
"Hari ini aku mau jemput mama dari rumah sakit, kamu tunggu di rumah saja ya," pesan Keanu lebih dulu mengelus perut istrinya dan mencium keningnya.
"Iya Mas," jawab Sharen menurut.
Pria itu masih tinggal di rumahnya, sementara Nyonya Abraham sudah mewanti-wanti untuk pindah, atau pulang ke rumah.
"Sharen mana? Dia nggak ikut? Apa dia sudah menunggu di rumah?" tanya perempuan itu mencari-cari menantunya.
"Di rumah Ma, nanti Keen jemput saja, dia sedikit tidak enak badan jadi perlu istirahat," jawab Keen sembari mengantar ibunya.
Sampai di rumah, Nyonya Abraham di sambut art yang sudah belasan tahun ikut dengannya. Namun, kesepian kembali melanda saat menjelang sore hari dan Keen harus pulang ke rumah.
"Keen, kenapa tidak istrimu saja yang kamu bawa pulang ke sini, kenapa kamu harus pulang, Keen?" ujar perempuan itu sendu. Mengingat masa tuanya nanti, ia tidak ingin kesepian sendiri. Setidaknya selalu dekat dengan keluarga dan cucunya.
"Iya Ma, nanti Keen jemput, jangan menunggu juga, istirahatlah. Keen akan sering ke sini," pesan pria itu sebelum beranjak.
Pria itu pulang ke rumah, suasananya cukup sepi. Nampak art di rumahnya sibuk di dapur, sedang istrinya belum kelihatan batang hidungnya. Biasanya perempuan itu akan menyambut kepulangannya, ke mana dia?
"Mbok? Sharen di mana?" tanya Keen sembari menuang air putih ke dalam gelas di tangannya.
"Dari tadi tidak keluar kamar Tuan, makan siang sudah saya antar ke kamar, sepertinya Non Sharen kurang sehat," lapor asisten rumah tangga tersebut.
Keen langsung berlari menuju kamarnya. Benar saja istrinya tengah tertidur dan makan siang di nakas masih utuh.
Keen mengecek kening istrinya yang terdeteksi panas, bahkan tubuhnya juga begitu.
"Kamu sakit beneran ini, kenapa nggak ngabarin, ayo kita ke dokter," ajak Keen mengusik kenyamanan istrinya yang baru terlelap.
"Nggak mau Mas, aku hanya sedikit lelah, mau istirahat saja," tolak Sharen menepis tangan suaminya.
"Makan dulu ya, atau pengen sesuatu, biar aku belikan."
__ADS_1
Tanpa menyahut Sharen menggeleng pelan. Ia sedikit pusing entah kenapa.
Pria itu beranjak, tak kehabisan akal beralih membuatkan susu khusus ibu hamil.
"Sayang, ini minum dulu susunya, seenggak ada yang masuk, kamu belum makan dari tadi, kasihan anak kita lapar," ujar Keen perhatian.
Segelas susu Sharen terima dari tangan Keen. Minum perlahan setelah merubah posisinya hingga terduduk.
"Bagaimana kabar mama, Mas? Apa beliau jadi pulang?"
"Iya, sudah di rumah, ia tadi nanyain kamu, maka kira udah nungguin di rumahnya. Mama nyuruh pindah ke rumah, aku terserah kamu aja sayang, apa kamu mau?"
Sebenarnya di rumah itu Sharen sudah merasa nyaman. Tetapi merasa kasihan juga melihat ibunya Keen sendirian. Bahkan, pria yang baru saja pulih dari rumah sakit itu, berselang tiga hari mengunjungi rumah putranya.
"Loh, Mama sudah sehat?"
"Katanya kamu sakit? Mama cuma pengen lihat kamu saja. Keen sudah berangkat kerja ya?" kata perempuan itu lembut.
"Mama boleh nemenin kamu di sini sampai Keen pulang? Kamu istirahat saja kalau terbiasa tidur siang," ujar perempuan itu lembut.
