Tawanan Presdir Kejam

Tawanan Presdir Kejam
Bab 26


__ADS_3

Ketegangan terjadi di antara ketiganya. Sharen yang masih menatap dengan raut cemas dan khawatir. Sementara Kean terdiam dengan waspada, otaknya berpikir keras bagaimana cara mengalihkan agar senjata api tersebut tidak melukai. Daniel sendiri terus menodongkan pistolnya dengan sekali tarik menghantarkan bahaya.


"Pergi, tinggalkan tempat ini atau aku akan menghabisimu!" sentak Daniel menekankan pistolnya.


Keanu melangkah mundur memberi jarak hingga beberapa meter. Sementara Sharen nampak terdiam di tempatnya dengan raut bingung. Perempuan itu bergerak mendekat, membuat Daniel mengarahkan pistol itu padanya, hingga Kean terkesiap.


"Jangan mendekat sayang, atau kamu memilih untuk pergi bersamaku? Aku akan meloloskan Keen untuk pergi," ucapnya membuat penawaran sendiri, yang tentu saja tidak mungkin disetujui Kean sendiri. Lalu untuk apa pria itu ke sini kalau pada akhirnya tetap membuat Sharen bersamanya.


Keanu mengangkat kedua tangannya, menatap pistol tersebut dalam fokusnya. Ia mencari titik di mana seharusnya pria itu bergerak tanpa harus menyakiti.


"Ambil kunci mobilnya, ayo sayang aku akan membawamu," titah Daniel menginterupsi perempuan itu.


Sharen melangkah perlahan setelah menatap Keanu, pria itu nampak menatapnya waspada sambil menggeleng tak setuju. Saat Daniel hendak meraih tangan Sharen, tatapannya sekilas tertuju pada kunci mobil di tangannya. Fokusnya sedikit teralihkan hingga dimanfaatkan Keanu untuk membuat perlawanan.


Pria itu mendekat cepat hendak menendang tangan Daniel yang membawa pistol. Namun, sebelum itu terjadi Daniel lebih dulu menangkap pergerakan Kean hingga membuat pria itu kembali menatap dan bersiap menarik pelatuknya.


Sharen yang di dekatnya pun tak tinggal diam melihat situasi yang genting itu, mendorong tubuh Daniel hingga pria itu tersungkur dan menyebabkan pistol di tangannya terlepas dari genggaman. Terpental beberapa langkah.


Kedua pasang netra tajam Kean dan Daniel saling membidik menyorot senjata api tersebut. Keduanya bergerak cepat saling meraihnya, hingga berebut dalam genggaman yang sama. Baik Keanu dan juga Daniel saling menarik pistol itu, adu kekuatan mengarahkan pada masing-masing tubuhnya.


Daniel membidik ke arah Keanu dengan rahang mengeras, selaras dengan Keanu yang melakukan hal yang sama, dengan sekuat tangannya. Sementara Sharen menatap keduanya dengan kekalutan luar biasa. Apa yang seharusnya perempuan itu lakukan. Apakah harus terdiam begitu saja, atau melakukan sesuatu yang mungkin saja terjadi.


"Bedebah kamu, Keen, akan aku habisi kamu menyusul adikmu," ucap Daniel mempertahankan pistolnya agar tetap mengarah lawan.


Mendengar urusan adik kesayangannya disinggung, membuat Keanu mendidih otaknya. Sekuat tenaga merebut pistol itu agar dapat melumpuhkannya. Tak semudah bayangan, keduanya sama-sama kuat mempertahankan dirinya.

__ADS_1


Hingga suara tembakan yang cukup nyaring itu terdengar mengudara. Membisukan semua orang yang ada di dalam kamar, dan juga di luar ruangan yang tengah bertarung di antara orang Kean dan juga Daniel.


Kean dan Daniel terdiam masih saling memegang pistol tersebut dalam genggaman. keduanya menatap Sharen yang ambruk bersimbah darah lantaran kena sasaran keduanya.


"Sharen!" pekik Daniel lemas. Melepas pintol dalam genggamannya, lalu berlari mendekati tubuhnya. Sementara Keanu terdiam memaku melihat istrinya yang terkena bidikan dari tangan keduanya.


Pria itu hendak menggendongnya, tetapi Keanu tak terima. Dirinya lebih berhak, mendorong tubuh Daniel lalu mengangkat tubuh istrinya yang terkapar tak berdaya.


