Tawanan Presdir Kejam

Tawanan Presdir Kejam
Bab 39


__ADS_3

Sayu netra itu terjaga, berkedip lembut mengumpulkan kesadarannya. Hingga tak ada batas di antara mereka berdua. Sorot mata yang dingin bak elang mengintai mangsanya. Menghadang tepat di hadapannya.


"Kamu ingin balas dendam? Atau benar-benar ingin membunuh anak aku?" tandas Keanu dingin. Berdiri tak jauh dari ranjang.


Sharen yang baru tersadar diberondong pertanyaan seperti itu sedikit nge-blank, bahkan tidak menyahut sama sekali. Berwajah datar tanpa dosa, sedikit membenahi posisi tidurnya hingga setengah berbaring.


Belum juga perempuan itu menjawab apa maksud dan perkataannya. Pria itu secara spontan mendekat, mengikis jarak, membuat Sharen gelagapan sendiri mendapati tatapan netranya yang mematikan.


Perempuan itu menoleh, tak mampu melihat tatapannya yang dingin bagai menusuk kalbu. Seakan tak membiarkan istrinya menghindar, tangan kekarnya membimbing agar netra itu tetap bertemu. Hingga keduanya saling tatap dalam diam. Ada amarah, tetapi sedetik kemudian berganti mendung penuh kecewa.


"Kalau sampai terjadi apa-apa sama janin ini, akan kubuat kamu mengandung banyak anakku," kata pria itu sambil menunjuk perut istrinya.


Perempuan itu susah payah menelan saliva gugup, apa maksudnya? Apakah perbuatannya waktu itu benar-benar menumbuhkan kehidupan baru di rahimnya.


"Aku tidak tahu kalau perbuatan kamu membuahkan hasil," kata perempuan dingin. Sharen benar-benar tidak tahu. Merasa begitu teledor, padahal sempat kepikiran tentang masa periodenya yang sudah terlambat. Sharen kira terlambat beberapa hari saja seperti biasanya.


Keanu menatapnya tajam, seakan memberi ultimatum lewat sorot netranya kalau apa yang ia katakan benar. sedikit tidak percaya akan menjawab seenteng itu. Apa katanya, perbuatannya? Bukankah seharusnya memang boleh antara mereka melewati ritual itu.


Beruntung kandungan Sharen tidak terjadi apa pun. Hanya kontraksi kecil karena terlalu banyak mengkonsumsi buah bermata banyak itu. Rasanya tidak mungkin perempuan berhati lembut itu memikirkan hal sepicik sampai berpikir melenyapkannya. Ia memang membenci ayahnya, tetapi tentu saja tidak dengan anak yang sedang ia kandung.


Sharen kembali merebah, sengaja memiringkan tubuhnya menghindari tatapan Keanu. Diam-diam sudut netranya basah, merasakan sesak yang mendalam. Entah apa yang harus perempuan itu lakukan. Haruskah bahagia atau sedih mendengar di perutnya ada kehidupan baru.


Sementara Keanu sendiri merasakan bahagia luar biasa untuk pertama kali mendengar kabar kehamilannya dari dokter. Awalnya pria itu hampir tidak percaya, lantaran hanya melakukan sekali saja. Tetapi Tuhan memberikan keajaiban itu dan menunjukkan langsung padanya.

__ADS_1


Sekarang yang Keanu takutkan jika Sharen tidak menginginkan kehamilannya. Atau bahkan nekat melakukan sesuatu di luar nalar seorang ibu akibat hubungan keduanya yang kurang harmonis.


"Kenapa belum dimakan? Bagaimana lekas pulih kalau seperti ini?" protes Keanu yang baru saja masuk setelah keluar beberapa menit mengisi perutnya seraya membeli barang keperluan teman berjaga.


"Aku tidak berselera, jangan memaksa," jawab Sharen datar.


Kean menaruh kantung kresek berlogo merk mini market di kursi tunggu. Lalu kembali mendekati ranjang.


"Kata dokter, kamu harus banyak makan yang sehat, dan tidak boleh banyak pikiran," ucapnya seraya mengambil nampan di atas nakas.


"Ayo aku suapin!" titahnya lembut.


Perempuan itu tidak ada minat mengisi perutnya. Selain kurang berselera, merasakan kondisi perutnya yang masih kurang nyaman. Ia juga masih sedikit shock tentang berita kehamilannya.


"Buka mulutnya, sedikit saja harus makan!" bujuk Keanu terlihat manis.


Sharen ingin menolak tetapi pria itu nampak semangat menyuap ke mulutnya. Tatapan pasrah disertai jengkel seketika membaur di dadanya.


Beberapa suapan berhasil masuk ke mulutnya, tetapi belum juga habis separuhnya. Sharen merasa perutnya bergejolak seakan tak menerima.


Buru-buru perempuan itu turun dari bad, sedikit berlari menuju kamar mandi. Keanu yang melihat pergerakannya langsung menyusul cepat. Untuk yang pertama kalinya, Keanu merasa tak tega melihatnya yang muntah-muntah dan benar mengeluarkan semuanya yang tadi sempat ketelan.


Perempuan itu terdiam sesaat, merasakan sedikit tersiksa dan kembali lemas. Keanu yang melihat itu langsung menggendongnya tanpa perlawanan.

__ADS_1


"Aku tidak tahu kalau efek penolakanmu sedahsyat ini, apakah janin kita tidak suka makanan seperti ini?" tanya Keanu terdengar lucu.


"Minum dulu, tubuhmu lemas," ujarnya sembari mengambil air mineral dalam kemasan. Lalu menyodorkan pada istrinya.


Rasanya aneh saat sedetik kemudian suaminya begitu lembut. Tetapi, menit berikutnya berwajah datar nan dingin.


"Aku mau pulang," celetuk Sharen merasa tidak suka di rumah sakit.


"Tubuhmu masih lemah, masih butuh perawatan," ucap Keanu seakan tidak mengizinkan.


Sharen terdiam, memberanikan diri menatap wajahnya yang kini tengah memperhatikan dirinya. Seakan mengetahui rasa tidak suka istrinya, Keanu pun beranjak. Ia menemui dokter yang menangani istrinya.


"Dok, apa istri saya sudah noleh pulang?" tanya pria itu akhirnya mengalah.


"Kalau sudah tidak ada kontraksi ringan yang membahayakan si janin boleh Pak, untuk sementara saya berikan resep untuk mengurangi mual dan muntahnya yang aman untuk bumil. Bapak bisa tebus obat di bilik layanan obat. Tolong ya Pak, istrinya dijaga kalau mau kehamilannya sehat!" pesan Dokter cukup jelas.


Keanu mengangguk ngerti, berlalu dari ruangan itu lalu menuju tempat pengambilan obat sambil menyelesaikan administrasi.


Saat pria itu kembali ke kamar rawat, Keanu tidak menemukan istrinya di bad. Seketika hatinya tidak tenang, menatap pintu kamar mandi yang tertutup, dengan suara air yang tiba-tiba mengalir.


"Sha, kamu di dalam? Jangan dikunci!" Keanu tidak bermaksud masuk dengan maksud lain, tetapi ia merasa khawatir ketika Sharen tak kunjung keluar.


"Masih sakit?" tanya Keanu begitu mendapati istrinya keluar dari balik pintu. Respon gelengan kepalanya, seketika membuat hatinya lega. Pria itu hanya terlalu takut terjadi apa-apa dengan calon anaknya.

__ADS_1


Perempuan itu berlalu, memang merasa lebih nyaman dan tentu saja ke depannya akan memilih buah-buahan sesuai kondisi tubuhnya.


__ADS_2