Tawanan Presdir Kejam

Tawanan Presdir Kejam
Bab 37


__ADS_3

Kedua netra itu bertemu, mengalihkan semuanya hingga terpusat di manik matanya yang terlihat lembut. Belum juga terakhir, karena perempuan itu kini malah menatap arah lain, enggan menatapnya terlalu dalam. Membuat Keanu sedikit paham, tidak mudah baginya memupuk perhatian setelah banyaknya perlakuan kasar yang Sharen dapat.


"Kita pulang sekarang," ucap Keanu melajukan mobilnya. Tidak ada percakapan khusus di antara keduanya. Karena Sharen memilih diam membuang muka ke arah jendela. Sesekali pria itu melirik istrinya yang masih betah dengan posisinya. Rasanya terlalu sayang bila moment malam ini terlewat begitu saja.


"Aku ada perlu sebentar yang ingin dibeli, mampir sebentar ya, kamu mau sesuatu yang ingin dibeli?" tawar pria itu penuh perhatian.


"Tidak ada," jawab Sharen dingin.


Pria itu memasuki halaman mini market, niat hati mampir sebentar untuk membeli kebutuhan penting dirinya yang tak pernah ketinggalan. Setelah memilih barang, dan tujuan utama rokok, Keanu langsung ke kasir.


Tak sengaja netranya menatap sesuatu yang terselip di etalase dekat kasir. Kebutuhan pria yang mungkin akan dibutuhkan untuknya. Kenapa terbesit membelinya, bukankah hubungan mereka bahkan tidak baik-baik saja. Apakah mungkin malam itu bisa terulang? Keanu pun memutuskan untuk membelinya saja barang kali nanti diperlukan sudah ada.


Kembali ke mobil, menemukan istrinya dengan pandangan yang sedikit berbeda. Kenapa jadi lebih manis berkali-kali lipat dari sebelumnya. Pasti pandangannya telah rabun beberapa menit lalu, hingga semakin malam semakin ngelantur saja.


"Ini, aku sengaja beli buat kamu," ujar Keanu dengan barang yang diduga jajanan itu.


Keanu pikir, itu sangat cocok untuk teman mengopi malam ini yang terlihat syahdu. Bahkan otaknya sedikit panas hanya dengan membayangkan kejadian malam itu yang merubah status hidupnya. Benar-benar menjadi suami sungguhan, dan Sharen sempat menjadi miliknya dalam semalam walau terlihat belum ikhlas.


"Kenapa menatapku seperti itu, bukankah kita sudah harus pulang? Menunggu apalagi?" tegur Sharen merasa tidak nyaman. Setiap kali tatapan Keanu jatuh pada dirinya, ada rasa takut yang mendera.


"Salah ya, bila natap istri sendiri?" tanya Keanu seakan melegalkan cara dengan berdalih status, seakan lupa perangainya yang dulu, benar-benar membuat Sharen dalam kebimbangan.

__ADS_1


Sharen tidak menjawab, biar bagaimanapun memang status mereka boleh dari hanya sekadar bertatap-tatapan. Tetapi, kenapa perempuan itu masih tidak rela bila dirinya harus terjebak dalam kehidupannya.


Sharen merindukan kebebasan hidupnya kembali, dan itu semua hanya bisa ia dapatkan untuk pergi setelah benar-benar tahu dan yakin kalau dirinya tidak bersalah.


"Kenapa melamun? Sudah sampai, ayo turun!" tegur Keanu melihat istrinya terdiam saja padahal mobil sudah terparkir beberapa menit lalu.


Ya, Sharen terlalu sibuk dengan pikirannya, sampai tanpa sadar telah melewati perjalanan pulangnya begitu singkat. Perempuan itu turun lebih dulu, lalu langsung melesat ke kamarnya. Sementara Keanu mengekornya, melepas jas kebanggaan dirinya yang melekat sedari tadi, lalu menaruhnya asal ke sofa.


Suasana yang membingungkan di antara keduanya. Bahkan, Sharen masih merasa bingung saat hendak istirahat mengunjungi ranjang.