Keanu langsung membawanya ke rumah sakit, diikuti Daniel di belakangnya. Dengan kecepatan tinggi, Keanu melajukan mobilnya.


Sampai di rumah sakit, Sharen langsung ditangani tim medis. Perempuan itu langsung masuk meja operasi mengingat bidikannya mengenai dada atasnya.


Keanu sendiri menunggu dengan gelisah, sama halnya dengan Daniel yang tidak bisa diam. Sharen sama sekali bukan titik targetnya, pria itu bahkan sangat mencintainya. Hanya karena obsesi yang tergolong ambisi berakhir kenaasan seperti ini.


Suasana di ruang OK cukup genting, lampu indikator siap dinyalakan, selaras dengan petugas medis yang sudah bersiap dengan pakaian sterilnya. Peralatan penunjang operasi, dan juga dokter sudah siap mengeluarkan peluru yang tertanam di dada Sharen.


Atas kejadian ini Sharen harus dioperasi untuk mengeluarkan peluru yang tertanam di bagian dada atas. Perempuan itu juga kehilangan banyak darah hingga selama operasi membutuhkan banyak transfusi.


Kedua pasang netra itu menatap dalam kebencian, Kean dan Daniel, saling menyorot penuh dendam.


"Seharusnya kamu yang mati, bukan dia!" sentak Daniel kembali menghardik Kean.


Keanu yang tengah dilanda khawatir, jelas kembali tersulut emosi kala Daniel kembali menghardiknya.


"Kamu, bukan aku ataupun Sharen, nyawa harus dibalas dengan nyawa!" tekan Kean garang.

__ADS_1


Daniel tersenyum sinis, apakah pria itu juga menuduhnya? Harusnya pihak medis melakukan otopsi dengan benar agar jelas penyebab kematian adiknya seperti apa.


"Aku pastikan kamu tidak akan tertidur nyenyak telah bermain-main denganku, akan aku tuntut kamu atas penculikan ini, dan bila mungkin kamu terlibat dalam kematian Fio, akan aku pastikan kamu membusuk di penjara!" murka Keanu balas menghardiknya.


Kedua pria dewasa itu saling bersitegang di rumah sakit, hingga sedikit menimbulkan kegaduhan sekitar. Membuat keresahan orang-orang yang tak sengaja melihatnya. Hingga akhirnya digelandang satpam ke pusat keamanan untuk diberi wejangan.


Keanu memastikan akan membuat laporan tentang kejadian ini, dan menyeret Daniel ke penjara. Tentu saja dengan Sharen yang menjadi korban sekaligus saksi kejahatannya. Pria itu tidak hanya menyekap, tetapi juga melecehkannya. Berbuat tindakan amoral yang tentu saja membuat Keanu mendidih otaknya dan tentu saja tidak terima.


Apalagi pria penyebab kekacauan itu berada di rumah sakit ikut mengkhawatirkannya, seolah-olah semua yang terjadi hanya guyonan belaka.


"Pak saya harus menunggu di dalam, istri saya sedang di ruang OK," ucap Keanu tak sabaran. Pria itu tidak terima ikut diamankan.


"Tenang Pak, ini rumah sakit, istri sedang operasi kenapa malah berkelahi si sini," tegur petugas keamanan nampak kesal. Menatap kedua pria berwajah tegas itu secara bergantian.


"Bapak tidak lihat, dia yang menyerang lebih dulu, usir dia dari sini!" sentak Keanu lebih galak. Hingga membuat petugas keamanan mundur.


Daniel yang merasa dipojokan juga tidak terima, menurutnya semua terjadi atas ketidak sengajaan dan cenderung pria berstatus sebagai suami si korban itu menghakimi karena membuat pernyataan yang semena-mena.


Keanu yang melihat situasi genting pun tak bisa tinggal diam. Pria itu langsung menghubungi Tomi dan juga pengacaranya untuk membuat laporan penangkapan atas saudara Daniel. Sementara pria itu kembali masuk ke dalam, tepat saat lampu indikator ruang OK dimatikan. Operasi pengambilan peluru telah selesai. Perempuan itu masih dalam pantauan dokter dengan kondisi kritis.


.


Tbc


.

__ADS_1


Promo novel



__ADS_2