TeaAmore

TeaAmore
Episode 29 - Pemberhentian Terakhir (TAMAT)


__ADS_3

Sudah seminggu waktu berlalu sejak aku tahu Brian telah pergi selama-lamanya. Rasanya masih ada perasaan duka menyelimuti hatiku, seolah masih tak bisa mengikhlaskannya meninggalkanku secepat ini.


Aku tahu bahwa sekalipun Ia masih ada di sini, kami tak bisa bersama-sama menghabiskan hidup layaknya pasangan. Namun bukan berarti aku tak menyanyanginya. Ia adalah salah satu orang yang kusayang, sama seperti aku menganggap Tania, Fanie, serta Erika.


Rasanya aku juga menjadi sedikit canggung ketika Desta memberiku semangat, agar tak lagi bersedih. “Hhh.”


“Yeah, sampai juga!” Kata Erika puas, setelah kami berhasil menempuh perjalanan berjam-jam lamanya menuju Pulau Ora.


“Wah bagus banget!” Seruku saat melihat sekeliling. Suasana rindang serta asri membuatku merasa nyaman berada di sini, seakan membantuku melupakan sedikit perasaan sedihku.


“Tentu dong! Ini kan tempat yang Dest. Ah maksud gue, Meldivesnya Indonesia.”Jelasnya tertawa gugup.


“Oh iya Er, kapan Desta balik dari Aussie?”


“Kurang tahu deh Gie, tapi biasa emang kalau ada urusan kantor yang ribet bisa lebih dari dua minggu dia perginya.”


Aku mengangguk mengerti, walaupun rasanya sedikit kecewa karena tak bisa datang kemari bersama Desta.


“Wah kayaknya lagi mau ada acara ya Er!” Lanjutku saat melihat banyak kardus bertumpuk disekeliling jembatan.


Erika mengangguk. “Yaps! Karena itu gue ajak lu ke sini.”


“Oh iya? Memangnya acara apa?” Tanyaku penasaran, mengingat bahwa saat ini bukan musim liburan.


“Sabar tiga jam lagi.” Balasnya tersenyum misterius.


                                                                             ♥♥♥♥


Pekerjaanku di Australia telah selesai beberapa hari lalu. Aku segera kembali ke Indonesia secepatnya dan langsung datang ke Pantai Ora agar bisa menyusun rencana yang sudah lama tertunda dengan berbagai peristiwa.


Walaupun pada awalnya perasaan takut akan kejadian buruk itu akan kembali terjadi. Namun Erika memastikan bahwa Anggie akan baik-baik saja, oleh karena itu perjalanannya ke sini ditemani oleh adikku.


Alasanku memilih mengadakan acara spesial di sini, bukan hanya karena merupakan salah satu objek wisata yang indah di Indonesia, tetapi juga karena Anggie sangat menyukai pantai.


Sepanjang sisi jembatan telah aku pasang lilin putih berbentuk hati dengan ukiran nama Anggie. Tentu saja aku menyiapkan lilin khusus yang tak akan mati walaupun tertiup angin, kemudian di sepanjang  jembatan aku juga menaburkan mawar putih.


Pastinya acara seperti ini tak dapat kulakukan ketikan musim liburan karena pengunjung sedang ramai.


“Gue ada di bibir pantai sebelah kanan dari jembatan.” Jawab Erika kepada Anggie yang menghubunginya. “Iya jalan terus aja ikutin lilin, nanti pasti ketemu kok.”


Anggie mematikan ponsel dan berjalan tanpa curiga. Justru rasa gugup membuatku panas dingin, sekalipun angin sedang bertiup kencang.


“Hhh. Pengalaman pertama dan terakhir aku harap semua berjalan dengan baik.” Harapku dalam hati.


Aku mulai menyentuh tuts-tuts piano untuk memainkan lagu Since I Found You. Bukan tanpa alasan aku memilih lagu tersebut. Walaupun lagu lama, namun memiliki arti yang mendalam.


“I think of you in everything that i do


To be with you what ever it takes i’ll do


Cause you my love, you all my heart desires


You’ve lighten up my live forever i’m live


Since i found you my world seems so brand new


You’ve show the love i never knew


Your presence is what my whole life through


Since i found you my life begin so new


Now who needs a dreams when there is you


For all of my dream came true


Since i found you


Your love shines bright


Through all the corners of my heart


Maybe you’re my dearest heart


I give you all i have my heart, my soul, my life


My destiny is you

__ADS_1


Forever true ...


I’m so in love with you


Since i found you my world seems so brand new


You’ve show the love i never knew


Your presence is what my whole life thourght


Since i found you my life begin so new


Now who needs a dreams when there is you


For all of my dream came true


Since i found you


My heart forever true ...


In love with you.”


“Kapan kamu pulang?” Tanyanya terkejut.


Aku berdiri dan tersenyum menyambut kedatangannya, tak lupa membawa tiga balon bertuliskan kata-kata “Will” pada balon putih, “You” pada balon merah muda, dan “Marry Me?” Pada balon merah tua kepadanya.


