TAKDIR CINTA SANG PEWARIS

TAKDIR CINTA SANG PEWARIS
BAB 34 - Penguntit


__ADS_3

"Kita kemana lagi nih?" Tanya Adelia selesai menyantap makan siangnya hari itu.


Rei tidak menjawab pertanyaan Maminya, dia masih saja sibuk berbincang dengan Tora tentang dugaannya di kuntit oleh Tatang.


"Papi mau ke toilet dulu ya!" Ucap Papi kedua tangannya menggerakkan kursi rodanya menjauh pergi.


Tora yang melihat Ramon berjalan sendiri mengikuti membantu Ramon mendorong kursi roda itu hingga sampai di toilet.


Saat sampai di toilet tiba-tiba Tora melihat seorang pria mendekati mereka. Pria itu bertubuh tinggi besar dan wajahnya tak asing bagi Tora.


"Hei, kamu!" Teriak Tora saat pria itu mendekati mereka.


Tora sangat yakin itu Tatang yang ingin mencelakai mereka, tapi untungnya di toilet ada beberapa penjaga yang menunggu di sana sehingga Tatang berbalik arah menjauh dari Tora dan Ramon.


"Kamu kenal orang itu?" Tanya Ramon memandang pada Tora yang ketakutan.


"Kenal, Tuan. Dia orang suruhan, Albert." Ucap Tora pada Ramon.


"Hah, orangnya Albert. Ngapain, ke sini?" Tanya Ramon khawatir.


Tora yang baru sadar dia salah bicara mengalihkan pembicaraan Ramon agar pria paruh baya itu tidak semakin khawatir karena tahu mereka sedang di kuntit.


"Bukan, Tuan. Bukan Albert yang itu. Tapi Albert yang lain!"


Ramon yang tak mengerti hanya menggelengkan kepala bergegas masuk ke toilet.


Setelah selesai dengan urusan toiletnya Tora mengajak Ramon kembali ke meja tempat Ramon dan yang lain menunggu.


Sesampai di sana Tora segera menarik tangan Rei dan menceritakan kepada majikan mudanya itu jika Tatang benar-benar ada di dalam tempat wisata itu.


"Kamu yakin?" Tanya Rei setengah khawatir.


"Yakin, mas Rei. dia dekat sekali denganku. Aku yakin itu dia!" Bisik Tora.


Rei yang merasa sudah tak tenang mengajak Papi, Mami dan istrinya itu untuk bergegas pulang. Rei khawatir Tatang memiliki niat jahat kepada mereka semua.


Sesampai di tempat parkir benar saja, Tatang sudah menunggu di atas motor lengkap dengan helm dan jaketnya.

__ADS_1


"Duh apa sih maunya orang-orang ini!" Gumam Rei sambil menyalakan mesin mobil dan bergegas melajukan mobilnya.


Selama perjalanan pulang menuju hotel motor yang di tumpangi Tatang terus menguntit mobil Rei dari dekat, Rei terus saja berbincang dengan Papi dan Mami agar mereka tahu jika mobil yang di kendarainya sedang diikuti oleh Tatang


"Hati-hati, Rei!" Ucap Zenira yang tahu suaminya itu sedang mencari jalan pintas menghindari motor Tatang.


Rei hanya tersenyum dan berharap motor itu memperlambat lajunya atau berbelok dari jalannya agar dia tak sampai mengalami kecelakaan.


Akhirnya mobil yang dikendarai Rei tiba juga di halaman hotel dengan selamat, Rei meminta Papi dan Maminya naik ke kamar lebih dahulu sementara Rei meminta Tora tetap di tempat parkir untuk menghadang Tatang.


Setelah menunggu Tatang hingga satu jam, ternyata orang suruhan Albert itu tak juga menunjukkan batang hidungnya, Rei mulai kesal dan akhirnya memilih untuk kembali ke kamarnya saja.


"Sudahlah, mungkin dia kabur. Ayo kita kembali ke kamar saja." Ajak Rei kepada Tora yang dengan setia menemaninya.


