
Ken keluar menuju mobilnya, dia telah duduk di belakang bangku kemudi, mobil nya menelusuri jalan pinggiran kota padat penduduk yang sedikit kumuh di penglihatan mata.
"apa benar dia tinggal di daerah seperti ini"
" tunggu tuan, maaf boleh saya bertanya , apa kau tahu orang ini, memperlihatkan sebuah foto. kau tahu dimana rumahnya? bertanya dengan seorang disana
"boleh saya tahu tuan ini siapa, ada apa tuan mencarinya.
"saya temannya, ada hal penting yang harus aku katakan pada nya, bisa tuan antar saya ke sana.
*** *** ***
sebuah bangunan kecil, tempat inilah dimana Riffa menghabiskan waktu nya , sekembalinya dia dari rumah Ken. sehari hari dia sudah menyusun kembali rencana hidup kedepannya. mencari beberapa perkerjaan, beberapa kali juga dia mendapat penolakan mentah mentah. riffa hampir sudah putus asa.
pikiran kemana mana, hingga suara ketukan pintu pintu mengejutkan nya. Riffa bangun menuju pintu .
tunggu sebentar,
ceglek, pintu terbuka. siapa? ujarnya
"lama tidak bertemu, yang di depan pintu itu tersenyum menatap nya cukup lama, kepalanya mengitari ruangan meski badannya tetap tegak di ambang pintu karena belum di persilahkan masuk oleh tuan rumah.
"Ken !.. , Riffa tak bisa menyembunyikan keterkejutan nya pada laki laki yang berdiri di dapan nya. ada apa, dari mana kau tahu rumahku? riffa menatap ken bingung.
__ADS_1
"apa kau tidak mempersilahkan tamu mu masuk? ken bicara dengan nada sedikit ketus, setidaknya biarkan aku masuk dan duduk dulu untuk menjawab pertanyaan mu. apa kau tidak punya sopan santun, kau tidak tahu istilah tamu adalah raja Ken lagi lagi menyudutkan riffa
benarkah ada istilah itu, apa itu tadi tamu?setahu ku pembeli adalah raja baru benar.
dia tidak berubah . memang begini lah sifatnya, suka membuat orang kesal.
" silahkan masuk Ken.
duduklah aku akan mengambilkan minum untukmu, riffa pergi kedapur. tak lama dia sudah kembali dengan nampan berisi teh ditangannya, meletakkan cangkir di atas meja kecil itu, minumlah .
" jadi kau tinggal disini, matanya mengitari sekeliling ruang. ini sempit ujarnya, tangannya mengambil cangkir teh dan meminumnya. apa kau bisa bernafas dengan nyaman ditempat seperti ini.
mobil pun tidak bisa masuk, aku harus parkir ujung jalan sana
"sudah!! berhenti mengkomentari rumahku, dengar tuan Ken yang terhormat! tidak semua orang mempunyai banyak uang seperti mu, jadi hanya rumah ini yang bisa ku sewa dengan penghasilan ku,
kenapa tiba-tiba datang?
"ini tidak tiba-tiba, aku sudah lama mencarimu, kebetulan hari ini ada waktu jadi aku menyempatkan untuk mampir. kau senang?
"kau mencari ku,.. terkejut.
untuk apa?, bukankah aku sudah mengatakan pada mu aku akan pergi,
__ADS_1
akukan tidak kabur atau pergi begitu saja
"apa itu cukup.. kau mengatakan pergi lalu meninggalkan rumah begitu saja tanpa izin dari ku, menyentil kening kepala dengan telunjuk. setidaknya tunjukan sopan santun mu .
"memang aku harus bagaimana, menunggu mu lalu pamit pergi, kalau aku lakukan itu apa kau akan membiarkan aku pergi ? menatap mata dalam.
tidak, bukan kau . tapi aku yang mungkin tidak akan bisa pergi jika melakukan itu . riffa
kau sudah melakukan hal yang benar dengan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal, setelah kepergian mu aku menyadari nya. kepergian mu membuat ku yakin akan perasaan ku. ken
aw riffa meringis karena kening nya lagi lagi di senti oleh Ken, sakit !! riffa berteriak... dia mengusap dahinya beberapa kali . kau suka sekali menyentil dahi ku ini sakit tahu!
"setidaknya kau katakan akan pergi kemana, katakan dimana kau tinggal, lalu ucapan terimakasih . itu saja tidak bisa kau lakukan. "mencibir dengan suara sedikit ketus, begitu cara mu membalas orang yang sudah merawat mu !.
"apa kau lupa, aku sudah berterima kasih waktu itu, "cemberut"
mengenai aku akan pergi kemana aku rasa itu tidak penting. mengapa aku harus mengatakan nya pada mu. alasannya apa hingga aku harus memberitahu mu?
"karena aku sangat khawatir pada mu, Ken merengkuh pinggang riffa dan memeluk nya. menunjukkan betapa dia begitu merindukannya .
kau tidak tahukan secemas apa aku setelah kau pergi, aku ingin mencari mu tapi aku tidak yakin pada diri ku sendiri.
"riffa..
__ADS_1
sudah mendongak melihat Ken yang menatapnya dalam, sambil memegang dagunya
"aku mencintaimu, maukah kau menikah dengan ku???