TeaAmore

TeaAmore
Episode 3 - Gadis Dari Masa Lalu


__ADS_3

Konon katanya coklat mampu membuat suasana hati menjadi lebih baik, karena terkandung zat tryptophan yang


mampu meningkatkan hormon endorfin guna menciptakan perasaan senang. Aku sendiri termasuk salah satu orang yang percaya pada khasiat makanan manis tersebut. Sebab dalam bentuk apapun (es krim, cake, susu) rasanya tetap terasa lezat.


Seperti sore ini, udara hangat membuatku menjatuhkan pilihan pada es krim coklat. Aku sengaja menikmati makananku dengan memandang langit yang cerah, sekalipun matahari sudah hampir terbenam.


Entah kenapa tiba-tiba aku kembali teringat dengan Desta. Rasanya aku selalu merasa pernah berjumpa dengan


dirinya, walaupun terasa tidak asing tapi sama sekali tak dapat kuingat.


“Agh!” Kataku terkejut, karena telah menabrak seseorang. Tanpa bertemu dan hanya memikirkan wajahnya saja, aku sudah kembali sial. “Lho. Lu.” Lanjutku, saat menaikan kepalaku melihat wajah orang yang kutabrak.


“Lu itu kalau jalan, lihat ke depan. Jalan itu jangan ngelamun. Gue tahu lu susah dapet jodoh, tapi ngelamun juga nggak bikin dapet jodoh.” Katanya panjang lebar dan membuatku ingin menendang wajahnya.


“Gue memang jomblo. Tapi, bukan karena gue nggak laku.” Jawabku menjelaskan “Gue jomblo, karena selektif mencari pasangan yang terbaik.”


“Oke. Sekarang pertanyaan gue, kenapa lu nggakminta maaf karena udah tabrak gue?”


Aku melotot kesal padanya. Minta maaf? Big No! “Es krim gue udah jatuh.” Tunjukku pada es krim coklat yang berada di tanah. “Jadi, seharusnya lu yang minta maaf ke gue.” Lanjutku menunjuk Desta dan diriku sendiri.


“Gini ya nona yang merasa dirinya paling benar.” Belanya “Gue perjelas, tadi lu yang jalan nggak fokus dan gue udah jadi korban lu.” Lanjutnya menunjuk baju putih dirinya yang terkena es krim coklat. “Lihatkan baju gue.”


Aku reflek tersenyum karena sama sekali tak sadar bahwa sebelum jatuh makananku telah lebih dulu mengotori


bajunya.


“Lu udah salah, tapi malah ketawa?” Protesnya dan mengambil es krim coklat yang jatuh di tanah untuk ditempelkan pada baju biru yang kukenakan.


Aku menatap terkejut pada Desta. Peristiwa ini, sama seperti saat aku masih SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan bertemu dengan siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) yang mengotori seragam sekolahku. Walaupun telah berlalu tujuh tahun, aku masih ingat rasa kesalku padanya.


“Agh!” Kataku reflek karena baru saja menabrak seseorang yang tiba-tiba membalikan badannya dan langsung menabrakku. “Maaf.” Lanjutku karena melihat baju seragam yang dikenakannya kotor dengan es krim strawberryku.


Pria tersebut hanya diam dan mengambil es krim yang telah jatuh di tanah. Aku pikir dia adalah pria yang baik. Ternyata…


“Ini baru adil.” Kata pria tersebut tersenyum senang, karena telah berhasil membuat seragam sekolahku kotor dengan es krim juga.


“Gue kan udah minta maaf.” Protesku dengan melotot kesal.


Dia hanya tersenyum dan tertawa melihat wajahku yang merasa kesal padanya. “Mangkanya kalau jalan hati-hati dek.” Balasnya mengacak-acak rambutku.


“Lho lu yang nabrak gue! Waktu lu dadah-dadah nggak jelas, sama temen lu yang tadi bawa bola. Enak aja lu salahin gue! Oh ya dangue bukan adik lu! Ga usah dak dek dak dek deh!” Seruku kesal menyingkirkan tangannya dari kepalaku.


“Hei.” Panggil Desta menggerakan kelima jarinya di wajahku. “Gue lagi marah dan lu malah bengong?”

__ADS_1


“Lu.” Kataku terdiam. “Lu cowok yang berapa tahun lalu nabrak gue di taman ini?”


Desta diam dan menatapku bingung, sehingga membuatku merasa tak enak karena telah asal menuduhnya.


“Jadi, wanita tengil waktu itu lu?”


“Wanita tengil?” Tanyaku mencubitnya.


“Lu yang nabrak gue!Bisa-bisanya lu bilang gue tengil?”


“Sekarang siapa yang tabrak gue?” Tanya Desta menjebakku, dan tanpa sadar aku menunjuk diriku sendiri. “Nah!Akhirnya lu ngaku juga kan.” Lanjutnya penuh kemenangan.


♥♥♥♥


Entah bisa dibilang kebetulan atau tidak, dalam seminggu kami sudah bertemu tiga kali dan hari ini merupakan keempat.


Aku sendiri merasa bingung, kenapa bisa bertemu kembali dengan wanita yang tanpa sengaja bertabrakan denganku? Bahkan seharusnya peristiwa seperti ini bukanlah sesuatu yang spesial. Hanya saja mengingat wajah manisnya saat itu, membuatku tak kuasa ingin menganggunya.


