Tangga Ke Surga

Tangga Ke Surga
kencan 1


__ADS_3

riffa celingak celinguk melihat ke arah sarita meninggalkanya tadi, kenapa bu sari begitu lama,,, gumam riffa


kau mencari siapa? kemarilah , bukankah kau bilang ingin makan, ini pesanlah sesuatu ken menarik tangan riffa yang sedikit jauh dari meja menyuruhnya duduk, ken memberikan buku menu ketangan riffa.


bu sarita bilang dia ke toilet, tapi kenapa dia lama sekali belum kembali, ucap riffa, dia membuka buku menu dan melihat daftar makanan yang sekiranya menarik dan enak untuk dia makan.


karena semua menu terlihat menarik membuatnya bingung harus memesan yang mana.


aku mau ini ken, ini satu dan ini juga, sepertinya ini lezat ini juga boleh, tambah minum nya ini saja ucap riffa


ken melambaikan tangan nya ke arah pelayan resto dan sudah menghampirinya, baik tuan mohon tunggu sebentar .


kau memesan makanan sebanyak itu kau yakin bisa menghabiskan nya ujar ken.


aku lapar sekali, lagi pula kita kan bertiga tentu bisa menghabiskan nya, jawab riffa terhenti melihat ken yang sedang menatapnya


oh tuhan aku lupa dia pasti tidak akan makan, tentu saja . kenapa aku memesan sebanyak itu .


kenapa melihat ku, ada apa?, kau memikirkan apa?


oh tidak, aku hanya memikirkan bu sari saja,


sudah jangan pikirkan dia, dia tidak akan hilang tanpamu. aku justru tidak yakin kau akan baik baik saja kalau kau tidak bertemu dengan ku di sini tanpa bi sari seru ken


jangan pikirkan bagaimana , tadi diakan pergi bersaama ku, jelas aku mengkhawatirkan nya,


kenapa kau bisa ada disini,, apa kau mau bertemu seseorang tanya riffa namun dia juga yang sudah menjawabnya


untuk apa bertanya jika kau sendiri sudah tahu jawaban nya, kalian wanita benar benar!...


benar benar apa! riffa sudah melototkan mata nya tapi berhenti seketika saat ia melihat pelayan datang membawa makanan pesanan nya dan menyusun nya di meja,


silahkan tuan, nona nikmati makanan nya ucap pelayan


tentu aku akan menikmati nya , terima kasih wajah riffa begitu berbinar bahagia melihat makanan yang begitu menarik menurut pandangan matanya itu.


sementara ken megelengkan kepala nya melihat tingkah wanita didepan nya namun hati nya begitu lega dan merasa senang melihatnya begitu bahagia.


riffa yang sudah menghabiskan ke 2 makananya kini beralih ke menu ke tiga.


dia makan begitu lahap bahkan disudut bibir nya ada makanan yang menempel tanpa disadari nya.

__ADS_1


makanlah perlahan, kunyah dengan benar makanan di mulut mu itu, tukas ken


meraih dagu riffa yang membuat si empunya diam seketika. ken mengusap sisa makanan di sudut bibir riffa dengan jari nya , mereka saling beradu pandang lama, ken samakin medekatkan wajah nya, bahkan wajah keduanya sudah begitu sangat dekat, keduanya merasa begitu nyaman.


tiba tiba riffa menjatuhkan sendok yang ada di tangan nya kedua nya langsung tersadar riffa langsung kembali melanjutkan makaan nya. kedua nya tak berbicara lagi sepatahkata pun tapi ken tetap memperhatikan wajah wanita itu di depan nya membuat riffa merasa malu, tidak lebih tepatnya merasa tak nyaman akan pandangan ken pada nya.


kalau sudah selesai ayo pergi ujar ken melihat riffa mengusap perutnya, ken berpikir wanita ini pasti sudah kenyang dan tidak mungkin menghabiskan semua nya.


apa! ini masih banyak sekali, ken . riffa menunjuk sisa makanan di meja yang belum di sentuhnya.


