
lupakan masa lalumu perlahan, dan jika semua telah normal kembali, linzy diam sejenak dan manatap Rico dalam dan mengehembus nafasnya.
setidaknya saat kau sudah bisa memaafkan dirimu sendiri atas kesalahan yang kau lakukan pada wanita yang kau cintai dulu
aku akan siap menerima mu kapan saja ucap linzy seraya bangun dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Rico mematung dan memandang arah pintu dimana linzy yang baru keluar meninggalkan nya .
cih lagi lagi aku menyakiti hati seorang wanita! gumam Rico dalam hati
***
hmmm ngantuknya riffa mengerjakan mata menurunkan salah satu kaki nya dari ranjang tidurnya.
cepat sekali, rasanya baru tidur sudah pagi saja . menutup mulutnya yang menguap dengan tangannya .
dia pergi ke dapur dan melihat Sarita yang tengah membereskan peralatan masak dan menghampirinya.
"Bu semalam kemana? ibu bilang pergi sebentar tapi tidak kembali lagi.
ibu tau aku bertemu Ken di sana untunglah setidaknya ada manfaatnya juga dia di sana aku bahkan tidak memegang uang sepeser pun semalam. ucapnya mulutnya cemberut.
haaa apa jadinya jika semalam aku sudah memesan makanan tapi ibu tidak ada riffa merucutkan bibirnya lalu tertawa .
"maaf nak ibu melupakan sesuatu jadi terlupa mengabari mu, tapi lega rasanya ternyata tuan bersama mu semalam ucap Sarita.
"apa Ken sudah pergi Bu?
"iya nak, tuan sudah beranggkat.
pagi sekali perginya. gumam riffa . tumben sekali.
flashback on
"kau senang? tanya Ken
"haa apa jawab riffa
"aku tanya apa kau senang?
"lumayan balas riffa . Ken tertawa mendengarnya
walaupun kau menjengkelkan tapi aku bahagia bersama mu malam ini, lampionnya cantik sekali juga Bintang bintang nya terlihat nyata, persis seperti di negeri dongeng terima kasih sudah membawa aku ke sana . riffa melempar senyuman begitu tulus pada Ken yang juga sedang memandang nya .
kau tau dari mana ada tempat seindah itu?
kau sesenang itu hanya karena melihat tempat seperti itu.
__ADS_1
kenapa? tempatnya memang indah menurut ku.
semua orang di kota ini juga tau tempat seperti itu.
tapi aku tidak, ini pertama kalinya aku kesana karena kau mengajak ku. ujar riffa datar.
Ken terdiam sejenak memperhatikan mimik wajah itu.
"ayo masuk udara malam tidak baik untuk kesehatan berjalan di ikuti anggukan kepala riffa
riffa masuk apartemen dan langsung ke kamar nya lain halnya dengan Ken yang munuju ke ruang kerjanya.
riffa yang merasa haus walaupun malas, terpaksa keluar kamar ke dapur untuk minum.
sesaat sebelum masuk ke kamar nya lagi saat tangan nya sudah memegang handle pintu dia melihat Ken yang baru keluar dari ruang kerjanya.
"ken kau baru selesai? tanya riffa
"kenapa belum tidur? ini sudah malam ucap Ken
"aku merasa haus jadi pergi ke dapur untuk minum.
"hmm baiklah. cepat masuklah dan tidur. balas Ken yang hendak pergi ke kamar nya tapi riffa menghentikan nya
"ada apa?
"bisa kita bicara sebentar ujar Riffa
mereka duduk di ruang santai tidak jauh dari kamar mereka.
"katakan kau ingin berbicara apa, sepertinya kau serius sekali ujar Ken
"Ken ... , terimakasih (diam sejenak) mm ya aku hanya ingin berterima kasih pada mu itu saja ucap riffa
"riffa apa....
" Ken aku akan pulang, rasanya sudah terlalu lama aku disini.
"apa terjadi sesuatu? kenapa tiba-tiba?
"tidak , aku sudah lama memikirkannya, mm terima kasih atas bantuan yang kau berikan padaku, kau sudah menampung , memberi ku makan dan tempat tinggal yang nyaman.. sekali lagi aku ucapkan terima kasih Ken.
Ken maaf aku sudah merepotkan mu beberapa bulan terakhir ini dan juga sifat ku yang membuat mu tidak nyaman aku sungguh minta maaf .Ken hanya diam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut riffa
"aku hanya akan bertanya sekali, benar kau ingin pulang karena alasan mu sendiri atau karena ibu ku?
"riffa tertawa , tidak Ken sungguh ini keinginan ku sendiri ini tidak ada hubungannya dengan ibu mu. ujar riffa meyakinkan
__ADS_1
"aku tidak akan memaksa mu untuk tetap tinggal. jika memang ini yang kau inginkan pergilah. lagi pula kau sudah baik baik saja sekarang.
boleh aku meminta sesuatu dari mu .
"kau ini... tentu saja aku baik baik saja. aku kan sudah mengatakannya berulang kali kau saja yang terlalu berlebihan. akukan hanya pingsan, ada ada saja .
baiklah aku akan berbaik hati . karena aku akan pergi kau boleh meminta sesuatu dari ku katakan tawar riffa
Ken menautkan kedua alisnya mencerna
katakan Ken kau meminta apa ucap riffa lagi melihat Ken yang diam tak mengeluarkan bersuaranya.
"Ken terperanjat oh ituuu, aku sangat bangga pada mu yang tidak pernah lupa dan gengsi meminta maaf dan juga berterimakasih seperti ini. aku harap kau juga tidak akan pernah sombong untuk meminta bantuan ku saat kau membutuhkan pertolongan.
"aku tidak janji untuk itu, kau sudah berbuat banyak untuk ku memalukan sekali rasanya jika terus terusan bergantung pada orang asing yang baru di kenal.
Ken aku mengantuk, sudah ya daaa selamat beristirahat .
flashback off
riffa memasuki kamarnya
dan membereskan baju bajunya ke koper.
yaa dia sudah memutuskan untuk pergi hari ini juga dari rumah persinggahan beberapa bulan ini .
dia keluar menarik koper ditangannya
matanya mengitari seluruh ruangan mengingat pertama dan terakhir kalinya dia masuk di apartemen itu.
nak mau pergi kemana? dan membawa koper seperti itu tanya Sarita
oh ibu aku lupa mengatakan nya pada mu
hari ini aku akan pulang Bu, aku rasa sudah saatnya aku pergi.
pergi... pergi kemana nak?
apa kalian bertengkar? kau dan tuan Ken....
tidak Bu, kami baik baik saja. aku sudah mengatakan pada Ken semalam . dia sudah mengizinkan nya.
aku titip Ken ya pada ibu.ya riffa tersenyum mengedipkan sebelah matanya.
Sarita memeluk riffa . kenapa mengkhawatirkan tuan Ken, jaga saja dirimu baik baik. dan sering sering lah mengkunjungi tuan sarita mengusap rambut nya
riffa hanya tersenyum kelu.
__ADS_1
berkunjung? entahlah, setelah ini apa kami masih bisa bertemu atau tidak.
baiklah Bu aku pergi yaa