
di jerman rico tinggal di apartemen bersebelahan dengan linzy, walau begitu mereka seperti tinggal serumah,
karena linzy yang terus terus disana. apartemenya di atas sofa dengan melipat tangan di belakang kepalanya, melihat langit langit.
"sayang kau sudah makan, ucap linzy yang baru masuk membawa sesuatu ditanganya,
"kau sudah pulang? ujar rico
"iya, rasanya aku lelah sekali, aku benar benar tidak suka bisnis! ucap linzy
"kalau tidak suka kenapa kau ambil jurusan itu tanya rico
"tidak apa apa, aku suka tantangan jawab linzy yang tampak nyengir. linzy yang menyukai lukisan dan teater drama, sebenarnya hendak mengambil jurusan kesenian .
namun karena rico mengambil jurusan bisnis dia juga ikut agar bisa dekat dengan rico sang kekasih .
ayo makan! ajak linzy menyiapkan makanan yang dia bawa memindahkan nya di piring.
rico bangun menghamiri kekasihnya itu.
keduanya menyantap makanan mereka,
setelah selesai linzy kembali ke kamarnya.
rico menghidupkan tv namun tidak menontonya rico hanya memindah pindahkan saluran tv itu. karena merasa bosan, rico mengambil salah satu buku memilih untuk membaca,
sudah hampir 1 jam rico membaca, bahkan matanya sudah berair karena terlalu lama menatap buku terlalu dekat, hingga akhirnya tanpa di sadari nya rico pun tertidur.
πππ
yezzi tertawa bahagia, bergandengan tangan dengan seseorang tapi entah siapa, dari postur badannya tidak asing, sepertinya aku mengenalnya.
tak lama pria itu pergi entah kemana,
kesempatan untuk ku menghampirinya.
yezzi, ucapku memegang pundak bahunya
yezzi menoleh dan aku langsung memeluknya,
"aku sangat merindukan mu,
kau dimana selama ini, aku mencarimu kemana mana ucapku. tapi yezzi diam tak menjawab apa apa
"tolong maafkan kesalahan ku selama ini, aku benar benar menyesal tidak mempercayaimu, dan aku benar benar salah telah mempertanyakan martabat dan juga harga dirimu sebagai wanita.
"sayang maafkan akuu,
"sayang bicaralah, kenapa kau diam saja .
yezzi "kau siapaaa????
yezzi pergi begitu saja karena pria bersamanya telah memanggilnya.
__ADS_1
yezzi! tunggu aku, kumohon jangan tinggalka aku
kembalilah padaku, aku sudah kehilangmu satu kali
aku tidak mau lagi kehilanganmu
yezzi ku mohonnnn
yezzi... yezzi ...
pria malang itu menangis tersungkur di tanah ,tangan nya melambai berharap wanita yang sangat dia cintai itu kembali padanya
kisah yang menyedihkan, seperti kisah kisah cinta lain nya.
sekarang takdir sedang mempermainkan mereka.
... ...
"sayang bangun!...
sayang bangunlah kau kenapa?
sayang,.... ucap linzy cemas membangunkan rico kekasihnya yang nampak pucat, serta keringatk didahinya.
"rico terperanjat nampak syok, dia duduk mematung.
pikiranya berkeliaran mengingat mimpinya itu
"sayang kau kenapa, kau mimpi buruk? tanya linzy namun rico tetap tak menjawabnya.
"keluarlah... pergi ke kamarmu .
biarkan aku sendiri ucap rico datar
"sayang...
"aku bilang keluar!!! bentak rico dengan suaranya yang meninggi
*aku benar benar tidak ingin melihat wajah mu lagi
*pergilah sejauh yang kau bisa, pura puralah tidak mengenal jika suatu saat tidak sengaja bertemu. (rico)
*orang yang tidak punya hati pasti dia bukan manusia, tapi entahlah setelah hatiku kau curi aku malah lebih
manusiawi
: aku membangun mimpi di suatu negeri ketika kamu datang, aku sangat mencintaimu meskipun aku tidak mengatakan nya.
* yang kau lakukan tidak hanya menyakiti hati ku, tapi juga harga diri ku sebagai wanita, ( yezzi)
rico mematung mengingat semua kata kata yang pernah diucapkannya dan juga yang di ucapkan yezzi padanya.
.... ....
__ADS_1
selesai makan riffa kembali ke kamar nya. sementara ken keluar melajukan mobilnya ke suatu tempat, dan kembali setelah beberapa jam dengan 3 paper bag ditangannya. melangkah ke arah kamar riffa , riffa yang sedang membaringkan tubuhnya memejamkan kedua matanya, terperanjat karena ketukan pintu di kamarnya itu, dia melihat jam yang ternyata sudah hampir pukul sepuluh malam,
"aaa malam malam begini dia masih saja menganggu ku ujar riffa berjalan ke arah pintu
ceglek( pintu terbuka)
riffa berdiri dengan wajah kantuknya yang tampak tak semangat itu karena merasa terganggu,
"appaaa...tanya riffa dengan mata kantuknya
"ambil ini, dan istirahtalah ujar ken
"ya ya aku memang sedang mencoba untuk tidur, kau yang menganggu istirhatku ucap riffa kesal
ken tak menimpali kata kata riffa itu dan langsung pergi ke kamarnya
riffa menutup pintu kamarnya, membuka paper bag yang di berikan ken padanya itu yang ternyata berisi beberapa pasang pakaian untuknya dia tersenyum dan langsung memakainya, tinggi badan nya yang hanya 150 cm membuat baju yang memang sesuai dan pas untuk ukuran badan nya tapi tidak dengan panjang baju itu.
nampak riffa menggerutu karena harus menggulungkan celana bagian bawahnya serta ujung lengan baju tidurnya itu karena kepanjangan.
"dia bahkan tidak bisa memilih pakaian dengan ukuran yang pas ujar riffa yang masih menggulung bawah celananya itu.
pagi pagi ken sudah bangun bersiap berangkat kerja dia juga sudah menyiapkan makan pagi untuknya juga riffa,
"apa kau sudah bangun ucap ken seraya mengetuk pintu kamar riffa, setelah dua tiga kali tak ada jawaban ken memilih pergi mengira riffa yang belum bangun ternyata sedang di kamar mandi.
ken menyiapkan sarapan diatas meja
tak lama riffa menghampirinya
" kau mau kemana ken ? tanya riffa
"kerja,
"kerjaa tanya riffa yang tak percaya,
"lalu apa bedanya aku dirumahku, kalau di sini aku juga sendiri,
"nanti akan ada yang datang untuk menemanimu ujar ken, .
"ayo makanlah, ..
"maaf aku tidak bisa menemanimu .
aku sudah cukup lama cuti , karena selama kau di rumah sakit banyak kerjaan di kantor yang ku tinggalkan begitu saja. jelas ken seraya mengusap rambut riffa ,
sementara riffa menatap ken dan
memperhatikan tanganya yang mengelus rambutnya ituu ken yang tersadar langsung menurunkan tangannya.
"ayo cepatlah makan sarapanmu seru ken , keduanya nampak canggung dan langsung menyantap sarapan mereka masing masing.
... ...
__ADS_1
bersambung