kau serius mau menghabiskan ini semua, ucap ken.


riffa merasa malu menggelengkan kepala nya. tapi makanan ini sayang sekalikan kalau tidak dihabiskan, bagaimana kalau kita bawa pulang saja. tutur riffa


ken langsung mengambil beberapa lembar uang dari dompet dan meletakanya nya ke buku menu yang sudah terdapat tagihan harga yang harus di bayarnya.


kau sudah kenyangkan ayo pergi ujar ken tak memperdulikan kata kata riffa tentang membawa pulang sisa makanan di meja itu.


ken langsung menarik tangan riffa dan menggenggam nya, membawa riffa ke lantai lima mall itu.


ken kita mau kemana? kata mu kita akan pulang, kenapa kita malah kesini, ken terus melanjutkan langkahnya tak peduli dengan ucapanya


ken kau mau membawa ku kemana, ayo kita pulang ucap riffa lagi menahan langkahnya, ken menoleh karena riffa menarik tangan nya


ken yang tersadar langsung meraih kepala riffa tangan nya memeluk dengan sebelah tangan di belakang punggung wanita itu.


riffa merasa kedinginan dia bahkan mencari posisi ternyaman dan menenggelamkan wajah nya di dada ken bibir nya sedikit gemetar karena dingin.


ken langsung melepas jaketnya membalutkan nya pada tubuh riffa. dia memapah dan membawa wanita itu keluar dari ruang teater itu untuk pulang.


ken turunkan aku, ujar riffa yang terbangun dari tidur nya


sudah ken turun aku, orang orang melihat kita aku malu .


tapi ken tetap menjutkan langkahnya, riffa yang begitu malu bukan main karena pandangan orang orang yang ada di mall itu dia langsung mengeratkan tangan nya di leher ken dan menyembunyikan wajahnya di dada pria yang sedang memapahnya itu.


ken begitu senang akan tindakan yang di lakukan riffa itu padanya.


bahkan sampai di tempat parkir riffa belum melepaskan pelukannya.


hei kau senang sekali ya aku menggendongmu seperti ini seru ken

__ADS_1


kau bahkan tidak mau melepasku.


riffa mendongak, siapa yang senang! aku sedang menyembunyikan wajahku karena malu kau tahuuu! aaa kau mana tahu orang tidak punya malu mana tahu ujar riffa.


kita sudah sampai tanya riffa


iya kita sudah sampi di parkiran balas ken tertawa


riffa yang kesal langsung meingjak kaki ken dan meninggalkan nya


tapi ken masih menertawakannya


hei kau mau kemana, motor ku ada di sini .


riffa menoleh benar saja ken sudah menaiki motor dan sudah melaju menghampirinya .


kau naik motor?? ujar riffa


hmmm, ayo ucap ken, tapi tak ada pergerakan dari riffa


hei cepat naik ! kenapa kau diam saja tukas ken


motor mu tinggi sekali , aku sulit naik jawab riffa


kau yang pendek, menyalahkan motor ku, cepat naik pegang bahuku ujar ken


kau ini selalu mengatakan aku pendek, ..


cepat naik jangan banyak bicara, atau aku akan neninggalkan mu di sini tukas ken


riffa langsung naik motor gede itu perlahan dengan memegang pinggang ken. setelah itu ken melajukan motornya riffa yang tadi tak lagi berpegangan saat ken menambah kecepatan motornya riffa langsung memegang kedua bahu ken dengan erat.


ken melepaskan tangan riffa dan meletakan nya di pinggangnya. pegangan di sini saja. ujar ken dan semakin menambah laku kendaraanya membuat riffa memindahkan satu tangan nya lagi di pinggang laki laki itu dan memeluknya karena merasa takut.


ken tersenyum bahagia, rasanya dia begitu nyaman saat wanita itu berada di dekatnya apalagi memeluknya.


bersambung


suka dengan cerita ini,


jangan lupa likeπŸ‘ dan komen ✍

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2