
Riffa saniyah ardela
Suhu begitu dingin sangking dingin rasanya sampai menusuk hingga ketulang .
seseorang menggeliat pelan dari bawah selimutnya, menguap beberapa kali, memaksa nya membuka mata untuk mencari kehidupan, Riffa saniyah ardella wanita itu telah bangun dan berdiri menyambar handuk dan melangkah ke kamar mandi.
Selang beberapa waktu dia keluar dan telah siap dengan seragam kerjanya, melangkah keluar dari istana kecilnya yang dia sewa, berjalan menyusuri jalan menuju dimana tempat dia berkerja dengan berjalan kaki.
langkah demi langkah akhirnya setelah kurang lebih 15 menit dia tiba di depan gerbang dia berjalan masuk melewati halaman yang dipenuhi taman yang begitu indah juga gedung yang cukup besar dominan dengan warna putih biru, dia bergegas masuk ke gedung tersebut melewati beberapa karyawan lainya.
"Lihatlah , bagaimana bisa dia keluar dengan tidak tahu malu dengan penampilan seperti itu!" setidaknya pakailah sedikit bedak untuk menutupi wajah jeleknya yang kusam itu!" seorang berbicara.
"Benar! aku tidak mengerti pola pikirnya kesulitan hidup seperti apa yang dia jalani sampai dia tidak bisa menyisihkan sedikit gaji nya untuk merawat tubuhnya. wanita sebelahnya menimpali"
"Kau lihat bibirnya pucat sudah seperti orang sakit saja ! aku bahkan tidak bisa meninggalkan lipstik ku meski hanya keluar depan rumah saja tapi dia dengan percaya diri bekerja dengan penampilan kusut begitu, wanita satunya lagi ikut-ikutan menimpali sambil tertawa".
para karyawan sudah terlihat ramai, mereka berjalan dengan cepat, ya karna jam memang sudah menunjukan pukul 07;00.
Tring.......🕭
Bunyi bel yang begitu nyaring mengagetkan kumpulan wanita tukang gosip itu, mereka tertawa senang dan bergegas kemeja mereka masing-masing untuk memulai perkerjaan.
__ADS_1
Di ujung sudut ruangan terpisah tidak terlalu jauh" ya riffa sudah terlihat sibuk dengan kerjaanya, dia sudah memulai perkerjaanya bahkan sebelum bel bunyi sekalipun melangkah kesana kemari menenteng sebuah benda dan memajang ke tempat yang semestinya.
Riffa begitu sibuk, tak lama dia berjalan menuju meja kerjanya sudah duduk mengambil sebuah buku pena serta kalkulator ditanganya.
Dia melihat sekeliling ruangan yang penuh pajangan itu serta memperhatikan benda tersebut satu persatu, kembali membuka buku serta alat hitung cepat ditangan kirinya, riffa tampak sangat serius dan fokus dengan apa yang ada didepan matanya seperti anak sekolah yang sedang ujian saja.
...
waktu terus berjalan, semua karyawan sibuk dengan pekerjaan dibagianya masing. bahkan jam dinding yang sudah menunjukan pukul 15:00 tidak riffa disadari sangking seriusnya dia berkerja.
semua karyawan sudah terlihat merapikan dan membereskan meja mereka, bergegas keluar meninggalkan ruangan tersebut pulang.
Sedangkan diruang ujung sudut lainya, riffa masih tetap diruanganya, menghembuskan nafas panjang terlihat sangat jelas di wajah dan matanya yg sayu bahwa dia sangat lelah . dia mengambil kertas dimejanya yang entah berapa lembar itu keluar menuju keruangan kepala staff gudang menyerahkan laporan perkerjanya hari ini.
Riffa masuk perlahan dengan kepala menunduk menyerahkan kertas ditangannya ke meja wanita itu
"Melihat sebentar , riffa terperanjat karna suara atasanya kembali menggelegar menggetarkan seisi ruang itu.
" sudah hampir enam bulan kau berkerja di sini tapi hasil kerja mu masih juga acak-acakan, kau tidak pernah becus setiap pekerjaan yg ku perintahkan ! bentaknya sambil melempar kertas itu ke badan riffa
"keluar, kau boleh pulang sekarang!
__ADS_1
"besok pagi aku mau laporan itu sudah ada di mejaku. bagaimanapun caranya, yang jelas aku mau laporan yg bagus dan benar, karna besok aku harus menyerahkan nya sebelum jam makan siang pada pak geri untuk pembahasan rapat besok, pulanglah " tutur dewi bicara dengan keras dan tegas kepada riffa.
riffa yang masih berdiri ditempatnya membungkuk hormat keluar setelah mendengar perintah ibu dewi atasan sekaligus pembimbingnya itu tanpa bicara sedikitpun.
masuk lagi keruangan merapikan meja serta tumpukan tas dan memindahkanya ke lemari kaca. selesai batinya
riffa melangkah keluar gedung untuk pulang, berjalan seperti biasanya.
"aku benar-benar sudah lelah, *tidak ada yang berpihak kepadaku, didunia ini. katakan alasan mengapa kau masih membiarkan ku hidup tuhan" riffa manangis namun tetap melangkahkan kakinya menyebrang jalan dengan hati pikiran berkecambuk.
sittt .... brukkkk*!
riffa jatuh pingsan setelah sebuah kendaraan menabraknya, seorang keluar dari mobil dengan paniknya melihat wanita tergeletak persis depan matanya, lari lalu mengangkat tubuh riffa masuk kedalam mobilnya, melaju dengan kecepatan tinggi sesekali menoleh melihat riffa yang masih terbaring . 30 menit kemudian mobil sampai kerumah sakit keluar menggendong riffa sambil berteriak mamanggil dokter meminta pertolongan.
semua mata tertuju pada nya yg begitu paniknya, beberapa suster berlari menghampiri dan membawa riffa keruang rawat untuk di tangani.
" *ahh sial* ! *ada apa denganku hari ini*? *semuanya kacau*!
__ADS_1
"wanita itu semoga tidak terjadi apa-apa padanya, semoga tidak ada yang serius...
Bersambung...