei dari punggung hingga telapak kakinya.
"Enak sekali pijatanmu!" Ujar Zenira dan mulai terlelap.
Rei yang melihat Zenira terlelap kemudian mulai memeluk dan Zenira tidur dengan pulas.
Keesokan harinya Rei bangun dengan tubuh yang sangat segar, dia kembali bersemangat bekerja setelah tidurnya yang pulas karena memeluk istrinya.
\*\*\*\*\*
Keesokan harinya.
__ADS_1
Zenira nampak masih mandi saat Rei terbangun dari tidurnya. Dia turun dari tempat tidur dan membuka jendela kamarnya.
"Zenira hari ini sangat cerah, maukah kamu menemaniku ke cafe?" Ajak Rei yang segera di jawab Zenira dengan senyuman khasnya.
Rei semakin bersemangat saja, dia bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat menuju cafe bersama istrinya.
Sesampai di cafe, Zenira nampak setia menemani Rei mengetes kualitas dari kopi yang baru saja datang, dia sangat senang karena kehadirannya membuat Rei menjadi lebih semangat.
"Kamu nampak bersemangat jika aku di cafe!" Ujar Zenira sambil menyajikan secangkir teh untuk suaminya.
Rei tersenyum, memang benar kata orang kehadiran orang tercinta dapat membuat kita lebih bersemangat dan lebih bergairah seperti apa yang di rasakan Rei hari ini.
Zenira menjatuhkan bokongnya duduk di samping Rei dan mulai menikmati secangkir teh buatannya tadi.
Setelah lelah bekerja akhirnya, Rei mengajak Zenira jalan-jalan keliling kota Jakarta lagi, ternyata selain jalan yang penuh restoran dan coffee shop, dijalan-jalan juga banyak jajanan murah meriah dan banyak di cari orang.
Mendengar apa yang di ceritakan oleh Rei, Zenira jadi ingin melihat tempat itu. Rei tidak lupa berpamitan kepada seluruh karyawannya dan mulai berjalan bersama istrinya menuju tempat yang di ceritakannya itu.
Benar saja, tak jauh dari jalan yang di maksud Rei di penuh dengan cafe, sisi jalan itu banyak restoran dan cafe yang menjual aneka makanan dan minuman yang enak.
Mata Zenira langsung tergoda dengan barisan minuman ringan yang sangat segar jika di minum di saat sore.
Seperti saat mereka datang, Rei memesan minuman rasa plum kesukaannya sedang Zenira lebih suka minuman rasa coklat yang manis dan lezat.
Setelah memesan mereka menunggu beberapa saat sampai minuman itu siap untuk di sajikan.
Rei merasa senang Zenira mau nongkrong di tempat sederhana seperti ini, berbeda dengan mantan kekasihnya dulu.
"Kamu suka?" Tanya Rei kepada Zenira.
"Kapan-kapan kita main ke sini lagi ya!" Ujar Zenira menjawab pertanyaan Rei tadi.
"Kita jalan ke tempat lain lagi saja, banyak tempat makan enak di Jakarta yang kamu pasti belum tau!" Ujar Rei sambil menunjukkan map di ponsel genggamannya yang berisi tempat-tempat kuliner di Jakarta.
Happy Reading🥰
TBC 😘
__ADS_1
DON'T FORGET FOR LIKE, VOTE AND SUBSCRIBE 🌟 THANK YOU ❤️🖤