Tangga Ke Surga

Tangga Ke Surga
jadi kepikiran


__ADS_3

cahaya sang surya malu-malu mulai menanjak menyinari kehidupan penduduk bumi.


burung berterbangan mencari makanan, dengan kicauan begitu merdu bak siulan,


wanita itu tidur meringkuk disudut kamar, riffa belum menunjukan tanda-tanda akan bangun meski jam sudah menunjukkan pukul 6:30 yang biasanya jam segitu dia sudah meninggalkan istananya.


Di suatu perusahan, semua karyawan sudah memulai perkerjaan mereka, diruangan atasan riffa ibu dewi tampak kesal, karena riffa yang sudah beberapa kali dihubunginya masih tidak ada jawaban.


Hingga beberapa saat kemudian dia keluar dari ruangan riffa dengan amarah yang menakutkan karena riffa yang dicarinya tidak ada.


berjalan cepat keruangannya langsung menyiapkan beberapa perkerjaan,


diam sejenak


"kenapa dia tidak masuk tanpa memberi kabar"


"dia terus-terusan nyari masalah, alasan apa lagi yang ku gunkan agar hrd botak itu tidak memecatnya"


"aah sudahlah pikirkan saja nanti, aku harus segera menyelesaikan laporan ini"


Gery berjalan melewati beberapa karyawan, para staf yang melihat langsung menyapa hormat pria yang juga tangan kanan bos perusahaan tempat mereka berkerja , tentu mereka harus berhati-hati dengan sikap dan juga kedisiplinan perushaan .


Gery yang sudah duduk diruang kerjanya nampak menghubungi seseorang,


"halo pak, maaf bapak dimana?"


"ger saya tidak bisa masuk , kamu pimpin rapat hari ini , urus semuanya sesuai yang ku katakan ! ucap kenzo tegas


"baik pak, gery langsung mengiyakan


yang diperintahkan bosnya itu.


"lagi-lagi aku, dia suka sekali mengerjai orang! ucap gery kesal


semua staf sudah berkumpul, gery masuk mulai menjelaskan bahwa dia yang akan mempimpin rapat hari itu karena bosnya mereka tidak bisa datang. rapatpun dimulai, gery sudah membahas ini dan itu masalah perusahaan , semua nya tampak serius beberapa karyawan bahkan ada yang memberi kritik saran mereka, serta ada juga yang memberi ide-ide ceremerlang .

__ADS_1


Gery bertepuk tangan senang, rapat berjalan lancar semua karyawan yang rapat juga tampak semangat dengan sanggah menyanggah peradu pendapat demi kemajuan perusahaan.


gery merapikan berkas pentingnya keluar dikuti karyawan lainya kembali keruang mereka masing-masing.


...


kenzo tengah bersiap dikamarnya tak lama dia sudah keluar meninggalkan apartemen mewahnya , mobiknya melaju dengan kecepatan sedang, dan berhenti disebuah toko bunga dan membeli beberapa macam buah-buahan. dan melanjutkan


mobilnya melaju rumah sakit dimana riffa dirawat. ken sudah memarkirkan mobilnya, turun bergegas masuk.


baru saja tanganya memegang handle pintu, ken langsung menoleh kearah dokter yang memanggilnya


"selamat siang dok, ucap ken


"ya selamat siang, baru datang??


"iya baru saja sampai dok"


"bisa ikut aku sebentar, ada yang ingin ku bicarakan.


"ada apa ya dok?


"ada yang lupa kusampaikan, mengenai pemeriksaan ku pada wanita itu yang kau tabrak ,,


"ya dok ada apa denganya, apa ternyata luka nya serius? ken sudah nampak panik


"tidak,, mengenai lukanya karena kecelakaan itu tidak ada yang perlu di kwatirkan sebebarnya.


"benarkah, syukurlah lega rasanya, lalu kenapa dengan wanita itu dok ?


" saat aku memeriksa matanya, ada sedikif keanehan,..


"aneh gimana ya dok?


"sorot matanya, sorot mata seperti itu biasanya ada pada orang yang sakit jiwa"

__ADS_1


mata ken langsung membulat sempurna


"jadi dia sakit jiwa??


"tidak semua sakit jiwa seperti yang kau pikirkan anak muda, maksud ku sepertinya dia mengalami depresi berat atau mungkin trauma hebat aku juga tidak bisa memastikanya.


"lalu maksud dokter menceritakanya denganku apa"


"oh ituu, sebenarnya ini masalah serius nak, kalau tidak di tangani sejak dini wanita itu mungkin bisa benar-benar sakit jiwa alias gila.


ken sudah berdiri keluar pintu, meloleh balik badan ke dokter lagi


"aku disini hanya bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpanya karena diriku,


" mengenai dia sakit jiwa atau apalah itu bukanlah urusanku" aku permisi dok


ken yang agak kesal langsung menuju kamar riffa dia masuk, tak dijumpainya wanita itu.


"kemana dia" ken keluar memanggil suster dan bertanya pasien bernama riffa


"sepertinya dia sudah pergi tuan, tadi malam ketika saya masuk ingin memeriksa dia memang sudah tidak ada.


pihak rumah sakit ingin menghubungimu tapi tuan tidak mencantumkan no ponsel tuan di formulir pendaftaran.


ken langsung keluar membawa bunga dan buah yang ditentengnya, masuk kemobil miliknya, diam dibelakang kemudi


"mengenai dia yg depresi atau gila bukan urusanku!


"tapi aku bahkan belum meminta maaf padanya"


"seharusnya aku minta dulu baru dia pergi"


"*jadi aku bisa tanang danl ega.


πŸ– πŸ‘...✍ *...

__ADS_1


__ADS_2