TAKDIR CINTA SANG PEWARIS

TAKDIR CINTA SANG PEWARIS
BAB 59 - Terima Kasih


__ADS_3

"Cukup ya, aku sudah lelah!" Ujar Zenira saat tangan Rei melilit tubuhnya.


"Hmmm!" Jawab Rei kemudian kembali tertidur.


Zenira terbangun di siang hari kepalanya sangat berat, dia segera mandi dan menghapus kenangan terindahnya malam tadi.


Dia sangat berharap kapan Rei mau menyajikan kenikmatan lagi di tubuhnya dan bagus lagi hingga mereka memiliki anak dari malam-malam indah itu.


Zenira turun setelah menggunakan pakaian dan berjalan menuju dapur.


"Iya, aku masih bekerja di sini," bisik Sopiah entah kepada siapa.


Zenira yang baru saja tiba di dapur melihat asistennya itu sedang asik berbincang dengan seseorang via sambungan telepon genggamnya itu tak ingin mengusiknya.


Zenira yang tak mau mengganggu masuk menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Rei.


Sepotong roti panggang di olesi dengan pasta cokelat crunch dan taburan keju parut kesukaan Rei dan segelas susu dituangkan di gelas besar siap untuk di hidangkan segera dia menyusunnya di atas nampan sebagai sarapan pagi untuk suaminya.


Zenira kembali menuju kamarnya dengan nampan yang berisi sarapan itu.


Rei begitu senang melihat Zenira begitu mengerti apa yang sedang dia butuhkan saat ini, dia sangat lemas setelah malam luar biasa yang mereka lalui bersama.


"Sarapan siap," ujar Zenira sambil meletakkan nampan berisi makanan yang diletakkannya di atas tempat tidur.


"Hmm, enak sekali aroma roti panggang ini!" Ujar Rei segera menyantap sepotong roti panggang buatan Zenira.


Zenira tersenyum, dia mengelus lembut rambut suaminya yang nampak masih mengingat-ingat semua kejadian semalam.


"Lain kali kita begitu di hotel, kalau bisa di hotel paling tinggi jadi kita bisa menuju puncak di balkon!"


Ide Rei ini membuat Zenira tertawa, entah bagaimana jadinya jika mereka sampai melakukan itu semua di balkon dan di lihat orang lewat, tapi Rei mengatakan banyak sekali pasangan yang melakukan itu demi sensasi yang tak akan di lupakan oleh keduanya.


"Udah ah, nanti lagi. Sekarang kita sarapan dulu!" Ujar Zenira sambil mengunyah roti panggang isi pasta cokelat crunch keju yang di buatnya.


"Tapi benaran sayang, sajianmu tadi malam enak banget!" Bisik Rei membuat Zenira tersipu malu.


Ting tong



Pintu rumah Rei terdengar sangat nyaring.


Sopiah bergegas membukakan pintu dan ternyata tamu yang datang pagi ini adalah Bram yang kini nampak sangat berbeda.


"Pak Rei ada?" Tanya Bram sambil melangkahkan kakinya masuk.


"Ada tunggu sebentar!" Ujar Sopiah bergegas melangkah menuju kamar Rei.

__ADS_1



Tok tok tok



"Ada apa?" Tanya Zenira sambil membuka pintu.


"Ada tamu, Nyonya!" Jawab Sopiah.


Zenira mengangguk dan meminta Sopiah menyajikan teh untuk tamu Rei itu, Rei bergegas mandi dan berpakaian. Setelah cukup rapi, Rei melangkah turun dan menemui Bram.


"Wah juragan!" Sambut Rei dengan canda.


Bram bangkit berdiri memeluk Rei dengan erat dan menceritakan semua kejadian hidupnya.


"Aku ingin berterima kasih kepadamu dan anggota keluargamu semua karena sudah menolongku selama ini.


"Sekarang aku sudah pulang dan bahagia bersama anak-anakku!" Ujar Bram sambil menahan rasa sedihnya.


"Jangan menangis. Aku bahagia kamu sekarang sudah bersama anak-anakmu lagi!" Tutur Rei sambil menyalakan rokok.


"Semua sudahku anggap beres, semua sudah mau bertanggungjawab atas masalah mereka sendiri-sendiri. Aku kembali bangga kepada mereka semua!" Ucap Bram yang terisak dan mulai menghapus air mata di pipinya.


