
“hei... kembalikan padanya” teriak seorang perempuan
pada tiga anak laki – laki yang tengah1 saling melempar boneka serta gadis
kecil yang berusaha mengambil boneka teddy miliknya. dengan tatapan tajam yang
siap menghancurkan apapun yang berada di depannya serta langkah yang sangat cepat
perempuan itu mendekati anak – laki tersebut. “aku bilang kembalikan” tegas
permpuan itu dengan tangannya melipat di dada. “nggak dengar ya, apa yang kakak
bilang” sarkas perempuan itu sambil mengambil paksa boneka teddy dari anak 1laki
– laki yang memegang boneka tersebut .
ketiga anak laki – laki itu kemudian berlari meninggalkan perempuan itu1.”ini
bonekanya dek” kata perempuan itu sambil mengembalikan boneka tersebut. “sudah
jangan menangis ya” ucapnya sambil menghapus lembut air mata di pipi anak
perempuan tersebut. “makasih kak” kata yang keluar dari bibir mungil anak
perempuan yang tengah tersengguk karena tangisnya. “iya jangan sedih lagi, ok”
ucap perempuan itu tulus.”hmmm... nama kakak siapa?” tanya anak itu. “panggil
saja kak reni, oh ya kakak tinggal ya, kakak udah telat” ucap perempuan itu
sambil melirik jam tangan yang melingkar indah pada pergelangannya. “iya kak,
kak reni” kata anak itu dengan sesengguknya.
***
reni magenta, gadis yang tengah duduk di bangku
perkuliahan semester 4 di salah satu kampus negeri yang cukup menjadi favorit
di kota tersebut. dia terkenal cuek akan penampilan, pintar, disiplin serta
__ADS_1
memiliki sifat yang baik. karena prestasinya dia mendapat beayasiswa dari
pemerintah hingga lulus nanti. sejak kecil dia selalu bermimpi menjadi seorang
guru kelak nanti, karena sejak dia tinggal di panti kasih bunda dan itu pula
yang membuat dirinya menjadi perempuan yang hatinya penuh dengan kasih sayang.
***
1dengan tergesa – gesa reni memasuki ruang kuliah
dengan sedikit berlari.
tok tok tok
“maaf bu saya terlambat” ucap reni dengan berusaha
mengatur napasnya yang terus memburuh di dadanya.
“kenapa kamu terlambat?” ucap dosen yang
reni masih terpaku.
“maaf bu, tadi jalannya agak sedikit macet” ucap
reni. padahal hari ini dia terlambat karena membantu gadis kecil di taman tadi.
“baiklah untuk kali ini saya maklumi, tapi lain kali
jangan terlambat lagi” ucap dosen tersebut sambil mengalihkan pandangannya dari
reni.
“trima kasih bu” kata reni sambil beranjak duduk di
barisan paling depan.
“tuh anak beruntung amat”
“iya coba kalau kita yang terlambat nggak bakalan di
__ADS_1
izinin masuk”
“iyalah dia kan anak kesayangan semua dosen disini”
“emang yang kalau pintar cari muka”
gerutuh mahasiswa lain
“yang sabar anggap saja angin lewat” ucap reni dalam
batinnya menguatkan dirinya sendiri kemudian memfokuskan dirinya pada
penjelasan dosen di depan. selama jam kuliah reni tetap fokus pada dosen di
depannya ralat maksudnya pada apa yang dosen tersebut jelaskan dan sesekali
mengajukan pertanyaan apabila dia kurang memahami suatu hal. setelah duduk
hampir 2 jam dalam ruangan akhir dosen tersebut menyudahi proses perkuliahan
tersebut dengan tambahan tugas.
“akhirnya selesai juga” ucap reni dengan meregangkan
otot-otot punggungnya.
“setelah ini kemana yah?” tanya reni pada dirinya
sendiri
“apa aku ke perpustakaan aja ya buat ngerjain nih
tugas”
reni pun memutuskan untuk pergi ke perpustkaan
kampus, meski tugas itu masih lama deadline-nya namun reni tetap memilih untuk
menyelesaikannya.
bersambung...
__ADS_1