"Baik, mas Rei! Aku itu ikut apa kata mas Rei saja!" Jawab Tora tak melawan perintah Rei.


Mereka akhirnya kembali ke kamar dan mengatakan kepada Ramon jika orang yang membuntuti kita itu ternyata tak menampakkan diri.


"Ya sudah, berarti dia tak mengikuti lagi!" Harap Ramon yang masih memandangi halaman parkir hotel dari jendela kamarnya.


"Masa, iya dia masih ngikuti kita, apa sih maunya?" Ujar Adelia dengan sangat cemas.


Saat mereka sedang berbincang di kamar tiba-tiba seseorang menghubungi lagi Tora via ponselnya.



Kriing..



Tora bergegas menjawab panggilan telepon itu dan ternyata yang menghubunginya adalah Tatang, awalnya Tora terlihat kesal sampai akhirnya dia mengangguk.


"Mas Rei, ayo kita turun sebentar." Ajak Tora sambil menepuk bahu Rei yang kokoh.


"Ada apa?" Tanya Rei bingung.


"Nanti aku ceritakan di bawah!" Bisik Tora dengan pandangan penuh arti.

__ADS_1


Rei tak bertanya lagi dia berjalan mengikuti Tora yang terlihat bergegas menemui seseorang.


"Kita mau bertemu siapa?" Tanya Rei penasaran.


Tora yang awalnya tak memberikan petunjuk akhirnya mengatakan jika Tatang ingin bercerita kepadanya tentang alasan dia membuntuti keluarga Rei.


Mendengar perkataan Tora itu Rei terperanjak dan makin penasaran cerita apa yang ingin di katakan Tatang kepada mereka.


Sesampainya di area parkir hotel Tatang terlihat sudah menunggu di sebuah kursi taman yang menghadap ke sebuah kolam ikan yang sangat indah dengan air mancur di tengahnya.


Rei dan Tora mempercepat langkahnya menghampiri Tatang dengan harapan mereka segera tahu kenapa mereka selalu di buntuti.


"Mas Rei, jangan marah dulu ya! Kita dengarkan dulu cerita dia." Ucap Tora meminta Rei agar tidak marah sebelum mereka tahu cerita Tatang.


"Hai, bagaimana kabarmu?" Sapa Tatang mempersilahkan Rei dan Tora duduk.


"Baik, kamu sendiri bagaimana?" Tanya Tora yang memang berteman baik dengan Tatang.


Tatang memulai pembicaraan mereka sore itu dengan ucapan maaf yang sebesar-besarnya kepada Rei dan Tora karena telah membuat mereka sangat ketakutan, tapi dia sungguh melakukan itu semua atas perintah.


Albert yang masih dendam dengan Rei.


"Kenapa lagi dia dendam denganku?" Tanya Rei yang masih saja penasaran.


"Gini, Bang! Albert, pingin keluarga Ramon hancur lebur. Dia nggak suka dengan keluarga Ramon. Intinya itu!"


"Iya tapi kenapa?" Tanya Rei makin kesal.


Tatang menceritakan sejak jaman dahulu kala keluarga Ramon selalu menjadi keluarga yang beruntung dan sukses dalam menjalankan bisnis apapun, toko kopi Rei yang baru saja di buka beberapa bulan lalu saja sekarang sudah bisa menguasai setengah pasar kopi di Jakarta, tentu ini hal yang sangat luar biasa.


Rei mengangguk, berarti urusan dia dengan Albert bukan karena hutang piutang semata seperti yang dia bayangkan selama ini tapi lebih karena dia iri dengan keluarganya.


Tora yang mulai mengerti jalur cerita dendam Albert itu mengangguk dan bertanya pada Tatang alasan dia mencuri uang di celengan yang dia simpan di kamarnya.


To be continue...๐Ÿ“’


__ADS_1


Don't forget like, comment and vote. Thank you...๐ŸŒฟ


__ADS_2