
malam itu begitu indah tidak seperti malam-malam biasanya, langit dipenuhi bintang-bintang serta galaksi ruang angkasa menambah keindahan bagi yang memandangnya.
sebuah kaffe kekinian, yang begitu hangat dibicarakan akhir-akhir ini, chef dan para kru dapur nampak sibuk, menyiapkan beberapa menu istimewa andalan mereka.
namun jangan mengira itu untuk pelanggan setia mereka biasanya, ya tentu saja hari ini hari special untuk seseorang yang sudah menyewa kaffe mereka.
kafe yang konon sedang hitz juga kekinian itu nampak sunyi sepi, namun tidak dengan suasana ruangan itu yang terlihat begitu indah dengan dekorasinya.
jam sudah menunjukan pukul 19.00 beberapa tamu undangan sudah terlihat berdatangan, para wanita berjalan memasuki kafe itu dengan penampilan terbaik presepsi meraka sendiri pastinya, beberapa pria masuk dengan pasangan mereka, ada pula yang berjalan sendiri tanpa pasangan disebelahnya.
Di sebuah kamar, pria yang masih duduk melamun di atas ranjangnya, menghela nafas panjang, berdiri menatap cermin
didepan lemarinya
"apa yang aku lakukan ini benar"
"kenapa setelah membuat keputusan aku malah semakin bimbang"
pria itu terperanjat karena dering di ponselnya, dia melangkah mengambil ponsel dimeja kerja nya dan mengangkat telepon yang ternyata dari sahabatnya
"iya halo, ada apa?
" ada apa ? kau ini ! heii ini pesta mu kau dimana semuanya sudah datang! geri setengah berteriak ditelponya
"heei kau dengar aku tidak"
" aku ,, aku akan segera tiba, aku sedang dalam berjalanan, dia langsung menutup telponya sahabatnya.
di sebuah kaffe mewah, beberapa tamu berjalan kesana kemari mencari kesenangan sesekalli tersenyum dengan melambai tangan bertemu beberapa sosok yang mungkin mereka kenal .
ada juga beberapa tamu yang kecewa karena pesta pertunangan itu mundur dari waktu yang di tetentukan.
__ADS_1
" ah aku bahkan lupa memakai kalung berlian ku karna terburu-buru!. gerutu salah satu tamu wanita
"huh aku juga bahkan tidak sempat mengambil gaunku di butik A karna melihat jam yg sudah begitu mepet.
"tahu begini kita lebih baik kepesta si b dulu aku jadi tak enak tidak datang.
sedangkan disalah satu ruangan kafe itu wanita dengan gaun merah tanpa lengan di dukung rambut panjang menjuntai membuat penampilannya terlihat begitu sempurna. wajahnya yang memang sudah cantik didukung barang-barang mewah nan indah samakin menunjang penampilanya.
berbanding terbalik 180Β°, dengan penampilanya yang sempurna, wajahnya yang di tekuk jelas terlihat bahwa dia sedang gelisah, menunggu seseorang. linzy berdiri depan jendela menatap arah pintu masuk berharap orang itu segera datang.
jam sudah menunjukan pukul 20.00,
linzy tersenyum bahagia berlari keluar setelah melihat mobil kekasihnya datang.
linzy langsung tersenyum mehamburkan pelukanya pada endrico yang baru beberapa langkah dari pintu.
" sayang kenapa kau lama sekali, aku benar-benar khwatir kau tidak datang" linzy berbicara setengah berbisik
pesta di mulai , tamu sudah berkumpul melihat sepasang kekasih yang akan melangsungkan pertunangan. linzy tak berhenti tersenyum bahagia dari tadi, namun berbeda dengan pria di samping nya yang memasang wajah datar.
endrico sesekali tersenyum kecut basa-basi hanya untuk tamu yang datang.
Mc sudah membacakan satu persatu urutan acara yang akan di laksanakan.
sampai tiba waktunya momen yang begitu di nantikan yaitu tukar cincin sepasang kekasih tanda samakin dekat waktu bersatunya dua insan.
mata linzy berkaca-kaca setelah endrico memasangkan cincin kejari manisnya, cincin pengikat hatinya dan juga endrico. tentu momen itu hal yang begitu membahagiakan bagi linzy penantiannya selama inj tidak sia-sia, hubungan mereka naik satahap untuk jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.
sampai tiba waktunya acara penutupan, semua bersorak ria, para tamu ada yang menyumbang lagu, ada yang berdansa dan ada juga yang tidak tertarik sama sekali, hanya duduk berdiam diri.
"geri sedang apa kau disini!
__ADS_1
geri mendongak ternyata endrico sudah menghamiri duduk didepanya.
"kau tidak lihat aku sedang duduk"
"aku kaget kau menelpon ku, aku kira kau tidak akan datang, kau kan orang hutan yang tidak suka keramaian" ejek rico
"aku sebeneranya enggan datang, bagaimana lagi tidak mungkin aku melewatkan hari special teman baik ku .
Endrico hanya diam mendengat ucapan sahabatnya, Gery yang sudah berdiri tidak rico sadari telah bergegas melangkah keluar
"kau mau kemana ry?
"pulanglah.. kau taukan aku sangat tidak nyaman tempat seperti ini.
"ayolah bro! tunggulah sebentar lagi "
"tidak! aku sangat lelah besok juga ada rapat, pekerjaan ku ada yang belum selesai, pesta nya juga sudah berakhir" tolak gery
"ya ya pergilah banyak sekali alasanmu!
endrico memutar badanya ingin masuk kembali
"ric ! gery memanggil dan menghamiri rico
" aku tau ini sulit bagimu,
" tapi apapun alasanya kau tetap harus melanjutkan kehidupan mu dengan baik dan bahagia .aku rasa lima tahun sudah cukup bagimu menghukum diri.
" kau sudah membuat keputusan yang tepat dengan menerima linzy.
π π...β....
__ADS_1