
dalam perjalanan pulang. Ken menepikan mobilnya berhenti di sebuah toko.
sesampainya di apartemen dia langsung masuk disambut bi saritaa yang sudah bersiap hendak pulang. mengingat wanita yang harus dia jaga sudah tidak ada rumah itu. dia memutuskan berkerja pulang pergi jika memang tenaganya masih dibutuhkan tuan nya
bibi.. ada apa? mau pergi ? tanya Ken
iya tuan, saya akan pulang.
pulang?
iya tuan, rasanya kurang nyaman mengingat nona sudah tidak tinggal di sini lagi. kalau tuan mengizinkan dan jika tuan masih berkenan memperkerjakan saya . saya ingin kerja pulang pergi saja.
bibi bicara apa, riffa tidak di sini? lalu ada di mana dia?
nona bilang sudah mengatakan dan tuan bahkan sudah mengizinkannya
nona riffa sudah pergi tuan, bukankah nona sudah mengatakannya pada tuan semalam?
dia sudah pergi? kapan itu?
iya tuan nona pergi tadi pagi, tidak lama tuan berangkat nona mencari tuan untuk berpamitan.
.
.
.
Ken menyandarkan tubuhnya ditempat tidurnya. guratan kesedihan nampak di wajah tampannya walau dia bahkan belum membersihkan tubuhnya sepulang dari berkerja sekalipun .
dia memang mengatakan akan pergi.
tapi tidak hari ini, juga secepat ini.
dia bahkan tidak memberi ku kesempatan mengatakan sampai jumpa
meski hanya beberapa bulan kebersamaan.
baik buruknya, sedih atau pun bahagia.
itu tetap kenangan terindah bagiku.
kau wanita pertama yang mampu menggetarkan hatiku.
...
__ADS_1
hari berlalu minggu berganti. terhitung hampir tiga bulan sudah riffa pergi dari kehidupannya.
Ken pulang pergi berkerja dengan kegiatan kantor nya.
sekilas tidak ada yang berbeda semua terlihat normal seperti biasa.
namun tidak dengan hatinya yang begitu merindu.
dia mengalihkan rasa rindu nya dengan berbagai kesibukan. menghibur diri walau tak mampu mengobati kerinduan di hatinya.
dia tetap menahan diri untuk mencari.
di setiap tatapan ku aku melihat wajahnya
siapakah wanita yang aku rindukan ini?
he kau bukan siapa siapa...
tidak .. aku tak butuh menjadi siapa siapa nya. di sini hanya seorang pria yang merindukan wanita yang di cintainya.
...
flashback on
suruh dia pulang pada keluarga nya
tapi nak ini tidak berlaku untuk keluarga kita,
kakek dan ayahmu begitu menjunjung tinggi dan menghargai tradisi ini
dan kau sudah melanggar nya.
tiga tahun ibu rasa sudah cukup untuk kalian saling mengenal.
menikah lah kalau kau begitu mencintainya.
Buu
pergilah,
flashback off
aku mencintainya bu
aku mencintainya
__ADS_1
aku hanya takut dia orang yang sama
mengusap wajahnya frustrasi
Ken yang melamun terpecah dari suara pintu yang di ketuk. setelah mempersilahkan masuk, terlihat sisil sekretaris nya .
maaf tuan memanggil ku
kau sudah menyiapkan data yang ku minta pagi tadi.
sudah tuan, apa perlu ku bawa kemari?
tidak perlu, rapat hari ini Gery menghandle. siapakan semuanya, aku yang akan memberi tahunya.
baik tuan, apa ada yang lain lagi
tidak ada, keluarlah.
wanita itu membungkuk hormat meninggalkan ruangan bosnya.
sementara Gery yang baru di beritahu akan memimpin rapat langsung menemui Ken sahabat sekaligus bosnya itu.
ada apa Ken, apa kau baik-baik saja?
apa kau tau dimana wanita itu tinggal?
apa? siapa wanita yang kau maksud?
riffa, di mana dia tinggal?
oh dia, maaf Ken aku tidak tauhu. tapi kenapa kau tiba tiba menanyakan alamatnya?
apa ada hal penting Ken ujar Gery lagi
aku hanya merindukan nya .
keluarlah, aku percayakan rapat hari ini padamu, dan Erlangga dia orang cukup penting aku harap kau bisa mengambil kepercayaan nya dan bekerja sama dengan perusahaan ku.
ternyata teman ku ini masih normal yaa Gery tertawa, rupanya sedang merindu yaa.
diamlah! cepat keluar dari ruangan ku! umpat Ken kesal karena ledekan sahabat nya itu
sementara Gery langsung menuju pintu keluar.
mengenai riffa aku rasa kenzy tahu alamatnya tanya saja pada adik kesayanganmu . semangat ! Gery langsung keluar setelah mengucapkan itu
__ADS_1
kenzy?