Tangga Ke Surga

Tangga Ke Surga
aku tidak bisa


__ADS_3

H-2 pernikahan


dua hari menjelang pernikahan.


rico sudah menyiapkan segala sesuatu persyaratan nikah.


sore itu sepulang kerja rico singgah ke suatu toko perhiasan tak jauh dari kantor tempat dia berkerja, untuk mengambil cincin yang sudah dia pesan beberapa minggu yang lalu.


linzy yang baru pulang dari kuliahnya, masuk tampak tak semangat dan terlihat lelah, dia merebahkan tubuh di kasur santai.


pernikahan yang tinggal hitungan jam membuat linzy semakin bimbang, padahal rico sudah bersikap manis padanya,


terlebih lagi semenjak rico mengajak nya menikah. rico sudah lebih memperhatikan linzy calon istrinya itu.


rico benar benar memperlakukan linzy seperti layak nya pasangan yang mencintai pada umum nya.


anehnya justru itulah penyebab linzy semakin ragu pada nya, apa lagi setelah perdebatan mereka beberapa hari yang lalu, hati dan pikiran linzy semakin tak menentu . linzy mengingat ucapan rico yang mengatakan belum mencintai nya , dia yang merasa bersalah sampai hari ini,


jelas, ada kesalahpaham yang membuatnya sampai seputus asa itu pikir linzy


pasti itu menyangkut seorang wanita,


pasti itu orang yang dia cintai


linzy terhanyut dalam pikiran nya sendiri.


*ada apa dengan ku,


selama ini aku berpikir asal dia bersamaku,


aku tidak akan memikirkan hal lain lagi,


tapi...kenapa saat pernikahan yang sangat aku impikan ini sudah di depan mata


kenapa rasanya begitu berbeda


aku ingin dia seutuhnya


aku ingin hatinya


bagaimana aku memasukinya jika didalamnya sudah ada wanita lain yang di cintai nya


pernikahan seperti apa yang akan ku jalani sementara pria yang hidup bersama ku hanya menikahi ku karena keterpaksaan*.


rico yang baru pulang dan sampai di apartemen langsung mencari keberadaan linzy.


dia mengelilingi ruangan dan mencari di setiap sudut ruangan.


kemana dia, ucap riko yang mata nya masih mengitari setiap ruang.


apa dia belum pulang?

__ADS_1


tapi ini tas nya ada di kamar. rico lalu marogoh ponsel di kantong kemeja nya menghubungi linzy,


yang langsung terdengar bunyi berdering di kamar itu , ternyata ponsel linzy ada di dalam tas nya .


dia meninggalkan ponsel nya gerutu rico.


kau sudah pulang? tanya linzy yang baru melangkah masuk ke kamar nya ,


kau dari mana saja? aku mencari mu dari tadi?


aku di diluar balkon, ada apa?


kemarilah, lihat (rico membuka kotak berisi cincin kepada linzy) apa kau menyukainya?


linzy diam sesesaat melihat cincin yang ada di depan matanya,


indah,,.. ini sangat indah dan juga cantik ucap linzy tersenyum memandangi rico lama.


tapi mata nya kosong tak sikron dengan yang di ucapkan nya serta senyuman di wajah nya.


kegundahan dan kegoyahan hati nya semakin memuncak saja saat melihat cincin kawin yang baru di tunjukan rico pada nya.


*apa yang harus ku lakukan...


umpat linzy meringis dalam hati.


* * *


riffa keluar kamarnya namun bukan untuk makan seperti yang dia katakan, kaki nya justru melangkah keluar dari apartemen,


dia ingin menghindari ken untuk beberapa hari , memikirkan apa yang ibu nya ken katakan pada nya pagi itu.


sampai di taman yang masih di area apartemen itu riffa tak habis habis nya mengumpat kesal. dia bicara di ikuti langkah kaki nya menendang apa pun yang dilihat nya sembarangan. dia tampak seperti orang yang sedang kehilangan akal. entah apa yang di pikiran nya saat ini.


flashback on


pagi itu saat ken menyuruhnya pergi ke kamar ibunya pamit akan pulang.


riffa langsung turun dan berjalan ke kamar bella,


sampai nya di sana riffa begitu takut mengingat kejadian pagi itu pasti ibunya ken akan berpikiran yang tidak tidak tentang diri nya


aaa aku bahkan malu menunjukan wajah ini di depanyaa


di sana bella membuka pintu mendengar ketukan pintu di kamarnya.


maaf tante, aku izin mau pulang ujar riffa pelan namun terdengar cukup jelas


masuklahh dulu, aku ingin bicara dengan mu sebentar jawab bella


riffa yang tadi sedikit menunduk, mengangkat kepala nya seketika.

__ADS_1


aaa pasti dia mau menceramahi ku mengenai kejadian pagi tadi


sudah duduk berhadapan, riffa bahkan sudah membisu dan kembali menundukan kepala nya serta memegang ujung jari jari kuku nya jelas memperlihatkan kegelisahan dan ketakutan di wajahnya


sudah berapa lama kau tinggal dengan putra ku ? apa! jawab riffa terkejut. aku tanya sejak kapan kau tinggal dengan ken putra ku!


aku tidak akan berpikir buruk tentang mu karena aku memandang putra ku.


aku tahu putra ku tidak akan macam macam.


tapi bagaimana pun kau seorang wanita.


jawab!


maafkan akuuu, aku tahu ini salah.


tapi ken memaksa, walau aku tidak ngotot menolak ajakan nya waktu itu ucap riffa


putraku benar benar mencintai mu


ini pertama kalinya dia membawa wanita ke rumah ini.


aku kira ini hanya nya cara menghindari jessica mengingat ken tahu aku sangat mengagumi gadis itu .


tapi melihat kegilaan yang sudah di buat nya pagi ini ternyata tebakan ku salah.


tante bella bicara apa ???, aaa berapa lama lagi aku di sini , ken pasti sudah keluar dan turun dari kamarnya.


menikahlah dengan putra ku. ucap bella tiba tiba membuat keterkejutan riffa yang membulatkan matanya seketika.


maksud ku bersedialah menjadi pendamping hidup putra ku jika dia menginginkan dan meminta mu untuk ituu.


dia sangat mencintai mu dan bukan kah kalian sudah cukup lama bersama.


aku rasa 3 tahun sudah cukup bagi kalian untuk saling mengenal.


putraku tidak akan memintamu dua kali untuk itu, jadi saat dia melamarmu bersedialah. aku sangat memahami ken putra ku ituu.


dan bukankah sekarang kondisimu sudah baik baik saja? pulanglah ke rumah apa keluargamu tidak mengkhwatirkan mu,


tidak layak pria wanita tinggal satu atap apapun alasan nya.


flashback of


omong kosong !!!


cinta apa nya jelas sekali dia membawa ku hanya untuk menghindari gadis itu.


mana mungkin dia menyukai ku


dia mengatakan apa pada ibunya itu sampai tante bella begitu yakin seperti itu.

__ADS_1


menikah ?? aaa lebih baik masuk jurang dari pada menikah dengan pria gila seperti nya.


__ADS_2