"Apa yang kamu pikirkan, kenapa berdiam diri di depan pintu, istirahatlah, atau mau menemaniku begadang malam ini?" tawar Keanu yang malam ini sedikit menginginkan sesuatu yang lebih.


"Tidak, aku ngantuk," jawab Sharen cepat, lalu menuju ranjang bagiannya.


"Sial, kenapa tidak bisa ngantuk sih!" umpat pria itu makin kesal. Malam makin merangkak, rasanya suasana malam ini begitu dingin. Ia menginginkan sesuatu, tetapi entah mengapa lidah itu kelu untuk memintanya. Terlebih, apa mungkin perempuan itu mau mengulanginya, haruskah pria itu memberikan obat tidur agar bisa sedikit mengambil keuntungan darinya.


Terbesit pikiran yang sedikit kotor, hingga memutuskan untuk berolah raga malam untuk mengeluarkan keringatnya. Pria itu memang butuh pelepasan, apalagi pernah merasakannya, akan sulit untuk mengendalikan tubuhnya saat hasrat itu datang.


Keanu baru bisa terlelap saat ia benar-benar menyelesaikan misi olahraga malam yang cukup menguras keringat. Hingga bertemu pagi, dan serasa ada yang menggelitik pendengarannya.


Pria itu menajamkan telinganya di balik pintu. Itu suara istrinya yang saat ini tengah mual-mual di kamar mandi. Mungkinkah Sharen sakit? Kenapa terdengar tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Perempuan itu membuka pintu terkesiap kaget mendapati suaminya menghadang di depan pintu.


"Kamu kenapa? Sakit?" tanya Keanu merasa cemas.


Sharen menggeleng, lalu berlalu dari hadapannya tanpa menjawab. Keanu yang belum menemukan jawaban pun kembali mengekor istrinya, menaruh punggung tangannya pada kening wanitanya. Sedikit rasa panas yang disertai wajah pucat, apakah Sharen sakit, kenapa rasanya pria itu mendadak cemas.


"Nggak pa-pa," sanggah perempuan itu merasa kurang nyaman saja, Menepis tangan Keanu dari keningnya. Sudah satu purnama setelah kejadian itu, dirinya belum mendapatkan tamu bulanannya. Membuatnya sedikit kepikiran, dan tentu saja merasa takut.


"Tidak usah menyiapkan apa pun keperluan aku, istirahat saja di kamar, aku akan bekerja dari rumah hari ini," ucap Keanu merasa yang tiba-tiba sedikit khawatir.


Sharen menurut, tetapi saat siang menyapa, ia merasa lebih baik, jadi malah tidak enak bila hanya menghabiskan waktunya di kamar saja.


"Mbok, bisa tolong belikan aku yang seger-seger, aku pengen nanas," ucap Sharen meluncur begitu saja dari mulutnya.


"Bisa Non, tapi sepertinya harus ke pasar, menunggu tidak apa-apa?" ujar mbok art siap membelinya.


"Iya nggak pa-pa, kopi untuk bapak ya, biar aku yang buat," ujar Sharen menyeduhnya dengan begitu tenang.


Kenapa aroma kopi ini tiba-tiba membuat Sharen menyukainya. Bahkan, harum yang biasanya tidak begitu dominan mendadak menjadi favorit saat itu juga.


Sharen mengetuk pintu ruang kerja Keanu, hening tak ada sahutan. Tetapi seperti terdengar gumamam suara, perempuan itu masuk, tidak ada orang tetapi dengan laptop yang masih menyala. Sejenak mengintip dari arah jendela, Keanu sedang menerima panggilan di luar. Sharen pun berinisiatif menaruh kopi itu begitu saja di meja.

__ADS_1


Saat hendak beranjak, penasaran dengan laptop yang masih menyala, sengaja mengintip karena suaranya yang begitu khas terdengar itu, ia menemukan kepingan vidio yang tengah diputar ulang oleh Keanu, di mana dirinya dan Fio jelas ada di sana, yang menjadi akar permasalahan dirinya terjebak di sana.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Keanu menatap istrinya sudah berada di ruangan kerjanya. Menyorot wajah istrinya dengan raut berbeda dan laptop miliknya yang masih terbuka.


__ADS_2