Tawanan Presdir Kejam

Tawanan Presdir Kejam
Bab 36


__ADS_3

"Apa penting aku jawab, bukankah semua yang aku lakukan tak terlalu berarti bagimu," jawab Sharen lalu beranjak.


Perempuan itu meninggalkan kamar, sedikit mengantuk karena semalam terlelap hampir pagi.


"Pagi Non," sapa mbok art yang pagi ini sudah stay di rumahnya.


"Pagi Mbok," jawab Sharen sembari menyeduh kopi.


Sementara Keanu di kamarnya, merasa lebih baik setelah semalam merasakan kurang sehat. Kendati demikian, dia tidak niat pergi ke kantor hari ini. Perasaannya sedang tidak baik-baik saja, ia masih butuh istirahat barang sejenak untuk menenangkan suasana hatinya.


Suara ketukan pintu terdengar masuk ke kamar, dia adalah pembantu rumahnya yang hendak mengemas pakaian kotor dari kamar mandi.


"Mbok, Sharen mana? Tolong panggilkan ke sini," pinta Keanu setengah berbaring.


"Ada Tuan, tadi sedang di belakang, sarapan untuk Tuan mau dibawa ke kamar, atau bagaimana?"


"Biar istriku yang menyiapkan untukku, Mbok, tolong sampaikan padanya," pinta pria itu sambil rebahan.


"Siap Tuan," jawabnya bergegas.


Pegawai rumah itu menyusul Sharen yang tengah sibuk dengan tanaman-tanamannya yang kini tumbuh subur. Sharen merawat setiap hari untuk mengisi kegiatannya yang terasa menganggur.


"Non, Tuan meminta dibawakan sarapan ke kamar," kata mbok art menyeru. Semua sudah disiapkan di nampan, tinggal membawanya saja. Sepertinya pria itu tengah mode manja, atau memang masih sakit sehingga perlu dibawa ke kamar.


"Sebentar Mbok, aku beresin ini dulu," sahut Sharen bergegas mencuci tangannya.


Perempuan itu ke kamar dengan tangan membawa nampan. Terlihat ranjang yang masih terisi suaminya dengan posisi terpejam. Perempuan itu pun membiarkan saja makanan itu tetap di mejanya tanpa berani membangunkannya.


Sharen beranjak ke kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya lalu mengganti pakaiannya dengan yang bersih. Saat perempuan itu keluar dari ruang ganti, Keanu sudah bangun dalam posisi duduk.


Perempuan itu berhenti sejenak, menatapnya yang kini tengah memperhatikan dirinya tanpa kata. Apakah ada yang salah dengan penampilannya pagi ini? Sharen memakai pakaian terusan di bawah lutut, pemberiannya yang sudah tersedia di lemari.


"Temani aku sarapan di sini," ujar pria itu menyerukan suaranya.

__ADS_1


Sharen mengangguk, lalu duduk di sofa. Tidak melakukan apa pun selain memperhatikan gerak pria itu di dekatnya.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Keanu demi melihat istrinya diam.


"Belum terlalu lapar," jawab Sharen jujur.


"Sebaiknya kamu sarapan lebih dulu, bawa satu porsi lagi untukmu," ucap Keanu benar-benar membuat Sharen bingung.


Tingkahnya yang kadang lembut, sebentar kemudian bisa sangat galak dan cenderung kejam, membuat Sharen tidak paham dengan perangainya yang super aneh. Pria itu seperti mempunyai karakter ganda yang begitu dominan.


Keduanya akhirnya makan bersama di kamar, dengan Keanu yang sengaja memintanya.


"Kelihatannya kamu sangat lelah, istirahat saja di kamar, semalam kurang tidur, 'kan?" kata pria itu memperhatikan wajah istrinya yang nampak tak bersemangat.


Sharen memang sedikit mengantuk, tetapi untuk tidur siang terlebih ada pria itu di kamar sungguh bukan solusi.


Sudah beberapa hari ini, suaminya terlihat aneh, sedikit lebih manis walau kadang terlihat dingin. Bahkan tidak membiarkan dirinya tidur di sofa atau pria itu mengancam akan menggendongnya. Membuat Sharen terpaksa menurut dari pada harus bersentuhan dengan pria itu.