Aku tersenyum melihat Anggie yang terlihat sibuk mencari buku. Walaupun rambut hitam panjangnya diikat, namun


tetap saja aku tak bisa bohong bahwa dia memang cantik. Bukan cantik seperti Artis dan akan membuatmu bosan, tapi mampu membuatku merasa ingin terus melihatnya.


“Desta.” Kata Anggie saat melihatku. “Lu ikutin gue?”


“Buku apa?” Tanyanya menyelidik.


“Ini.” Kataku asal.


“Itu?” Tanyanya tak percaya.


“Memang gue nggak boleh beli buku ini?” Protesku dan menggoyang-goyangkan buku ditanganku.


“Lu emang cowok aneh ya!” Balasnya tertawa.


“Atas dasar apa lu bilang gue aneh?”


Anggie tersenyum dan mengambil buku di tanganku. “Ini baca. Cara memodifikasi Rambut Wanita.” Lanjutnya masih tertawa. “Sini gue aja yang beli, kebetulan gue bosan sama rambut gue.”


“Tunggu.” Panggilku padanya, dan meminta kembali buku tersebut agar tak dianggap stalker olehnya. “Kenapa? Lu mau beli? Benar kan kata gue! Lu itu aneh.”


“Idih orang gue beli ini karena titipin adik gue.” Jawabku puas.


“Oke deh.” Balasnya tak peduli.

__ADS_1


“Oi.” Panggilku padanya yang berjalan pergi. “Kenapa lu bilang gue aneh?”


“Gue lihat lu senyum ke Nino. Gue senyum lu cuek. Jadi gue menyimpulkan bahwa lu itu homo.”


Aku terdiam sejenak sebelum dapat berkomentar. “homo?” Tanyaku mengulangi dan dibalasnya dengan anggukan. “Sorry cewek yang deketin gue banyak banget! Gue aja yang pilih-pilih. Lu tuh yang aneh.” Seruku.


“Gue?”


Aku mengangguk. “Iya lu.” Jawabku menegaskan. “Karena lu nggak bisa lihat pesona gue.”


“Pesona? Nggak salah?” Balas Anggie berakting ingin muntah. “Udah sana lu jauh-jauh dari gue, bikin hidup gue surem aja.” Pintanya dan bergegas pergi.


“Siapa yang ganggu?” Tanyaku dengan muka polos dan berjalan mengikuti Anggie.


Anggie berhenti jalan dan menghelas nafas panjang, sebelum kembali  berbicara. “Ya lu itu! Kemana-mana gue ketemu sama lu lagi, lu lagi!”


♥♥♥♥


“Aaagh, Gue kesal! Bener-bener ya, demi apapun temen lu bikin kesal! Gue nggak tahu, segi mananya dia terlihat baik dan ganteng?” Kataku berapi-api pada Fanie, karena setiap pertemuanku dengan Desta membuatku naik darah. “Dia itu cocok jadi malaikat pencabut nyawa tahu!”


“Udah?” Tanya Fanie geli. “Emang lu lagi ngomongin siapa Gie?”


Aku menatap Fanie tak percaya. Semenjak tadi aku berbicara panjang lebar, dia sama sekali tidak sadar bahwa aku sedang membicaran Desta. “Hhh. Itu Desta. Teman lu.” Jelasku.


Fanie tertawa terbahak-bahak, seakan dia melihat hal lucu dan membuatku semakin memajukan bibirku karena merasa tak ada yang sependapat denganku bahwa Desta menyebalkan. “Gie yang gue tahu, kalau lu benci banget sama seseorang. Suatu saat bakal cinta banget.”


Aku bergidik ngeri membayangkan jatuh cinta dengan Desta, yang menurutku 100%  tidak mungkin hal itu akan terjadi. Karena aku dan dia tidak cocok, itu alasan utamanya. Selain itu kami selalu bertengkar. “Nggak! Gue yakin nggak bakal jatuh cinta sama dia.”


“Sebenernya Gie, ini pertama kali gue lihat ada wanita yang menolak Desta mentah-mentah. Karena menurut gue, dia itu ada pesona sendiri. Bukan berarti gue puji dia karena kenal lama lho ya. Pokoknya nggak tahu deh banyak banget yang suka sama dia.”


“Oh itu beneran? Gue kira dia cuma becanda.”


“Iya beneran! Mangkanya gue bingung kenapa lu kesal sama dia.”


“Ah itu sih karena pelet Desta nggak mempan sama gue.”


“Jahat banget lu.” Ujarnya tertawa “Awas aja lho Gie nanti jatuh cinta beneran.”


“Ih lu aja sana sama Desta.” Pintaku padanya.  “Dibanding lu jodoh-jodohin sama gue.”


“Anggie.” Fanie kembali menatapku dengan ekpresi ingin tertawa. “Desta itu lebih muda enam tahun dari gue dan dia itu udah seperti adik sendiri.”


“Percaya Desta nggak seburuk yang lu lihat. Hati kecil gue bilang kalau kalian pasti bisa bersama.” Lanjutnya yakin,

__ADS_1


seakan Ia bisa memprediksi masa depan antara aku dan laki-laki menyebalkan tersebut.


__ADS_2