Tangga Ke Surga

Tangga Ke Surga
di jerman


__ADS_3

"rico bagaimana kau bisa tidak? aku sudah beberapa kali merubahnya tapi masih saja salah? linzy sudah cemberut menunjukkan tugas kuliahnya pada Rico. lihat lah..


"kau terlalu memaksa kan diri, jelas kau tidak suka kenapa tidak mengambil jurusan sesuai hobi saja seru Rico mengambil kertas itu melihat nya


"kenapa membahas itu lagi kan sudah janji tidak akan membahas nya lagi, sekarang mau bantu tidak.


"kemari. menepuk kursi disebelah nya.


duduklah dan perhatikan ini Rico menjelaskan dengan sabar, mengenai tugas kuliah kekasihnya itu. sudah mengerti tanya nya kemudian


linzy mengangguk,


"kenapa saat dosen yang menjelaskan aku tidak paham ya, tampak berpikir. "sementara saat kau yang mengajari aku langsung nyambung" ujar linzy tertawa


" itu karena kau suka pada guru nya, berbangga!. "jadi mulai sekarang sukailah guru mu itu agar kau juga cepat nyambung saat dia mengajari mu. menjewer telinga


"sakit co? iya ya baiklah. tolong lepaskan dulu ini sakit. memukul tangan yang menjewer telinga nya.


kalau kau melihat seperti apa dosen ku kau akan berhenti menyuruh ku menyukai nya. tukasnya


"memang ada apa dengan dosen mu? "bertanya" sudahlah aku lapar, tidak tertarik membahas tentang dosen lagi. ayo keluar , nanti lanjutkan lagi tugasmu setelah pulang


"di ujung jalan dekat pertigaan lampu merah, ada resto baru, ayo kita ke sana saja, ujar linzy . Rico hanya mengangguk menyetujui nya mengulurkan tangannya " ayo " ucapnya


dua jam kemudian mereka sudah kembali. linzy langsung menuju dapur , sementara Rico masuk ke ruang kerjanya menyelesaikan tugas kantor nya.


di tengah kesibukan , suara ponsel memecah konsentrasi nya Rico mengalihkan pandangannya mengambil ponselnya yang berdering berulang, siapa pikirnya


dilihat nya layar ponsel "Gary memanggil" tertera di sana. tumben sekali dia menghubungiku gumamnya, sudah lama sekali. digesernya icon hijau. " halo gary ..


keduanya mengobrol cukup lama, banyak yang mereka perbincangkan, sampai akhir Gary memberi tahu poin penting nya menghubungi rico teman nya itu,

__ADS_1


"Rico aku ada berita penting untuk mu, aku akan bertunangan , sementara Rico yang mendengar tak percaya, memastikan lagi dengan bertanya bahwa telinga nya tidak salah dengar,


" benarkah jawabnya, sungguh? kapan itu? sudah antusias menunggu jawaban


"Minggu depan,


hening


"Rico apa kau bisa datang?


Rico hanya diam, memikirkan bagaimana dia akan pulang, mengingat kembali janji yang dia ucapkan pada ayah dan ibu nya.


"Rico bagaimana mana apa kau bisa pulang? kau mendengar tidak? tanya Gary lagi


"oh itu , a-aku tidak berjanji akan datang, linzy sedang sibuk dengan jadwal kuliah nya. sementara aku juga baru naik jabatan, kau tahu kan aku sedikit kesulitan mencari pekerjaan di sini. tapi akan aku usahakan untuk pulang ucapnya .


"baiklah aku mengerti, jangan terbebani karena undangan ku "tertawa"


"baiklah.


Rico melempar ponsel nya di meja mengusap wajah dengan kedua tangannya...


bagaimana, aku harus datang.


.... .... ....


dia tidak berubah sama sekali, ini konyol


Rico masih tertawa mengingat kembali obrolan nya dengan Gary tadi


otaknya masih berpikir keras mengingat undangan sahabatnya. ragu

__ADS_1


baiklah, akan ku tanya linzy saja nanti harus bagaimana,


Rico menutup laptopnya, Merapikan berkas kerja yang berserak di meja.


dia keluar melihat linzy yang tengah membereskan ruangan yang berantakan


karena tak sempat ia rapikan.


"kau masih di sini? ujarnya aku kira sudah pulang..


"aku akan selesaikan ini terlebih dulu, linzy menyaut tanpa menoleh pada Rico tangan nya masih di sibukkan mengambil benda berceceran di lantai.


"baiklah, aku tinggal mau ke kamar ucap Rico. setelah selesai pulang dan istirahat lah. ia sudah melangkah menjauh kembali memutar badannya, linzy Gary akan bertunangan .


"benarkah? linzy menoleh ke arah Rico,


kapan itu?


"Minggu depan,


hening


hening


"bagaimana menurut mu, apa kita harus datang?


"hmmm rico aku tidak yakin, tapi dia sahabat mu bukan, saat pesta pertunangan kita dia juga datang. kau pasti ingin datang kan?


"tapi bagaimana dengan ayah ujar Rico mata nya memandangi linzy penuh tanya, sementara linzy hanya diam tersadar,


benar bagaimana aku menghadapi ayah .

__ADS_1


aku tidak mungkin pulang tanpa memberi tahu ibu. begitu pula rico


__ADS_2