TAKDIR CINTA SANG PEWARIS

TAKDIR CINTA SANG PEWARIS
BAB 38 - Obat Spesial


__ADS_3

"Sudah, nanti juga kalau Rei sudah tak kuat merahasiakan masalahnya dia akan bercerita kepadamu!" Ucap Adelia sambil menyuap sesendok cake ke mulutnya.


"Iya, Mami. Tapi kenapa dia seperti tak percaya kepadaku. Dia selalu saja seperti ini!" Ucap Zenira dengan kesal.


"Tak apa, kalian kan baru menikah. Kadang pasanganmu hanya terlalu khawatir saja sehingga tak berani bercerita semuanya secara blak-blakan. Bukan karena tak percaya!" Saran Adelia ini terdengar masuk akal di telinga Zenira.


Zenira membuang napas panjangnya dan menerima cake yang di tawarkan mertuanya itu dan mulai menikmatinya sambil melanjutkan perbincangan mereka.


"Zenira!" Teriak Rei dari kamarnya.


Rei terdengar kesakitan dalam teriakannya itu, karena khawatir Zenira tergesa meninggalkan potongan cake tadi dan bergegas menuju kamar Rei.


"Iya, sebentar. Aku datang!" Teriak Zenira sambil berjalan menuju kamar.


Zenira membuka pintu kamar dan menghampiri suaminya.


"Ada apa?" Tanya Zenira mengusap dahi Rei yang berkeringat.


"Aku haus, ambilkan aku minum!" Pinta Rei yang terus berkeringat dingin.


Zenira bergegas menuju dispenser yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Ini!" Ucap Zenira sambil memberikan segelas air putih hangat untuk suaminya.


Rei tersenyum dan meminum air putih hangat itu dengan perlahan hingga tandas.


"Kamu ini, jangan bikin aku cemas terus!" Rengek Zenira mengambil gelas kosong yang diberikan Rei kepadanya.


"Iya, ini kan karena aku kemarin sering begadang saja. Kamu kan tau!" Ucap Rei kembali berbaring di kasurnya.


"Kamu sedang mikirin apa sih, Cerita donk kalau ada masalah!" Pinta Zenira.


Rei menggelengkan kepalanya pelan memastikan dia sedang tidak memikirkan apa-apa, dia hanya sibuk di outlet kopinya saja.


"Iya, kalau begitu kita bagi tugas, jangan semua kamu yang pegang sendiri. Kalau kamu sakit kan aku juga yang cemas!" Bisik Zenira yang membuat suaminya itu tertawa geli.


"Kok masih sempat ketawa, aku ini lagi serius." Ucap Zenira mencubit tangan Rei dengan gemas.


Rei tertawa terbahak membuat Zenira jadi kesal karenanya.


"Ah sudahlah, aku mau tidur lagi. Sepertinya obatnya bikin aku mengantuk saja." Ucap Rei meminta Zenira meninggalkannya di kamar sendirian.

__ADS_1


Melihat Rei kembali tidur, Zenira kembali pergi menuju dapur melanjutkan makan cakenya yang tadi di sajikan mertuanya.


"Bagaimana kabar, Rei?" Tanya Adelia saat melihat Zenira kembali ke dapur.


"Dia memanggil hanya karena haus, Mami. Tak perlu khawatir." Jawab Zenira menjatuhkan bokongnya duduk kembali ke tempatnya tadi.


"Begitulah Rei dia selalu belaga seperti pria dewasa. Tapi sebenarnya kalau lagi sakit sikapnya tak lebih seperti bayi besar yang manja." Canda Adelia meminta Zenira lebih mengenal suaminya itu.


Zenira tertawa dia memang merasa hal yang sama dengan yang di rasakan oleh ibu mertuanya itu, saat sedang marah Rei seperti pria galak dan tak ada lawan tapi kalau lagi sakit dia sering sekali merengek minta perhatian lebih dari semua orang.


"Tapi baiknya kamu mengawasi, Rei. Dia sering teledor jika sudah berurusan dengan jam makan apalagi saat dia sedang sibuk!" Pesan Adelia kepada Zenira.


Rei memang sangat teledor untuk urusan makan apalagi sedang sibuk. Zenira tau betul itu. Tapi apa mungkin Zenira harus terus mengawasi suaminya yang galak itu.


"Iya, Mami. Aku akan mengawasinya 24 jam, jangan khawatir!" Seru Zenira yang kesal dengan sikap Rei.


Adelia tertawa dan membereskan piring cakenya, dia memilih menuju ruang tamu karena dia sudah janji dengan temannya untuk arisan di rumahnya sore ini.


