
sore itu rico yang baru saja sampai dirumahnya, masuk menuju lantai dua ke kamarnya, saat kakinya hendak memijak anak tangga, langkah kakinya terhenti, oleh suara yang tentu begitu sangat di kenalinya pak haris yaitu ayahnya.
rico menoleh dan melihat ayahnya yang akan menghujani nya banyak pertanyaan dan celaaan seperti biasanya. rico masih ditempatnya berdiri mematung persis tempat iya terhenti saat sang ayah memanggilnya.
"dari mana saja kau ? tanya sang ayah
" dirumah gery aku menginap disana.
"begitu rupanya, lalu kenapa gery teman mu itu menelpon menanyakan keberadaanmu semalam, ucap sang ayah tampak senyum mengejek rico yang ketahuan membohonginya
seketika rico sudah tidak lagi menjawab dan membungkam mulutnya mendengar celotehan sang ayah yang nampak geram.
"kapan kau bisa berubah hah!?
"kenapa kau selalu membuat masalah dan terus membuat ayahmu ini malu.
"apa karena wanita itu membuatmu begitu membenci ayahmu ini nak? ucap lirih sang ayah.
zaman memang sudah berubah, ayah salah menyamakan mu pada ayah, ayah hidup dalam aturan dan bayangan kakek dan ayah bangga akan itu ayah mengikuti sumua yang diperintahkan kakekmu selagi itu baik untuk ku karena mereka punya hak atas anaknya, tapi sepertinya ayah salah, ayah tidak punya hak atas putraku sendiri, semua yang ku lakukan demi kebaikan juga masadepan putra kesayanganya membuatnya justru dibenci putranya sendiri. ucap sang ayah menahan sesak didadanya pergi meninggalkan rico yang tak bergeming dari tadi.
...
setelah sampai diruanganya sekembali dia dari ruang bosnya, dewi yang tengah duduk tiba tiba mengingat kembali dan mencerna kata kata bosnya mengenai wanita yang di carinya,
eeh tunggu... tuan ken bilang wajahnya biasa saja , tatapan mata kosong penampilan nya juga seadanya.
omong kosong!!!
seketika dewi bangun dari duduknya mengenai siapa wanita yang sedang dibayangkanya..
dia bergegas pergi meninggalkan ruangan itu untuk menemui sisil berbagi fakta yang baru muncul dikepalanya.
__ADS_1
dewi yang baru keluar dari lif langsung mehampiri meja sisil yang tengah sibuk langsung memecah konsentrasinya melihat dewi yang datang mangejutkanya.
"hei kanapa kau lari lari begitu! mengagetkan orang saja ucap sisil.
dengan nafas yang masih ngos-ngosan dewi mengeluarkan suaranya
"wanita itu,...menggantung karna nafas naik turunnya
"apa!? tanya sisil
"aku sepertinya tahu wanita itu, ucap dewi
"wanita siapaa ? tanya sisil lagi
"wanita yang tuan ken cari, memangnya siapa lagi ?! teriak dewi kesal dengan pertanyaan sisil yang berulang.
wanita yang membuat meraka pusing seminģgu terakhir yang membuat mereka jadi santapan amarah tuan ken setiap harinya.
"dewi apa benar yang kau ucapakan!?
"kau sudah menemukanya?
"dimana dia tanya sisil melihat kearah pintu lif berharap wanita yang dimaksud menyusul datang.
"lepaskan kau membuat kedua lengan ku sakit ! tegus dewi menghempaskan kedua tangan sisil juga
"ya ya maafkan aku, lalu dimana dia kenapa kau tidak membawanga sekalian?ucap sisil, lebih cepat lebih baik dia jadi bisa tenang begitu pikirnya
"walau kiamat sekalipun kita tidak akan menemukanya disini,,pangkas dewi
"kenapa! kau bilang sudah menemukanya tadi?? sontak sisil yang baru senang kembali down mendengar yang dikatakan dewi rekanya itu
__ADS_1
" heei aku bilang aku tahu wanita itu, aku tidak bilang aku menemukanya! jawab dewi tak kalah kerasnya,
yang tanpa mereka sadari dua pasang bola mata , kedua pria tengah tengah berdiri depan pintu tak jauh dari meja mereka,
ken tampak melipatkan kedua tangan didadanya sementara geri dengan tangan satu di sakunya celanaya.
mereka sedang menontong pertunjukan dengan fokusnya.
"apa sudah selesai dramanya? ucap ken yang langsung membuat kedua wanita itu menoleh kaget bukan main melihat kedua pria itu tengah memperhatikan mereka.
"aku menyuruh kalian mencarinya bukan beradu pendapat dan membuat keributan! lagi suara ken menghentak telinga mereka
ken menghembus nafasnya dalam
"aku beri 1x lagi kesempatan kalau kalian tidak juga menemukanya besok lebih baik kalian tidak perlu.... seketika ken terhenti dengan kalimatnya karena dewi memotongnya
" aku sudah menemukannya, ucap dewi langsung menutup mulutnya seketika karena berani memotong ucapan atasanya
"benarkah? tutur gery ikut menimpali sambil mengerutkan keningnya
"kau sedang tidak mencari alasan agar lolos dari hukuman tuan ken kan? gery menambah ucapanya
"tidak gery dewi memang sudah menemukanya! sisil ikut bersuara membela.
yang membuat gery menahan tawanya karena gemas dengan epspresi wajah yang sisil ditunjukan didepanya,
"bagus bawa dia padaku sekarang, ken hendak masuk kembali keruanganya dikuti gery dbelakangnya tiba tiba,
" dia sudah dipecat tuan. dewi mengeluarkan suaranya pelan.
bersambung
__ADS_1