Takdir Yang Belum Berakhir

Takdir Yang Belum Berakhir
BAB 1 Mimpi


__ADS_3

Lin Zi diserang oleh assasin ditengah perjalanannya menuju Istana. Hari ini harusnya ia menikah dengan Putra Mahkota. Namun tentu saja tidak akan mudah. Tentu saja, banyak yang menginginkan posisi itu jadi semakin tinggi kedudukan maka akan semakin bahaya perjalanan yang harus ditempuh. Banyak mayat yang telah bergelempangan. Beberapa pelayan yang mendampinginya telah dibunuh. hanya tersisa beberapa pengawal yang masih bertarung. Lin Zi berlari hingga mencapai ujung tebing.


"Jika kalian mendekat lagi... aku akan melompat ke bawah" ancam seorang wanita yang memakai hanfu pernikahan berwarna merah dari ujung tebing yang tinggi.


"Nona tolong jangan nekad. Kami hanya ingin membawa nona kepada tuan kami. Kami diperintahkan untuk membawa nona tanpa luka sedikitpun jadi kami tidak akan melukai nona" ucap salah seorang assasin berbaju dan bercadar hitam.


Nafasnya terengah-engah. Ia melihat kebawah tebing, sangat tinggi. Ia tentu tidak akan selamat jika melompat. Meskipun dibawah adalah danau besar tapi ia akan tetap mati tenggelam. Sementara beberapa pengawal yang tersisa pun telah dihabisi. Lin Zi tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti assasin itu.


Kreeekkk kreeeekk


Ujung tebing yang diinjak Lin Zi retak dan tidak mampu menahan berat Lin Zi. Matanya terbelalak lebar dan tubuhnya mulai terjatuh. Apakah aku akan mati? Hanya pertanyaan itu yang terpikir di benak Lin Zi sebelum ia menutup matanya.


Sinar matahari pagi menembus sebuah jendela kamar yang tebuka. Seorang gadis berambut panjang telah duduk diranjang tempat tidurnya dengan mata terbelalak lebar dan nafas yang terengah engah. Benar, ia adalah Xiu Lin Zi.


"Mimpi..... lagi...." gumam Lin Zi dengan nafas yang masih terengah dan berkeringat dingin.

__ADS_1


Ia pun melihat jam dan tersadar bahwa ia akan telat ke sekolah jika tidak segera bergegas. Tak lama kemudian ia telah siap dengan seragamnya dengan atasan berwarna putih. Blus berwarna biru donker, dasi kupu kupu berwarna merah padam dan rok berwarna cream. Rambut panjangnya dibiarkan terurai. Ia bergegas menaiki sepedanya sambil menggigit roti tawar untuk sarapan


Karena ia seorang yatim piatu maka hidupnya selalu sederhana dan simpel. Kedua orang tuanya telah meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan. Setelah itu ia dirawat oleh pamannya. Namun bibinya sangat keras dan seringkali bersikap kasar pada Lin Zi. Meski begitu Lin Zi selalu sabar. Pulang sekolah Lin Zi sering mendatangi tempat kerja pamannya. Pamannya adalah seorang guru taekwondo jadi Lin Zi juga ikut belajar. Jadi tidak heran jika dia pandai berkelahi. Namun pamannya selalu berpesan jika kemampuan ini hanya untuk bela diri saja, tidak boleh untuk menindas yang lemah. Karena itu ia sering menggunakan kemampuannya untuk membantu temannya yang sering di bully di sekolah. Salah satunya adalah Ming Yue yang kemudian menjadi sahabat Lin Zi. Tapi karena itu juga bibinya sering mendapat telpon dari sekolah karena tingkah laku Lin Zi dan itu membuat bibinya semakin membencinya. 4 tahun kemudian pamannya meninggal karena menolong seseorang yang sedang dikeroyok oleh preman jalanan. Bibinya pun menyalahkan Lin Zi dan mengatakan bahwa Lin Zi seorang pembawa sial, lalu mengusir Lin Zi dari rumah. Sejak saat itu Lin Zi bekerja paruh waktu sampai malam hari untuk memenuhi kebutuhannya.


Setelah sampai disekolah ia memarkir sepedanya dan segera menghampiri temannya yang telah menunggunya.Mereka berdua pun berjalan memasuki halaman sekolah .


"Lin Zi ada apa dengan matamu? apakah tidurmu tidak nyenyak semalam?" tanya seorang gadis berambut pendek seleher yang melihat wajah temannya sangat suram dengan kantung mata hitam.


"Ming Yue..... aku bermimpi aneh lagi.." gumam Lin Zi sedikit lemas.


"Entahlah.. jika begini terus apa aku akan mati Ming Yue" rengek Lin Zi sambil menunjukkan wajah sedihnya untuk menjahili sahabatnya.


"aaaaaa Lin Zi jangan bicara sembarangan. Jangan tinggalkan aku"


Ming Yue memeluk erat sahabatnya dengan wajah sedih karena mereka sudah berteman sejak di SMP. Melihat ekspresi Ming Yue, Lin Zi pun tak dapat menahan tawanya. Melihat itu, Ming Yue segera melepas pelukannya dan sedikit mendorong sahabatnya karena kesal.

__ADS_1


"Lin Zi kau menjahiliku lagi!"


" iyaaa iya maaf maaf" ucap Lin Zi yang masih tertawa kecil.


"Oh iya Lin Zi, didekat sekolah kita aku dengar ada seorang paranormal yang memiliki kekuata dewa. Lebih baik kau coba untuk kesana dan bertanya tentang mimpi mimpimu yang aneh itu" saran Ming Yue.


"Paranormal? Itu hanya takhayul saja. Jaman sekarang mana ada orang yang memiliki kekuatan dewa. ayolahh...." Lin Zi mempercepat langkahnya menyusuri koridor sekolahnya.


"Hei... Lin Zi aku serius! Tunggu aku" ucap Ming Yue lebih keras sambil mengejar sahabatnya yang semakin jauh.


Wuhan High School adalah sekolah tempat Lin Zi menempuh masa SMAnya. Di sekolahnya, Lin Zi termasuk seorang murid yang cerdas. Ia selalu menempati rangking 10 besar dalam satu sekolahan. Karena itu ia tidak pernah percaya pada takhayul karena menurutnya semua itu tidak nyata dan tidak dapat dijelaskan dengan seluruh pengetahuan di bumi ini.


Sepulang sekolah ia menuntun sepedanya sambil terus memikirkan perkataan sahabatnya pagi tadi. Tiba tiba langkahnya terhenti didepan sebuah ruko yang dihiasi oleh lentera bulat berwarna merah dan ada ornamen berbentuk gambar Yin Yang. Diatasnya ada label "Paranormal Yin Yang". Lin Zi memandangi papan nama itu. Apakah tempat ini yang dimaksud Ming Yue? Lin Zi kembali memikirkan perkataan sahabatnya. Ia tidak percaya namun ia juga penasaran dengan apa yang telah terjadi pada dirinya. Tanpa pikir panjang lagi, ia segera memarkirkan sepedanya dan mulai menaiki tangga pendek didepan pintu masuk. Tangan kanannya memegang gagang pintu kaca itu. Tidak yakin, itulah perasaannya. Lin Zi pun menarik nafas panjang dan membuka pintunya. Kaki kanannya melangkah masuk dengan yakin.


Ini baru karya pertamaku jadi maaf ya kalau masih berantakan🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2