Tawanan Presdir Kejam

Tawanan Presdir Kejam
Bab 42


__ADS_3

Sharen menghabiskan sarapan paginya, lalu hanya di rumah saja tanpa melakukan aktivitas yang berarti. Berjalan-jalan ke dapur mengusir kegabutan di kamar. Memperhatikan Mbok art yang tengah sibuk memilah pakaian untuk disetrika di bilik sebelah dapur.


"Non istirahat saja, atau mau sesuatu biar aku buatkan," tawar Mbok perhatian. Tahu kalau Sharen tengah hamil, perempuan yang sudah lama bekerja untuk Keanu pun diperintah untuk menjaganya dan membantu keperluannya.


"Nggak usah Mbok, pengen di sini aja, belum terlalu lapar," ujarnya tidak melakukan apa pun.


Merasa gabut akhirnya kembali ke kamar hendak menyalakan televisi saja. Namun, sebelum sempat melangkah ke ruang pribadinya, langkahnya terhenti mendengar suara bel rumahnya menyeru.


"Biar aku saja Mbok," ucap perempuan itu beranjak. Mbok art yang hampir ke ruang tamu kembali ke belakang.


Sharen lebih dulu mengintip lewat celah korden, siapakah gerangan yang bertamu. Tidak ingin kejadian lagi kalau tiba-tiba Daniel datang tanpa permisi. Perempuan itu buru-buru membukanya begitu tahu siapa yang ada di luar.


"Mama, selamat datang Ma," sapa Sharen sopan.


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu, aku bukan mamamu, dan sampai kapan pun aku tidak sudi mengakui kamu sebagai mantu," sarkas perempuan itu cukup menohok hati yang baru sedikit damai.


Sharen terdiam, membiarkan perempuan yang telah melahirkan suaminya itu masuk ke dalam.


"Di mana Keen, saya ke kantor tidak ada, apa dia menjadi pemalas semenjak menikah denganmu!" sentak perempuan itu sinis.


"Tadi pamitnya berangkat ke kantor, mungkin ada meeting di luar," jawab Sharen menduga.


"Katakan padanya, ibunya menunggu kedatangannya di rumah, malam ini, bersifat penting!" ucap perempuan itu penuh penekanan.

__ADS_1


Sharen menunduk patuh, tak menyela sedikit pun hingga ibu dari suaminya itu pamit undur diri.


"Eh, ya satu lagi, jangan kamu menampakkan dirimu di rumahku, aku hanya mengundang putraku. Ingat, harus bilang atau kamu akan tahu akibatnya!" ancam perempuan itu sambil lalu.


Sharen menghela napas sepenuh dada. Beruntung sekarang tidak harus tinggal bersama dan bertemu dengan orang-orang yang jelas anti dirinya. Walaupun ia tidak pernah tahu kenapa mereka membenci keberadaannya.


Perempuan itu pun sedikit menghibur diri dengan mengalihkan ke kegiatan lain. Waktu masih belum terlalu sore, Sharen mendadak menginginkan es krim. Sempat berpamitan dengan mbok yang saat itu tengah siap memasak untuk makan malam.


"Mbok, aku mau keluar sebentar ya, ke mini market," pamit perempuan itu.


"Ada yang mau dibeli? Biar mbok aja, mau nunggu sebentar."


"Nggak jauh kok, sebelum Mas Keen pulang, bentar ya Mbok," ujarnya bergegas. Sengaja berjalan sore sambil mencari udara segar. Hal yang teramat jarang, hampir tidak pernah perempuan itu lakukan.


Tidak begitu jauh, tetapi tidak dekat juga, dia tidak mempunyai ponsel hanya untuk sekadar berinteraksi dengan dunia luar. Hanya ditinggali beberapa lembar uang di dalam tasnya yang selalu menemaninya ke mana pun. Itu pun tentu jarang dipakai, karena ia selalu pergi dengannya dalam urusan apa pun.


Sementara, Keanu sampai rumah tidak menemukan istrinya. Tentu saja pria itu mencari-cari.


"Mbok, mana Sharen? Kenapa tidak ada di rumah, tidak ada di mana-mana?" tanya pria itu menyambangi dapur.


"Tadi izin keluar Tuan, katanya ke mini market, setelah Nyonya besar datang," jawab Mbok membuat Kean khawatir saja.


"Mama ke sini? Keluar ke mana? Bukannya sakit malah keluar rumah," sahut Keanu berniat menyusulnya.

__ADS_1


Keanu yang baru saja pulang kembali keluar. Menggulung kemejanya sampai siku, seraya mengendurkan dasinya. Menyambar kontak mobil bergegas menyusul istrinya.


Pria itu baru masuk mobil tetiba istrinya terlihat memasuki pekarangan rumahnya. Sharen yang tahu mobil suaminya sudah pulang pun beranjak mendekat siap menjelaskan. Keanu langsung turun balik.


"Sudah pulang Mas?"


"Dari mana?" tanya pria itu tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Aku ke mini market depan, beli ini," tunjuk Sharen pada kresek berlogo mini marketnya.


"Jalan kaki?"


"Iya," jawab perempuan itu beranjak. Keanu mengekornya, ikut duduk saat istrinya duduk di teras depan sambil menikmati es krim yang baru saja dibeli.


"Lain kali bisa bilang, jangan jalan kaki," ujarnya menatap lurus ke depan.


"Gimana caranya ngomong, aku di rumah kamu di kantor," sahut Sharen seraya membuka es krimnya.


Keanu terdiam, menoleh memperhatikan istrinya yang nampak sedikit tak peduli dengan sikap protesnya. Perempuan itu sendiri beranjak saat menyadari menjadi pusat perhatian suaminya.


"Mau ke mana? Itu es krimnya," ujarnya menahan midi dress yang dikenakannya.


"Kenapa, kamu mau?" tawar perempuan itu kembali terduduk.

__ADS_1


"Belepotan gini, emang nggak kerasa apa," omel pria itu menyapu bibirnya dengan ibu jarinya. Seketika perempuan itu terdiam, saling tatap beberapa detik, sebelum akhirnya Keanu lebih dulu memecah keheningan dengan menyambar es krim di tangannya.


"Leleh kalau ditinggal bengong, sini aku habisin," ujarnya santai sembari menarik tangan Sharen membawa ke mulutnya. Merasai es krim bekas dirinya, entah pria itu sadar atau tidak, perlakuannya cukup membuat calon ibu dari anak-anaknya itu terpana tak percaya.


__ADS_2