
nak iffa ada tuan ken ujar sarita melirik riffa dengan mata yang mengarah belakangnya melihat ken,
riffa menoleh melihat ken
oh kau sudah pulang ujar riffa dia nampak memajukan bibirnya cemberut,
ken mengulum bibir nya menahan tawa.
kau ini, jelas jelas kau melihat ku tadi saat pulang, berlagak tidak tahu tukas ken yang berjalan duduk di meja makan yang dekat disana.
bi tolong buatkan aku kopi ya pinta ken.
sarita langsung mengiyakan dan bergegas hendak membuatkan kopi untuk ken tapi riffa melarangnya.
biar aku saja bu, ucap riffa
riffa membuat kopi lalu mengantarkan nya pada ken yang sibuk dengan ponsel nya. dia meletakan gelas kopi itu begitu saja dan hendak melangkah pergi lagi, tapi ken tiba tiba memegang tangan nya membuat riffa, reflek menoleh padanya.
ada apa? tanya riffa
duduklah, temani aku di sini pinta ken
tapi riffa menolaknya,
tidak mau, aku membantu bu sari membuat kue!
tapi ken lagi lagi menahan nya, membuat riffa yang memang sedang kesal pada nya menjadi tambah kesal dan membentaknya
aku bilang tidak mau ya tidak mau!! kau suka sekali memaksa ku seru riffa membuat ken mengernyit kan dahinya,
aku memaksa? aku memaksa apa?, aku tanya aku memaksa mu apa!! teriak ken tak kalah kerasnya
aaaa.... kau ini, yang baru saja kau lakukan tadi itu apa nama nya kalau bukan memaksa!,,, balas riffa
aku hanya meminta mu menemani ku duduk di sini , tapi reaksi mu berlebihan seperti ini, kalau kau tidak mau silahkan pergi sana.
benar kata dokter itu kau memang stress!! seru ken
apa kata mu!! ujar riffa
__ADS_1
gila kau gila ken menimpali
sarita yang melihat kedua nya yang semakin memanas langsung melerainya.
hingga saat kedua nya telah tenang dan diam beberapa saat, tiba tiba tangisan riffa memecah keheningan mereka
tidak ku sangka kau mengatai ku stress dan gila hanyaa aku tidak mau menemani mu, ujar riffa di sela tangisan nya
aku hanya kesal kau tidak menyapa ku saat pulang padahal jelas kau melihatku menunggu mu tadi ucap riffa.
ken yang mendengar alasan riffa tampak tak percaya, hal sekecil itu membuat wanita di depan nya begitu kesal padanya.
apa kalian wanita memang seperti itu? tanya ken, hanya karena hal sepele itu membuat mu jadi seperti itu tadi , aaa aku tidak percaya ini ucap ken memegang kening di kepalanya.
riffa yang melihat ekspresi ken seperti itu tidak suka, hendak pergi, ken reflek berdiri menarik riffa ke pelukan nya.
maafkan aku, maafkan kata kata ku dan juga maaf sudah tidak menyapa istri ku yang sudah menunggu ku ujar ken
riffa tidak menolak pelukan yang ken berikan, tapi dia juga tidak membalasnya.
riffa mendongak melihat ken
ken juga memperhatikan wajah riffa
tapi melihat tingkahnya yang 180° apa mungkin mereka orang yang berbeda gumam ken
kenapa kau menatapku begitu tanya riffa, ken langsung tersadar dengan lamunan nya, kau sendiri menatap ku begitu kenapa? ken balik bertanya
sudah sudah ken melepaskan pelukanya, tolong maafkan aku soal tadi, riffa diam sejenak lalu menganggukan kepala nya.
tadi kau bilang aku apa? tanya riffa, aku bilang maaf, bukan yang itu ken tukas riffa kata mu siapa yang menunggu mu tadi? ken nampak berpikir tapi tak menyadari nya.
lupakan! ucap riffa
memang tadi aku bilang apa tanya ken pikiran nya yang masih bertanya tanya.
singkirkan ponselmu, ucap riffa yang membawa beberapa menu makanan yang sudah di masaknya sore tadi, dia sudah bolak balik mengatur semuanya mengambil piring dan peralatan makan lain nya.
ayo kita makan ujar riffa sementara sarita hanya mengulum bibirnya takut ken tak mau memakan nya seperti biasanya dan membuat riffa kecewa,
__ADS_1
makanan sebanyak ini siapa yang memasak nya tanya ken, sarita yang mendengar pertanyaan ken langsung tau mengarah kemana pertanyaan itu memuatnya berbalik melanjutkan membuat kue nya
aku yang menyiapkan ini semua ujar riffa, memang kenapa? kau tidak mau makan kalau aku yang memasaknya, tanya riffa
ken melihat dan memandang riffa lama,
kenapa kau melihat ku begitu, benar tidak mau makan karena orang asing ini yang memasak ini semua? tanya riffa
ken yang memang tidak pernah makan makan masakan orang lain, selain orang terdekatnya tapi entahlah mendengar riffa yang menyiapkan nya
ken merasa tersentuh, ada kebahagian sendiri di hati nya.
ambilkan aku itu ucap ken menunjuk menu yang ada di depan nya
membuat sarita menoleh terkejut terlebih riffa
benar mau makan masakan ku tanya riffa, kau memasaknya memang untuk di makan bukan, kenapa kau masih banyak tanya ujar ken. iyaa bai lah baiklah riffa langsung mengambil piring juga beberapa macam lauk yang di tunjuk ken itu, dan memberikan nya.
riffa mengambil makanan untuk nya juga, mereka makan bersama tanpa berkata apa apa . riffa hanya mengajak sarita bergabung tapi wanita itu tidak mau masih melanjutkan pekerjaan membuat kue keringnya.
selesai makan ken kembali ke kamar nya, sementara riffa masih di dapur membereskan peralatan bekas mereka makan meskipun sarita melarang nya tapi dia tetap melakukan nya.
setelah selesai riffa juga masuk ke kamar nya dia sudah membaringkan badan nya di tempat tidur begitu juga ken yang ada di kamarnya.
mereka hanyut dengan pikiran mereka masing masing yang tanpa sadar membuat meraka tertidur.
malam hari berlalu cepat begitu saja
jika sebelumnya ken bangun lebih dulu
pagi ini riffa sudah menyiapkan semua nya makan pagi sudah di tata di meja . riffa sudah beranjak dari dapur berjalan ke kamar ken untuk membangun kan nya tapi di urung kan nya. dia ke kamar nya mandi dan kembali kedapur menungggu ken tak lama ken menghampiri nya
kau sudah bangun? tanya ken
duduk dan makanlah kenapa kau banyak tanya ujar riffa membuat ken tertawa kecil mengingat itu kata katanya kemarin pagi untuk riffa, dan dia mengikuti perkatanya . setelah makan pagi ken berangkat ke kantor dan sudah melajukan mobil dari apartemnya.
aku mungkin pulang telat, bersiaplah.
saat aku kembali nanti kau harus sudah siap, aku ingin mengajak mu ke suatu tempat. ken
__ADS_1
riffa membaca tulisan kertas yang di tempel di pintu kamarnya
bersambung