Sharen mengangguk, tetapi tidak beranjak, membuatkan secangkir teh sebagai teman duduk. Tak berselang lama Keen pulang, mendapatkan kabar bahwa ibunya sampai ke rumah entah mengapa Keen takut terjadi perselisihan di antara keduanya.
"Itu Keen sudah pulang?" seru perempuan itu tersenyum. Sharen juga langsung menyambut suaminya. Pemandangan yang langka bagi Nyonya Abraham. Ternyata kehidupan anaknya begitu harmonis saat melihat gaya Sharen menyambut kepulangan suaminya. Pernah ia lakukan pada masa dulu, walaupun akhirnya semua berubah semenjak dirinya berulah.
"Ma, sudah lama, tumben mama ke sini, emang sudah enakan?" tanya Keen serius.
"Mama mau jemput kalian sekarang, ayo kita pulang, saatnya kalian menempatkan rumah itu. Maafkan segala atas kesalahan mama Keen. Mulai sekarang, mama izinin kamu bersilaturahmi baik dengan ayahmu.
"Terima kasih Ma," jawab Keen merasa bahagia.
Membuat perempuan itu menurunkan egonya dan dengan suka rela mengikuti suaminya pindah ke rumah utama.
__ADS_1
Mereka akan memulai hidup baru dengan suasana yang berbeda. Rasanya bagian sekali bisa selalu bersama-sama orang yang mencintai dan menyayanginya.
"Sha, titip Keen ya, tolong sayangi dia sepenuh hati, jangan tinggalkan dia," pesan Nyonya Abraham serius. Dia adalah mahkota ibunya satu-satunya.
"Iya, Ma, terima kasih sudah menerima aku dengan segala kurangku, dan terima kasih juga sudah mempercayakan aku menjaga Keen selalu.
Bahagia, itulah yang dirasakan Sharen saat ini. Perlahan mertuanya benar-benar menerimanya selain suaminya lebih dulu menunjukkan rasa sayangnya. Sharen bisa menjalani kehamilannya dengan damai hati.
"Mama ngomong apa, Sayang?" tanya Keen sambil mengelus perut istrinya. Pria itu senang sekali bermanja di pangkuannya setiap malam sebelum tidur.
"Dia bilang, nitip kamu Mas, suruh jagain cinta kita. Itu artinya kamu sama aku harus selalu menyayangi sampai tua nanti."
"Memang begitu kan yang kita harapkan, kamu tidak berpikir untuk ganti suami bukan?"
"Hahaha, tentu saja iya kalau kamu nakal dan jahat lagi, lain lagi kalau kamu semanis ini, mana bisa aku pindah kelain hati," ujar Sharen jujur.
"Sungguh? Jangan pernah ninggalin aku, I love you Sharena," ucap Keen sungguh-sungguh. Mencium lembut perut istrinya yang sudah membuncit sempurna.
"Me too, terima kasih sudah hadir, menjaga cinta kita sampai akhir nanti seperti yang kita mau."
Ada kehidupan indah setelah banyaknya kepahitan yang datang. Mereka melewatinya dengan penuh kesabaran. Sharena dan Keanu akhirnya memilih jalan bersama, menapaki goresan cinta mereka dalam lembaran baru yang lebih berwarna.
.
T A M A T
.
Terima kasih buat teman-teman yang sudah mengikuti cerita Sharen dan juga Keanu. Nantikan novel baru lainnya dengan judul yang berbeda besok tayang tanggal 1 Maret. Akan aku share di sini. Tunggu ya dan pastikan mengikuti.
Spill cerita buat besok, tentang Om Hanan ya gaes ... yang udah nungguin ceritanya Om duda ganteng jangan lupa besok pantengin akun aku Asri Faris atau follow ig @mazarina_asrifaris.
__ADS_1
Nanti bakal aku Share di ig makasih semuanya pembaca setiaku, semoga sehat selalu, salam sayang untuk semua aja yang sudah ngikutin πππ