
Hari ini Sharen sudah boleh pulang setelah mendapatkan perawatan tiga hari tiga malam. Perempuan itu terlihat diam sepanjang perjalanan pulang, bahkan terus menatap ke luar arah jendela. Hatinya masih dipenuhi kebimbangan, walaupun sudah berusaha untuk berdamai dengan perasaannya, seakan kehamilan ini terasa berat baginya.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan, sampai di sebuah Villa yang selama ini menjadi tempat singgah keduanya. Keanu memarkirkan mobilnya, lalu melirik istrinya yang ternyata tertidur. Merasa tak tega untuk membangunkannya, pria itu pun menggendongnya sampai kamar.
"Turunkan aku," ucap perempuan itu mendapati dalam gendongan suaminya. Terjaga sebelum dibaringkan.
"Nanti di ranjang," ujarnya membaringkan pelan. Jarak mereka begitu dekat, membuatnya berhenti sejenak, sebelum akhirnya menarik tangannya dari punggung yang tertindih.
"Istirahatlah, kamu terlihat masih lemas," kata pria itu lembut. Melepas sepatunya, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Perempuan itu mengangguk mengiyakan, sedikit lebih tenang walau masih waswas setiap kali pria itu mendekat. Terlalu takut untuk mengurai perasaannya yang kadang mendadak baper, atau sebaliknya merasa sakit karena diperlakukan semaunya.
Perempuan itu kembali tertidur hingga sesorean, membuat malamnya sama sekali tidak mengantuk. Ia juga mulai merasa lapar, mendadak menginginkan sesuatu yang ingin dimakan.
"Tidur, sudah malam, apa yang kamu pikirkan?" tegur Keanu seraya menempati ranjang bagiannya. Keduanya mengisi ranjang yang sama, saling bersebelahan dengan posisi Keanu terlentang setengah berbaring beralaskan bantal di punggungnya.
"Lapar," jawabnya jujur. Membuat pria itu menoleh serius.
"Kamu menginginkan sesuatu?" tanyanya dengan lembut. Ini kali pertama pria itu menawarkan dengan nada santai. Mungkin urat kakunya telah hilang siang tadi.
Sharen mengangguk, ia memang tengah menginginkan sesuatu. Keanu pun turun dari ranjang, hendak memeriksa makanan.
"Mas!" panggil calon ibu itu menghentikan langkah Kean.
"Kenapa?" tanya pria itu tegas. membuat Sharen kembali terdiam, urung mengungkapkan sesuatu yang hampir keluar dari tenggorokannya.
"Apa, mau apa? Ngomong yang jelas." Pria itu kembali mendekati ranjang.
__ADS_1
"Aku pengen nasgor," jawabnya ragu.
"Owh ...," jawab pria itu mudah saja.
"Home made," sambung perempuan itu tidak yakin. Tetapi entah mengapa ia ingin makan makanan ala rumahan.
"Mbok kan kalau malam nggak di sini, gimana ceritanya, besok saja home made-nya, sekarang aku pesenin aja," ujar pria itu bersiap mengambil ponsel.
"Nggak jadi, nggak usah," ralat perempuan itu merasa sudah tidak minat.
"Eh, katanya laper, gimana? Atau mau pesen lainnya aja?" bujuk pria itu memberikan pilihan.
"Nggak Mas, aku lagi pengen yang tadi, tapi kalau nggak bisa ya udah, nggak usah makan biarin aja lapar."
Keanu menghela napas kasar, haruskah dia turun tangan? Macam mana pula harus turun ke dapur, sedang gula dan garam saja kadang keliru membedakannya.
"Duh ... rewel bener sih bumil, nggak bisa apa tinggal pesen. Gimana cara ngulek bumbunya," gumam Keanu mendadak sibuk sendiri malam-malam di dapur.
"Oke, aku akan berusaha, entah nanti jadinya seperti apa, yang jelas ini semua sangat sulit."
Keanu membuka laman vidio youtube. Beberapa deretan menu dengan juru masak di dalamnya terkemas apik berjejer siap dikepoin.
"Eh, Sharen, bener nggak sih?" gumam Keanu mengamati vidio seorang gadis muda cantik tengah menyiapkan bahan-bahannya.
Sebelum kejadian kematian Fio, Sharen memang seorang conten creator. Perempuan itu sering meng-upload vidio atau foto-foto di media sosial youtube. Namun, sejak kedatangan Keanu, kehidupannya menjadi gelap tak terarah. Seakan hanya sisi gelap yang menghantuinya.
Pria itu pun mengamati dengan detail, mulai kepoin kehidupan terdahulunya. Termasuk sosial medianya yang telah lama vakum.
__ADS_1
Sementara perempuan yang tengah dikepoin itu menunggu di kamar dengan tidak sabar. Rasa malas membuatnya malas beranjak, memilih menarik selimut lalu tidur dengan nyaman. Tanpa perempuan itu ketahui, suaminya telah belajar membuat makanan sesuai permintaannya.
"Kayaknya enak nih, udah bener," ujar Keanu setelah mencoba beberapa kali sesuai petunjuk youtube.
Pria itu pun menyajikan di piring sebisanya, nasi goreng ala Keanu yang seumur hidupnya baru saja masak. Untuk pertama kalinya demi si calon dedek bayi. Kenapa mendadak pria itu ingin melakukan hal itu, entahlah Keanu sendiri tidak tahu. Ia hanya menuruti hatinya saja sesuai moodnya.
Pria itu membawanya ke kamar, istrinya pasti sudah menunggu di kamar. Setelah lumayan lama menunggu, akhirnya nasi goreng home made ala Keanu matang juga. Perlu diapresiasi, karena hampir tidak pernah pria itu mau peduli dengan hal-hal begini. Hidupnya terlalu rumit sejak kecil, membuatnya menjadi pribadi yang keras.
Pintu dibuka, pria itu menemukan istrinya sudah tertidur. Bagaimana ceritanya setelah membuat dengan susah payah malah ditinggal lelap seenaknya begini. Seketika hatinya mendadak kesal, tetapi mengingat di perut sangat istri ada anaknya, pria itu mengurungkan niatnya untuk marah. Bahkan membiarkan saja tetap tertidur.
Tengah malam perempuan itu terjaga, menemukan Keanu yang terlelap di sampingnya. Sharen merasa haus, ia menyambar air putih di atas nakas. Tak sengaja netranya menangkap seporsi nasi goreng dalam piring. Perut yang lapar membuatnya terulur untuk mengambil.
"Jangan dimakan!' seru Keanu membuat tangan yang hampir menyuap terhenti.
Perempuan itu menatap dengan penuh tanda tanya.
"Sudah dingin nggak enak, biar kupanaskan lagi," ujarnya merampas piring di tangannya.
"Nggak pa-pa, aku lapar," ujar perempuan itu menarik dari tangan Keanu.
"Apa ibu hamil serewel ini?" tanyanya seraya mengamati sang istri menyuap dengan semangat.
"Gimana?" tanya pria itu.
"Apanya?" tanya Sharen merasa heran.
"Rasanya, enak nggak? Itu buatan aku loh, tadi minta yang home made kan?"
__ADS_1
Sharen menghentikan kunyahannya, meraih gelas lalu mengaliri tenggorokannya yang mendadak seret. Hampir tidak percaya seorang Keanu yang keras dan kejam itu bisa melakukan hal semanis ini.