
sebuah kendaraan mewah tampak melaju menuju parkiran, sesorang keluar masuk ke apaertemenya, kenzo tampak tak bersemangat langsung ke kamar merebahkan tubuhnya diranjang.
memejamkan mata tapi bukannya tidur malah pikiranya kemana-mana,
kenzo teringat kembali pada wanita yang ditabraknya ,
"apasih kenapa tidak jelas juga,
"tunggu tapi wajahnya dengan foto itu memang sama, perasaanku saja atau memang mereka mirip.
"sakit jiwa, apa benar dia sakit jiwa ah tidak dokter bilang kalau tidak segera ditangan mungkin bisa tambah parah ya ya sakit jiwa juga ujung-ujungnya
"tapi kenapa"?
hisssss, kepala ku! ken memegang kepalanya yang terasa sakit.
"kenapa aku jadi memikirnya sih.
"iyaa aku memang menabraknya, tapi aku sudah bertanggung jawab! selesaikan urusan nya !
" tapi wajahnya....
📞halo bisa bicara dengan endrico.
baiklah tidak apa-apa.
tolong katakan saja padanya untuk menghubungiku kenzo . ken metutup telponya, langsung menyambar handuk ke kamar mandi .
sedangkan dimeja ponsel ken beberapa kali tampak bergetar,
ken yang baru keluar mandipun, sadar mengambil ponselnya mengangkat telpon.
di sebuah kafe rico duduk menunggu seseorang sambil memainkan ponselnya ,
tiba-tiba
" sayang kamu disini, benar ternyata kamu , aku kira salah orang. linzy senyum sumringah depan kekasihnya
" zy kamu disini,
"iyaa, aku tadi kumpul disini dengan temanku, tapi mereka sudah pulang"
"terus kenapa kamu tidak ikut pulang" tanya endrico
"karna liat kamu, jawab linzy tertawa
__ADS_1
"kamu sendiri disini sedang apa "
"aku sedang menunggu teman ku"
"sayang aku pulang bareng kamu ya" ucap linzy manja"
endrico yang sebenarnya keberatan tapi malah meniyakan permintaan linsy begitu saja. linzy duduk menyenderkan kepala dibahunya, dia yg mulai bosan menunggu teman tunangan nya itupun langsung berdiri izin ke toilet .
" kenzo datang melambaikan tangannya dan menarik kursi.
"kau lama sekali! , sudah 1 jam aku menunggu, endriko terlihat kesal
" macet parah gila, ada pohon tumbang dijalan tadi terpaksa harus putar balik.
"alasan ,",
"ngomong-ngomong tumben ngajak ketemu, mengingat kesibukanmu .
"ya karena sekarang aku tidak sibuk, jawab ken asal.
mereka mengobrol cukup lama , sambil menyantap hidangan depan meja mereka, sementara linzy tengah asik belanja disebuah toko serba ada yang tak terlalu jauh dari kafe itu , setelah mengirim pesan singkat pada kekasihnya.
"rik, apa kau baik-baik saja?
"keadaanku tidak begitu baik, tapi aku sedang sangat merusaha memperbaiki keaadan saat ini" ucap rico lagi
" lima tahun telah berlalu, tapi dia ,,aku masih bisa melihatnya dengan jelas dia masih sangat terluka, kakak sebenarnya apa yang terjadi sampai membuatmu seperti ini???
"wanita itu apa aku cerita saja yaa?
"tapi kalau tidak sesuai ekspetasi ku ini bukannya nutupi luka malah buka luka namanya.
"ric sebenarnya ada sesuatu yang ingin keceritakan padamu" ucap ken dengan serius
"apa"?
"tempo hari aku menabrak seorang wanita,
"terus kau sudah membawanya kerumah sakit ,apa parah, ?
"ken menganggukan kepalanya, dokter bilang lukanya tidak ada yang serius "
"syukurlah kalau begitu, tapi kenapa muka nampak tegang?
"wanita itu...
__ADS_1
"kenapa?
"wanita itu benar-benar mirip sama pa.....
sayang, sudah selesai belum? pulang yuk tiba-tiba linzy datang.
hmmm
"siapa dia?,tunggu apa tadi dia manggil rico sayang???
ken kenalin ini linzy pacarku, ucap endriko,
eeh iyaaa ken langsung mengulurkan tanganya
" ken "
"linzy tunanganya ucap linzy menegaskan,
"ken nampak kebingunan menatap rico , tapi rico menatap sembarang arah datar"
"ken sepertinya aku harus pulang, terima kasih sudah meluangkan waktu mu yang sibuk ucap rico
Lalu rico mangambil jaketnya keluar dari kafe, tak lama disusul kenzo
mobil kenzo menelusuri perjalanan pulang, di apartemennya kenzo baru selesai mandi terlihat dengan handuk yang masih menglilit pinggangya, berpakaian santai lalu turun kedapur untuk mengisi perutnya yang lapar.
menyalakan kompor, memasak sesuatu yang bisa dia dimakan.
ya dengan semakin berkembang pesatnya perusahaan grup keluarganya tentu menambah pundi-pundi uang serta aset kekayaan , dia dengan mudah membeli apa saja yang dia kehendaki tapi tidak dengan urusan makan, dia sangat menyukai masakan rumahan, melihat langsung mengolah makanan,ya dia sangat menghargai orang yang bisa menerapkan itu untuk keluarga . itu jelas diterapkanya dengan tidak membeli makan diluar kecuali diacara-acara tertentu yang mengharuskannya mau tidak mau makan atau jika memang dia bertemu teman-nya.
....
diwaktu sebelumnya, rico yang sedang dalam perjalanan ke rumah linzy, untuk mengantarnya pulang. sampainya digerbang satpam segera membukanya mobil malaju perkarangan,
"sayang mau masuk dulu" ajak linzy
"tidak lain kali saja, aku sangat lelah, ingin cepat istirahat, jawab rico.
linzy langsung memeluk rico dan tanganya menyentuh kedua pipinya menatap mata lekat.
" tolong jaga kesehatan, makan dengan baik.
"rico aku mencintaimu, linzy mendaratkan ciumanya dipipi rico sebelah kanan.
bersambung...
__ADS_1