Memang selama ini anak-anaknya nampak serakah dan mencoba menguasai harta masing-masing, namun setelah satu persatu anak Bram mendapatkan karma perlahan mereka mulai mengakui kesalahan masing-masing dan meminta Bram kembali ke keluarganya meskipun kini Bram telah bercerai dengan istrinya.


"Ini apa?" Tanya Rei yang tak mengerti.


"Ini kunci mobil, aku tau ini tak seberapa tapi terimalah.


"Aku mohon jangan kau tolak!" Bisik Bram menunjukkan dua buah mobil yang sudah terparkir cantik di halaman rumah Rei.


"Kamu pasti bercanda!" Seru Rei kaget.


"Ini untuk kamu dan Evan, jika besok ada rezeki aku akan belikan lagi!"


Rei langsung terkaget dan meminta Evan segera menuju rumahnya untuk menerima hadiah pemberian Bram ini.


Tak lama Evan tiba di rumah Rei dan menerima hadiah dari Bram ini.


"Terima kasih, aku harap bantuanku yang tak seberapa kemarin bisa membantumu!" Ujar Evan sambil menerima hadiah yang di berikan Bram kepadanya.


"Selain itu aku harap kalian mau terus berkirim kabar denganku agar kita bisa terus menjalin persahabatan ini!" Ujar Bram dengan hati senang.


Setelah memberikan hadiah ini kepada Rei dan Evan, Bram pun pamit pulang, dia harus segera menemui mantan istrinya untuk membicarakan banyak hal tentang pisah harta setelah mereka bercerai.


Evan kembali mengingat Bram jika kapan-kapan temannya ini membutuhkan bantuan dia selalu siap membantunya.

__ADS_1


Tawaran Evan ini tentu sangat membuat Bram senang karena dia tau sangat mahal jika harus membayar pengacara sekelas Evan untuk mengurusi semua pembagian hartanya dengan mantan istri dan anak-anaknya.


"Aku akan menghubungimu jika aku membutuhkan!" Ujar Bram sebelum akhirnya meninggalkan rumah Rei yang mewah itu.


Rei sempat mengajak makan siang bersama dulu tapi sayang Evan menolak karena dia sudah ada janji dengan adiknya.


"Baiklah kalau begitu, semoga lain kali kita bisa berbincang lagi lebih lama," pamit Evan kepada Rei dan melangkah pergi.


Rei bergegas masuk dan berjalan melangkah menuju dapur, di sana dia sedang melihat Zenira sibuk memasak untuk makan siang mereka berdua.


"Kamu masak apa?" Tanya Rei sambil menghampiri Zenira yang masih saja asik memasak.


"Masak pakai cinta pokoknya!" Bisik Zenira menggoda Rei.


"Ah, kamu ini. mancing terus!" Ujar Rei sambil memeluk Zenira dari belakang.


Mereka nampak begitu mesra dan membuat Sopiah yang melihat malu karenanya.


Sopiah berjalan melangkah masuk ke kamarnya karena tak mau melihat kemesraan Zenira dan Rei.


Setelah selesai masak Zenira mengambil piring dan mempersilahkan Rei untuk memulai makan siangnya, dia memang sedang senang memasak di rumah terlebih lagi sikap Rei belakangan ini sangat menyenangkan hatinya.


"Kamu suka!" Tanya Zenira saat wajah Rei tak terlalu senang dengan masakannya hari ini.


"Enakan yang tadi malam!" Ujar Rei menggoda Zenira.


Zenira tertawa terpingkal karena apa yang dikatakan suaminya, kini dia tau apa yang paling disukai Rei selain jalan-jalan di malam hari.


"Nyonya!" Teriak Sopiah dari kamarnya.


Zenira yang kaget bergegas menuju kamar asistennya itu untuk tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Ada apa?" Tanya Zenira.


"Tora kecelakaan!" Ujar Sopiah sambil menunjukkan pesan singkat yang diterimanya dari ponsel genggamnya itu.


"Dimana dia sekarang?" Tanya Rei.


"Rumah sakit Healthy life Medika, Tuan!"


Sontak Rei kaget segera menuju rumah sakit tempat Tora berada di sana.


Happy Reading 🥰



TBC 😘

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote, Subscribe and Comment ya guys ❤️


__ADS_2