Perempuan itu akan merasa senang saat suaminya pergi ke kantor, dan akan merasa kembali tidak nyaman saat pria itu kembali ke rumah. Seperti hari ini, hari belum beranjak sore, tetapi Keanu sudah pulang lebih awal. Pria itu memasuki kamarnya dengan membawa sebuah bingkisan di tangannya.


"Sha, ganti pakaianmu, malam ini kita akan pergi," ujar pria itu menyodorkan paper bag di tangannya.


"Ke mana?" tanya perempuan itu sedikit tak minat.


Keanu menyorotnya dingin, membuat Sharen tak melanjutkan pertanyaannya. Perempuan itu lekas menukar pakaiannya, gaun malam hitam yang begitu cantik.


Keanu sendiri mempersiapkan penampilannya terbaiknya, menunggu Sharen yang saat ini belum juga selesai mempersiapkan diri. Perempuan itu keluar, sejenak membuat tatapan Kean tertegun, istrinya begitu cantik. Sengaja pria itu memilihkan gaun indah yang sangat cocok, tepat di tubuhnya.


"Ayo," ucap pria itu berjalan mendahului. Lantaran Sharen berjalan pelan, Kean kembali menarik tangannya lalu menuntunnya hingga kedua jemari mereka saling bertautan.


Pria itu membukakan pintu mobil untuknya, baru dirinya masuk setelah memastikan istrinya duduk dengan nyaman.


"Papa mengundangku makan malam, kupikir dia juga harus tahu dan mengenalmu," ucap Keanu seakan menjelaskan sebelum berangkat.

__ADS_1


Hubungan ayah dan anak itu tidak pernah harmonis, tetapi kali ini pria itu tak berani menyela saat ayahnya meminta datang.


Sharen tidak menyangka kedatangannya malam ini akan mempertemukan dirinya kembali dengan Daniel. Untuk apa pria itu juga hadir di sana. Seketika perempuan itu menghentikan langkahnya, tak kuasa menatap netra elang yang kini tengah memperhatikannya dari ujung kaki sampai kepala.


Perempuan itu menelan saliva gugup, menunduk dan serasa ingin lari dari sana. Seakan mengerti dengan ketakutan istrinya, Keanu langsung menarik pinggangnya lebih rapat untuk menenangkan.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dia dalam kendali papa," bisik Keanu sembari mendekap mesra. Berjalan menghampiri meja.


"Kondisikan penglihatan Anda bro, itu sungguh tidak sopan," lirih Keanu melewati Daniel begitu saja. Membuat pria itu mengumpat kesal seraya mengepalkan tangannya.


"Pa, ini istriku," ucap Keanu memperkenalkan Sharen pada anggota keluarga ayahnya.


"Selamat datang, silahkan duduk," sambut Tuan Abraham ramah.


Sharen mengangguk sopan, menyalim takzim pria dan juga wanita seumuran ayahnya tersebut. Duduk dengan tenang tepat segaris lurus dengan Daniel.


Acara makan malam yang cukup menegangkan itu pun dimulai, terlihat mamanya Daniel lebih mengakrabkan diri dengan Sharen, bahkan mengajaknya bercakap-cakap setelah sesi makan usai.


"Maaf Tante, kita harus segera pamit," ucap Keanu usai berbincang enam mata di antara tiga pria itu.


"Kapan-kapan main lagi, istrimu sangat cantik dan lembut, beruntung sekali dirimu, Nak," puji Bu Anna yang seketika membuat Keanu merasa tersanjung.


"Terima kasih, Tante, tapi sepertinya Daniel tidak begitu suka dengan kedatangan kami," ujar Keanu menatap pria yang kini seolah tak peduli dengan keberadaannya. Sesungguhnya Keanu kesal setengah mati atas kasus penjebakan dirinya kemarin. Namun, sepertinya ia harus bersyukur karena berkat ulahnya yang licik itu, dirinya malah berakhir bersama istrinya.


Sharen bernapas lega saat sudah sampai di mobilnya. Keanu yang melihat itu mendekatinya dengan tenang.


"Apa kamu baik-baik saja? Semakin kamu berani menatapnya, semakin hilang rasa takut itu, percayalah ...." kata pria itu menyakinkan dengan lembut.


Sharen tidak menyahut, menghindari tatapan Keanu yang mematikan itu.


"Apa ini berlaku juga untukmu?"


"Mungkin, agar kamu terbiasa, mulai sekarang, belajarlah menatapku lebih lama," ujar pria itu merangkum kedua pipi sisi kanan dan kiri dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2