Aku memang sengaja memilih ketiga warna tersebut, karena yakin ketiga warna itu melambangkan cinta. Putih artinya cinta yang murni, merah muda sebagai lambang ketulusan,  dan merah tua sebagai bukti bahwa seluruh hidupku hanya untuk Anggie.


“Will you marry me?” Tanyaku berlutut dihadapannya dengan memberikan ketiga balon tersebut yang di bawahnya terdapat cincin.


Aku melihat Anggie diam terpaku. Sehingga membuatku, memberanikan diri untuk menyentuh tangannya. “Aku tidak ingin bintang yang paling bersinar di langit. Aku hanya mau satu bintang yang cahaya tidak begitu terang.” Kataku sambil menunjuk bintang yang tidak begitu terang di langit. “Tetapi cahaya bintang tersebut mampu menyinari aku. Tidak seperti bintang yang paling terang, yang cahayanya menyinari semua orang. Karena aku mau kamu jadi milik aku satu-satunya.” Lanjutku menatap dalam pada mata Anggie.


"Kamu yakin?”


“Tentu” Jawabku. “Nggak ada alasan untuk tidak yakin memperat komitmen dengan orang yang paling aku cintai.


Dan nggak ada satupun hal yang buat aku menyesal mengenal kamu. Semua hal yang kita lalui, membuat aku semakin sadar. Aku butuh kamu di dalam hidupku.”


Anggie tersenyum dan memintaku berdiri.


menikah denganku.


Aku mengambil nafas. Dan kembali bernyanyi. Kali ini lagu yang lebih ceria.


“It's a beautiful night


We're looking for something dumb to do


Hey baby, I think I wanna marry you


Is it the look in your eyes


Or is it this dancing juice?


Who cares baby


I think I wanna marry you


Well I know this little chapel on the boulevard we can go


No one will know


Come on girl


Who cares if we're trashed got a pocket full of cash we can blow


Shots of patron, and it's on girl.”


“Don't say no, no, no, no-no


Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah..” Nyanyi Erika, Fanie, Nino, Tristan, Eriko, dan Tania, mengikuti aku.


“And we'll go, go, go, go-go


If you're ready, like I'm ready.


Cause it's a beautiful night,

__ADS_1


We're looking for something dumb to do


Hey baby, I think I wanna marry you


Is it the look in your eyes,


Or is it this dancing juice?


Who cares baby,


I think I wanna marry you


I'll go get a ring let the choir bells sing like oooh,


So whatcha wanna do? Let's just run girl


If we wake up and you wanna break up that's cool


No, I won't blame you


It was fun girl.”


“Don't say no, no, no, no-no


Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah.” Nyanyi Erika, Fanie, Nino, Trisan, Eriko, dan Tania lebih semangat dari sebelumnya.


“And we'll go, go, go, go-go


If you're ready, like I'm ready


Cause it's a beautiful night,


We're looking for something dumb to do


Hey baby, I think I wanna marry you


Is it the look in your eyes,


Or is it this dancing juice?


Who cares baby,


I think I wanna marry you


Just say I do,


Tell me right now baby,


Tell me right now baby


Cause it's a beautiful night,


We're looking for something dumb to do


Hey baby,I think I wanna marry you


Is it the look in your eyes,


Or is it this dancing juice?


Who cares baby,


I think I wanna marry you.”


“Jadi...” Kataku setelah selesai bernyanyi. “Maukah kamu, jadi istri dari Desta Hadi Setiawan?”


Aku bisa melihat Anggie mengangguk dengan tersenyum lebar pada bibirnya.


Tania dan Eriko membantu Erika, yang terlihat sibuk menaburkan potongan kertas warna warni ke udara. Di ikuti dengan Nino dan Tristan yang menyalakan kembang api ke udara.


Aku dan Anggie tersenyum melihat ke arah teman dan saudara kami yang mulai menjauh dan membiarkan kami berdua. Aku melepaskan cincin, yang semenjak tadi terikat di balon. Dan segera kupasangankan di jari manis Anggie, dan dibalasnya dengan memelukku.


Walaupun hidupku tidak seperti buku, yang dengan mudah aku bisa membaliknya ke akhir cerita. Tetapi aku yakin cinta pasti dapat menemukan jalannya kembali.


Karena aku tahu. Bila hidup mudah, aku tidak akan tahu namanya berusaha. Kalau hidup itu mudah, tidak akan ada lagi tangis dan tawa. Karena hidup yang berjalan tidak mulus sekalipun, masih banyak orang yang menyia-nyiakan orang di sekilingnya. Pastinya kalau  hidup itu mudah, aku tidak akan tahu rasanya bahagia, setelah berhasil


melewati semua tantangan dalam perjalanan hidupku, dan aku tidak akan tersenyum untuk kebahagian yang ku dapat.

__ADS_1


__ADS_2