
pernikahan biasanya menjadi momen sakral paling membahagiakan yang menjadi impian setiap pasangan, namun tidak dengan mempelai wanita yang baru saja menyandang status baru nya sebagai seorang istri.
berusaha tersenyum , menyapa beberapa tamu yang tidak ada habisnya menyalami kedua nya, mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.
pada akhirnya semua selesai berjalan lancar .
sesuai rencana.
*** *** ***
seminggu yang lalu
aku ingin bertemu" mengetik sebuah pesan sudah mengirimkan pesan kepada seseorang.
riffa duduk menarik nafas panjang, aku sudah memutuskan, baiklah mari lakukan. ucapnya
menatap pantulan nya pada cermin .
*** *** ***
di sebuah kafe
"disini, Ken yang telah sampai lebih dulu melambaikan tangannya tersenyum pada seseorang yang cilengak celengok mencarinya . riffa sudah berjalan mendekati mejanya.
kenapa lama sekali, sudah satu jam aku menunggu. tidak bisa lebih cepat! sudah ketus seperti biasa
lihat itu, aku jadi ragu ..
apa aku sudah memutuskan dengan benar. riffa
"apa kau tidak bisa bicara dengan sopan, langkah kaki ku begitu berat untuk datang menemui mu kau tahu! menguatkan hati meyakinkan diri .
setidaknya hargai itu !!
"begitu cara mu bicara pada wanita yang akan menjadi istri mu?
"banyak sekali ocehan mu , baru sampai sudah bicara kemana mana.
__ADS_1
duduk dan bicara lah aku tidak punya banyak waktu. apa keputusan mu Ken sudah gusar, tidak sabar.
inikah orang yang akan menjadi suami ku???
"kenapa memandang ku , apa kau sedang menikmati wajah tampan calon suami mu ? senyum menggoda'
setelah menikah kau Bisa menikmati dan memandang wajah ini setiap hari, jadi mari kita bicara dulu. bagaimana kau sudah memutuskan mengenai tawaran ku? jarinya sudah mengetuk ketuk meja dengan jarinya
"tuan Ken, seperti nya kau terlalu percaya diri.
aku datang tidak untuk menjadi istri mu.
"benarkah, tidak seperti yang ku dengar. tadi jelas kau mengatakan mengakui sebagai calon istri ku. tidaklah itu berarti kau telah setuju . menikah dengan ku.
" hanya mengakui sebagai calon istri , bukan setuju menikah dengan mu . tukas riffa
"baik lah, katakan alasan kau menolak ku.
sudah ku katakan kan aku tidak akan memohon dua kali, tapi aku ingin tahu alasannya, kau menolak ku.
riffa menghela nafas panjang
"katakan kepada ku, alasannya
kenapa kau mencintaiku. kenapa harus aku ?
orang yang baru kau kenal, kau pasti mempunyai alasan, beri tahu aku.
"aku tidak tahu!, alasan kenapa itu kau yang ku cintai. kenapa jantungku berdegup kencang saat bersama mu. melihat mu terbaring di ambang kematian waktu itu sudah membuat ku frustasi. aku sudah kehilangan harga diri ku, aku sudah mati saat itu juga. melihat mu kembali sehat setelah berjuang, ini satu satunya cara membuat hati ku tenang. keheningan membentang keduanya, Ken menatap penuh arti.
riffa hanya terpaku
"apa kita pernah bertemu sebelumnya? ujarnya, aku tidak tahu kau merasakan hal yang sama atau tidak dengan ku.
tapi kau tidak asing untuk ku . mata sudah berkaca kaca.
"tidak kah cukup dengan alasan kalau aku mencintaimu , lupakan yang lainnya.
__ADS_1
katakan apa kau bersedia menikah dengan ku? memegang kedua tangan itu dan menciumnya
kau tahu aku sering mendengar orang mengatakan, setiap orang mendapatkan cinta sejati nya hanya satu kali. jatuh cinta juga satu kali. tapi itu hanya lah kata orang, karena saat melihat mu aku sudah jatuh cinta berkali kali .dan aku masih tidak tahu alasannya
riffa hanya menatap kelu, menangkupkan kedua tangan nya ke wajah Ken lalu memeluknya.
" aku tidak tahu siapa yang ku lupakan, tapi sepertinya aku yakin kau lah orang nya. menangis,, " aku ingin bersama mu Ken , ayo kita menikah.
*** *** ***
di sebuah kamar
riffa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan gaun masih melekat di tubuhnya. memandang sekeliling lalu menatap langit langit kamar.
aku sudah menikah , aku sudah menjadi istri seorang sekarang.
suara decitan pintu terbuka, tak membuat riffa tersadar dari lamunannya, Ken sudah masuk menutup kembali pintu kamar.
melihat riffa sekilas, lalu berjalan menuju pintu kamar mandi, menanggalkan pakaiannya untuk membersihkan diri. tidak lama dia sudah keluar bertelanjang dada dengan handuk melilit di pinggang nya.
"apa kau suka sekali dengan gaun nya sampai tak ingin melepas nya ? suara Ken tiba-tiba membuyarkan lamunannya. riffa tersadar melihat Ken yang sudah berada di dalam kamar berjalan mendekati nya. sementara riffa semakin mundur dari posisinya. menggigit bibir, memeluk erat erat gaun bagian dada dengan menyilang kan kedua tangan nya.
"apa yang ingin kau lakukan ? bertanya dengan bibir gemetar
"memang nya apa lagi, Ken tampak mengintimidasi, seringai senyum sudah muncul di bibir nya.
suasana mencekam sudah merasuki jiwa riffa, berubah seketika. sentilan keras telunjuk Ken di kening nya sudah membuyarkan ketakutannya .
"kenapa otak mu selalu kau pakai untuk berpikir mesum tunjuknya . mandi dan ganti baju sana, apa kau ingin tidur dengan pakaian seperti itu? Ken tergelak tak bisa menahan tawanya melihat ekspresi riffa, yang sedang menahan rasa malunya setengah mati yang ketahuan sudah berpikir kemana mana.
ken berjalan menjauhinya menuju ruang ganti pakaian.
riffa masih mematung dengan wajah merah nya
kenapa aku tampak menyedihkan, seperti seorang istri yang berharap . seperti aku yang sedang berharap padanya,,
kenapa aku tidak bersikap biasa dan santai saja tadi, dia pasti berpikir yang tidak-tidak tentang ku !!
__ADS_1