Tora dengan setia membantu Adelia membereskan ruang tamu dan menyajikan beberapa cemilan untuk memeriahkan arisan kali ini.


"Sudah lama sekali rasanya aku tidak kumpul dengan teman-temanku, mereka pasti sangat suka berjumpa denganku lagi." Ucap Adelia dan mulai sibuk mengirim pesan kepada teman-temannya untuk memberitahu mereka jika dia sudah siap.


Tak butuh waktu lama satu persatu teman Adelia datang dan memulai saling mengobrol untuk melepas rindu.


"Kenapa kamu masuk?" Keluh Rei saat melihat istrinya masuk ke kamar.


"Mamimu ada arisan di bawah. Aku tak enak jika harus duduk di dapur sendirian." Ucap Zenira menjatuhkan bokongnya duduk di sofa kamar yang menghadap ke taman belakang rumah.


Rei tak peduli dan melanjutkan tidurnya kembali.


Zenira yang bosan dengan penantiannya yang entah sampai kapan memilih ke kamar mandi dan menyalakan kran air di dalam bathtub, rasanya sudah lama sekali dia tak menikmati mandi air hangat di sekujur tubuhnya.


Zenira langsung menenggelamkan tubuhnya di air hangat dan mulai merasa tenang.


"Zenira!" Panggil Rei saat Zenira baru saja merasakan efek dari mandi air hangatnya.


Zenira bergegas menggunakan kimono handuk yang tergantung di balik pintu kamar mandi dan menghampiri Rei.


"Kamu lagi mandi?" Tanya Rei yang melihat istrinya itu menghampirinya.


"Iya, kenapa?" Tanya Zenira balik dengan wajah tanpa senyum.

__ADS_1


"Kamu cantik juga dengan baju kimono itu!" Puji Rei dengan senyuman penuh arti.


Zenira tak paham akan senyuman Rei itu, dia hanya terdiam saat Rei menarik tangannya menuju tempat tidur dan bulan madu kedua merekapun terjadi siang itu.



Ilustrasi gambar. Zenira yang cantik dan Rei yang berparas tampan sangat serasi pasutri yang bahagia 🤩


\*\*\*\*\*



Zenira terbangun di siang hari dengan Rei yang masih terlelap di sampingnya, dia tak menyangka suaminya bisa memberinya hari yang indah padahal perut Rei masih terlihat belum benar-benar sembuh.


"Aku mandi duluan, ya. Aku harus masak untuk makan malam." Bisik Zenira tidak mau mengganggu tidur suaminya.


Rei hanya menjawab dengan senyum dan seakan tak mau buru-buru bangun dari tidurnya sedang Zenira bergegas mandi dan turun ke dapur.


Saat Zenira turun sudah tak terlihat ibu-ibu arisan di ruang tamu utama, sepertinya mereka sudah pulang semua, Adelia yang melihat Zenira turun segera mengajak menantunya itu untuk memasak.


"Syukurlah, kamu masih menginap di rumah Mami. Mami pasti repot kalau harus menyiapkan semuanya sendirian." Ucap Adelia mulai memasak makan malam mereka.


Adelia terlihat menyiapkan satu panci besar sop ayam lengkap dengan potongan kentang dan wortel. Zenira terlihat membantu memotong sayuran yang sudah dikupas Tora dan meletakkannya tak jauh dari Adelia berdiri.


"Coba kamu cicipi, Zenira!" Ucap Adelia sambil menyodorkan sendok makan berisi kuah sop yang sudah di bumbui.


"Hemm...ini enak!" Puji Zenira saat mencicipi kuah sop itu.


"Baiklah kalau sudah enak, aku bawakan ini ke Rei ya. Dia pasti sudah sangat kelaparan!" Pinta Zenira sambil meletakkan semangkok sop di atas nampan yang segera di bawa ke kamar untuk suaminya.


Rei, makan dulu!" Sapa Zenira saat memasuki kamar Rei yang masih gelap.


Zenira berjalan ke sisi dinding menyalakan tombol lampu kamarnya dan segera membangunkan Rei.


"Mmm... istriku yang cantik sudah datang. Aku sudah lapar!" Ucap Rei sambil membuka mulutnya dengan sangat lebar.


Zenira dengan sabar menyuapi Rei dengan perlahan, dia tak mau kena marah karena terlalu terburu-buru.


Setelah semangkok sop habis oleh Rei, Zenira memberikan obat untuk suaminya.


__ADS_1


~To be continue..


Terima kasih untuk semua para pembaca😘😘😘 Terima kasih juga untuk semua dukungannya 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2