Tangga Ke Surga

Tangga Ke Surga
Koma


__ADS_3

di ujung sudut kursi ken duduk menunduk dengan tangan terkatub diwajahnya ,


"tuhan, aku tidak pernah mengeluh atas takdir yang kau gariskan kepadaku,


"tak pernah ku pertanyakan atas sesuatu yang menimpaku..


"aku menerima semuanya baik atau buruk yang kau berikan kepadaku,


"kau mengambil orang orang yang begitu berarti dalam hidupku, disaat aku begitu menggantungkan hidup pada mereka.


"tapi untuk kali ini aku memohon padamu tuhan, tolong selamatkan orang yang sedang terbaring didalam sana.


"jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya, aku mohon bantu aku satu kali lagii. guman ken dalam hati,,


tidak terasa sudah hampir seminggu riffa berada di ruma sakit, operasi sudah dilakukan sehari tepat setelah kesepakatan dan persetujuan ken saat itu,


namun belum ada tanda tanda yang menunjukan riffa membaik, membuat ken memepertanyakan kinerja dokter yang menangani riffa .


sementara dirumah , ibunya ken tampak mengkhawatirkan putranya, bagaimana tidak ken yang mengatakan akan tinggal dirumah sudah beberapa hari tidak pulang,


"ibu apa kakak tidak pulang lagi? tanya kenzy menghamiri ibunya yang tengah meelamun diruang keluarga


"kau sudah mandi?,,,


"sudah bu.


"apa kakak pulang ke apartemenya bu?


"ibu tidak tahu sayang, kakak tidak memberi tahu , ucap ibunya lirih


"sebelum kakak pergi aku dengar kakak akan bertemu kak rico temanya, aku akan tanya asisten gery saja untuk menanyakanya ucap kenzy lagi


.... ....

__ADS_1


"dokter bagaimana, apa keadaanya sudah ada kemajuan? tanya ken ke dokter yang baru keluar memeriksa riffa,


"semuanya baik baik saja, kita hanya berusaha sisanya serahkan pada tuhan jawab sang dokter .


sementara diujung ruang beberapa suster sedang membicarakan riffa


"aku heran, kenapa dokter wahyu terus memberi harapan palsu pada tuan itu, aku jadi kasian padanya.


"benar, tapi melihat keadaanya wanita itu rasanya lebih baik dia seperti itu,


"aku bahkan tidak ingat ini sudah ke berapa kali dia keluar masuk rumah sakit, tapi sepertinya ini kondisi terparahnya. ucap beberapa suster itu


Ken yang baru dari kamar mandi melewati tempat itu tak sengaja mendengar percakapan mereka,


"siapa wanita yang kau maksud itu??


suster yang baru keluar pintu begitu terkejut menoleh ada ken dibelangnya.


"maaf tuan ada apa kemari, disini selain petugas dilarang masuk tuan, ucap suster tapi ken tak menjawabnya


"ii ituu pasien diruang lain tuan,


"bukankah kau yang merawatnya, kau juga tadi menyebut dokter itu bukan .


"katakan, cepat jelaskan kepadaku bentak ken


"maaf tuan ini diluar wewenangku,


" sebaiknya tuan tanya langsung dengan dokter yang menanganinya ucap suster satunya.


tak menunggu lama ken langsung menghampiri dokter itu,


"dokter katakan yang sebenarnya apa yang terjadi padanya, dokter bilang semua baik baik saja bukan? tapi sampai saat ini dia belum sadar juga??

__ADS_1


"katakan dengan jujur dokter, aku membayarmu bukan untuk membohongi ku seperti ini, katakan semuanya!! ken mulai tersulut emosinya


membuat dokter itu menghela nafas dalam dalam, lirih membuka mulutnya


"wanita itu, pasienku sejak lama dia sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit ini, aku tidak tau pasti penyebabnya yang aku tahu ini kondisi paling terburuknya. jelas sang dokter.


"benturan dikepalanya mengakibatkan pembengkakan dan pendarahan pada otaknya kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya penekanan pada batang otak dan merusak bagian otaknya yang berfungsi mengatur kesadarannya jelas dokter


"jadi apa maksudnya ini dokter ucap ken


"dia mengalami koma tuan,


"apaaa....???jadi apa gunanya dilakukan operasi jika memuat kondisinya semakin buruk!! teriak ken


"maafkan aku tuan aku berusaha sebaik semampu yang aku bisa. aku tidak yakin tuan bisa melihatnya masih terbaring didalam sana kalau kita belum melakukan operasi saat itu jawaban dokter itu menyentak telinga ken yang semakin bertambah kekekhawirannya.


"tidak ada yang tidak mungkin tuan, apa yang ku katakan tidak akan ada pengaruh apa apa jika tuhan menggariskan takdir lain padanya jadi serahkan saja semuanya pada tuhan๐Ÿ˜‡


ucap dokter itu menepuk bahu ken dan meninggalkanya


๐Ÿ’Œ๐Ÿ’Œ


menghirup nafas dikala musim berganti.


berdiri diatas kaki memandangi langit biru


kurekam semua yang kulihat, didalam hatiku


bersiap mengucap perpisahan walau tak sanggup membayangkanya saja


aku pura pura tidak menyadarinya


dengan perasaan dan emosi takkan pernah berhenti berharap, merangkaklah maju ...

__ADS_1


bersamaku, maukah kau melihat dunia ini satu kali???


__ADS_2