
ken yang kesal ulah tingkah riffa dia langsung masuk ke ruang kerjanya mengambil ponselnya yang tertinggal
lalu pergi ke luar entah kemana.
sementara jam sudah pukul 18.30 sarita tengah menyiapkan makan malam, ken yang baru pulang berlalu melewati dapur begitu saja,
"maaf tuan, nona riffa belum makan apapun hari ini, aku takut dia kenapa napa, bisa kah tuan membangunkan nya aku sudah berusaha dari pagi tapi nona tidak keluar juga ucap sarita.
"bukankah tadi sore dia keluar dari kamar untuk makan ujar ken mengeryitkan dahinya heran.
"aku dari sore ada di dapur tuan, aku tidak melihat nona ke dapur makan.
"benarkah?, lalu pergi kemana dia tadi, ken berjalan menemui riffa di kamar nya.
karena kesal ken bahkan tak lagi mengetuk pintu dia masuk begitu saja langsung di ikuti suara tinggi nya.
"bangun dan keluar makan!,
kenapa kau senang sekali membuat orang susah karena mengkhawatirkan mu! ken menarik tangan nya
"lepasss kan tangan ku! bentak riffa tak kalah kerasnya. aku tidak butuh perhatian dan rasa kwatirmu itu, aku bisa mengurus diriku sendiri!
"hee ada apa dengan mu!, apa aku punya salah pada mu, apa karena mengenai kejadian pagi itu? katakan! jangan membuatku pusing karena sifat kekanak kanakan mu ini! bentak ken
"bukan kah sudah ku bilang tidak terjadi apapun pagi itu!, jangan membesar besar kan masalah!
riffa diam tak lagi menjawanya nya, riffa hanya menatapnya dengan tatapan tajam penuh benci.
ken langsung menarik tanganya dan membawanya ke dapur langsung menduduk kan riffa di kursi meja makan.
berhenti menatapku dan cepat makan! tukas ken dengan mata tajam nya, sarita yang tidak pernah melihat kemarahan tuanya bahkan merasa takut.
tidak dengan riffa yang tak kunjung bergerak menatap ken begitu saja, sarita mengambil piring mengisinya dengan makanan lalu memberikan nya pada riffa.
__ADS_1
nak riffa ku mohon makanlah , tuan sangat khawatir padamu, tolong jangan membuatnya semakin marah bisik sarita. melihat wajah pucat sarita riffa langsung mengambil sendok dipiring nya.
tentu saja dia tak tega melihat wanita paruh baya dengan wajah piasnya.
"aku akan makan, jadi pergilah dari sini. ujar riffa pada ken, tapi mata nya tetap melihat piring di depan nya.
ken semakin bingung megelengkan kepala nya
"awasi dan pastikan dia memakan makanan nya ujar ken menatap sarita lalu pergi meningalkan kedua wanita itu.
"bu bisa temani aku keluar sebentar.
"kemana nak, tanya sarita
"jalan jalan , kita ke mall terdekat sini saja, aku mau makan di sana , aku merasa bosan . ayo bu riffaa merengek merayu sarita.
"tapi bagaimana dengan tuan kita harus meminta izin nya apalagi ini sudah malam nak ujar sarita
"tidak perlu bu memang nya siapa dia , aku tidak butuh izin nya, ini masih sore belum juga jam tujuh,. bu ayo pergi, aku lapar sekali aku tidak akan makan apapun kecuali di sana ancamnya.
setelah membacanya dia langsung bergegas mengambil jaket lalu keluar apartemenn melajukan kendaraan nya tapi bukan dengan mobil yang biasa di pakai nya, melainkan dengan motor gede menyusul riffa.
sebelumnya karena sarita yang cemas karena mereka keluar tanpa sepengetahuan bos nya diam diam mengirimi tuanya pesan.
ken yang menggunakan sepeda motor tanpa ada halangan dalam perjalanan menuju mall yang di tuju nya, dia lebih dulu sampai di sana, ken meraih ponselnya lalu mengetik susuatu di ponselnya.
📨aku sudah sampai bi, tolong bawa dia ke resto x lantai 3, aku menunggu di sana ken mengirim pesan pada sarita.
"baik tuan, kami sebentar lagi sampai balas sarita.
sampai nya di sana sarita mengambil alih menuntun jalan riffa agar ikut dengan nya,
"dia tampak bersemangat sekali setelah sampai, tadi saja aku harus memaksa nya dulu agar mau pergi riffa tersenyum bahagia melihat sarita di depan nya.
__ADS_1
" masuklah nak, ibu mau ke toilet sebentar ujar sarita,
"baiklah, tapi bu bukan kah ini restoran jepang, aku tidak suka makanan jepang, aku akan menunggu mu di resto sebelah iya ucap riffa sambil menunjuk resto lalu menacungkan kedua jempol nya.
"ya ya baiklah nak, tunggu aku di sana, jangan ke mana mana sarita berlalu pergi meninggalkan nya.
sementara ken yang sudah mendapat kabar segera pindah ke resto yang ada di sebelah yang di katakan sarita. tapi ken tak mendapati ada riffa di sana,
dimana dia, gumam ken melihat sekitar area resto .
seperginya sarita ternyata riffa tak langsung masuk ke dalam resto tersebut, perhatian nya teralihkan pada pertunjukan yang sedang di adakan di mall itu, dia menonton sambil menunggu sarita pikirnya .
namun karena tak kunjung kembali, riffa memutuskan masuk ke dalam resto.
ken yang sudah melihatnya, langsung duduk di salah satu meja.
karena hari libur mall dan pusat perbelanjaan tentu ramai tak seperti hari hari biasanya, tak terkecuali food court yang ada di sana juga resto yang sedang di kunjungi riffa,
resto itu tampak sangat ramai, riffa bahkan kebingunan mencari tempat duduk dan hanya ada satu meja yang terdapat kursi kosong yang di tempati ken saja.
riffa yang sudah mendekat arah ke meja yang diduduki nya ken segera menutup wajah nya dengan buku menu resto tersebut.
"maaf boleh kah aku duduk di sini tuan, ucap riffa,
"ya silahkan saja, ken membuka penutup wajah nya berpura pura kaget melihat riffa di sana, kau!, apa yang kau lakukan di sini ujarnya
riffa yang melihat siapa orang di depan nya bangun dan rekplek memundurkan kaki nya beberapa langkah sangking terkejutnya.
"kauuu!, ke-kenapa kau ada di sini? tanya riffa, dia yang keluar tanpa sepengetahuan ken melihat orang itu di depanya tiba tiba merasa sedikit takut padahal dia begitu menyombongkan diri nya saat akan pergi .
"aku yang harus nya bertanya ,
kenapa kau ada di sini ? bukan kah tadi kau sedang makan bersama bibi, !
__ADS_1
"a-aku a-ku bosan dengan makanan rumah, jadi aku mengajak bu sari makan di sini, ehh, kenapa dia belum juga kembali ucap riffa yang baru menyadari sudah cukup lama sarita meninggalkan nya.
bersambung