
"Kok diem, nggak enak ya, kalau nggak enak nggak usah dimakan," ujar pria itu merampas piringnya dari Sharen.
"Aku lapar," jawab perempuan itu kembali merebutnya. "Enak kok, makasih," sahut Sharen mengambil duduk di sofa sembari fokus menyuap nasgor yang telah dingin itu ke mulutnya.
"Lapar banget ya, pelan-pelan saja," ujarnya ikut mendekat. Malam semakin larut tetapi keduanya malah duduk bersama tanpa suara.
"Kamu tidak tidur?" tanya Sharen merasa bingung. Kenapa suaminya mendadak aneh sekali, malah menunggunya makan sampai selesai.
"Kamu juga belum tidur," jawabnya datar.
Sharen beranjak mengemas piring ke meja, lalu melangkah ke kamar mandi. Sementara pria itu kembali ke ranjang, rebahan dengan posisi telentang.
Perempuan itu keluar lalu mendekati ranjang di bawah tatapan suaminya. Bingung, dan mendadak canggung. Merebah perlahan, sengaja memiringkan tubuhnya dengan posisi memunggungi setelah menarik selimut.
Sharen berusaha memejamkan matanya walau terasa susah, kenapa mendadak ia tidak mengantuk. Hatinya tiba-tiba deg degan tak karuan saat bagian sisi kasur terasa bergerak. Keanu merubah posisinya, menghadap punggung istrinya yang beberapa ini menjadi pemandangan untuknya saat hendak tidur.
Tangannya menggantung bingung saat ingin menyentuh. Pria itu menarik kembali sembari menghela napas pelan. Hanya beberapa detik, sebelum akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam selimut yang sama, lalu meraih pinggangnya.
__ADS_1
Sharen yang belum sepenuhnya tertidur, jelas merasa tidak nyaman. Ada perasaan takut luar biasa yang mendalam. Ingin sekali rasanya menyingkirkan tangannya, tetapi bahkan untuk bernapas saja seperti kalang kabut.
"Biarkan aku menyentuhnya," bisik Keanu merasakan tubuh istrinya beringsut menjauh. Pria itu mengusap perlahan perutnya.
Sharen terdiam, tidak mengiyakan juga tidak menolak. Ada perasaan takut bercampur bingung yang mendera hatinya.
"Tidurlah ... aku hanya ingin sebatas ini," ujar pria itu berbisik lembut tepat di belakang tengkuknya.
Bukannya malah merem, Sharen terjaga semalaman dan merasa pegel karena tidak bebas bergerak merubah posisi tidurnya. Bahkan merasa kaku hanya untuk sekadar bergerak.
Keanu sendiri tidak hafal betul apa yang terjadi pada dirinya. Merasa aneh, kenapa ia tiba-tiba ingin merasa dekat dan selalu dekat dengannya.
Sharen baru bisa sedikit menggeser tubuhnya setelah merasakan tangan Keanu tak lagi mengusap perutnya. Dengkuran halus di belakang tubuhnya menandakan pria itu benar-benar sudah terlelap. Perempuan itu menyingkirkan tangan Keanu yang memeluknya posesif. Lalu memberanikan diri merubah posisinya hingga saling tatap dalam keadaan pria itu terpejam.
Ini adalah pertama kalinya Sharen berani menatap wajahnya. Mengamati dengan seksama, wajah yang selalu menampakkan sikap garang dan dingin, kini terlihat damai dalam tidurnya. Hingga tanpa sadar, menemui mimpinya malam ini dengan posisi manis.
Pagi harinya, Keanu terjaga lebih dulu, pertama kali membuka mata, wajah istrinya yang nampak tepat di depannya. Sejenak terpana, menikmati pemandangan langka ini. Kapan lagi bisa sedekat ini, karena hampir setiap malam, hanya punggung yang nampak di depannya.
__ADS_1
"Maaf," batin pria itu terusik akan banyak hal yang pernah terlewati. Walaupun ada perasaan yang belum ikhlas, dan ingin benar-benar mengetahui sebab kematian adiknya. Rasanya dirinya tidak tenang sama sekali, ia juga tidak punya cukup bukti kuat untuk menuduh apa yang sempat ia lihat.
Buru-buru pria itu kembali memejamkan matanya begitu melihat pergerakan istrinya. Sharen terbangun dengan rasa tidak nyaman, turun dari ranjang langsung melesat ke kamar mandi. Sedetik kemudian terdengar suara orang muntah-muntah. Keanu yang sudah bangun dari tadi cukup terusik dan merasa iba. Melangkah cepat menyusulnya.
"Sha, kamu nggak pa-pa?" tanya Keanu mendekat. Tangannya terulur memijit tengkuknya.
"Mual," jawab perempuan itu lemas dan merasa tak enak pada tubuhnya.
"Ayo aku bantu ke kamar," ujarnya memapah penuh perhatian.
"Nggak usah ngelakuin apa-apa kalau merasa tidak nyaman, biar mbok yang merawat tanaman-tanaman kamu di belakang," pesan Keanu menyadari aktivitas pagi istrinya setelah menyiapkan pakaian ganti untuknya.
"Nanti juga enakan sendiri, mungkin butuh penyesuaian aja," jawabnya sambil setengah merebah. Keanu menyelimutinya, lalu beranjak ke kamar mandi untuk siap-siap ke kantor. Pria itu menyiapkan sendiri, bahkan sebelum berangkat menyempatkan diri ke kamar. Membawakan segelas susu barang kali dibutuhkan istrinya.
Pria itu menaruh nampan berisi setangkep roti dan susu di atas nakas.
"Aku berangkat dulu ya," pamit pria itu datar saja, hanya menoleh tanpa mendekat.
__ADS_1
"Makasih," jawab perempuan itu membuat langkah Kean terhenti, mengangguk tanpa suara lalu beranjak keluar.