Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#4


__ADS_3

pagi hari terlihat mobil mewah yang tangah melaju


kencang meninggalkan sebuah club malalm yang cukup terkenal, di dalam mobil


tersebut terlihat empat anak mudah serta seorang supir.


ciitttt bunyi ban mobil yang bergesekan dengan aspal


jalan


“aduh pak bisa nyetir nggak sihh” ucap clawdya dari


jok belakang sambil memegangi jidatnya


“iya nih, sakit tahu” ucap winda


“maaf non di depan ada perempuan yang habis


nyebrang”ucap sang sopir membela diri.


“udah cepatan pak saya sudah nggak sanggup pengen


muntah” ucap dion masih memegangi kepalanya


“maaf dek, kamu nggak papa” ucap sang sopir sambil


beranjak turun dari mobil


“aduh pak lain kali hati-hati dong kalau bawa mobil,


hampir saja bapak menabrak saya”ucap reni yang masih menutup telinganya dengan


ke dua tangannya.


“iya maf ya dek”ucap sang sopir sambil membantu reni


berdiri dan mengambil sapu lidi yang tergelatak di samping reni.


“iya pak, emang bapak kenapa bawa mobil sekencang


itu” kata reni


“majikan saya lagi mabuk dek biasa habis minum sama


temannya, jadi saya harus membawa mereka pulang sebelum nyonya besar sampai di


rumah” jelas sang sopir.

__ADS_1


“hei pak ngapain ngobrol disitu” ucap clawdya yang


keluar dari mobil sambil memegangi kepalanya yang masih pusing.


“iya non, maaf ya dek” ucap sang sopir sambil


berjalan menuju mobil.


“oh ternyata mereka’ batin reni. dengan masih


menatap mobil itu menghilang dari pandangan.


setelh supir pribadi keluarga kusuma mengantar


clawdya, winda serta dion ke rumah mereka masing – masing, sang supir langsung


mengantar rendi anak sang majikan.


“aduh nak, kenapa sihh kamu pergi ke club lagi” ucap


rianti sambil berjalan mendekat ke arah sang supir yang membopong rendi


memasuki rumah.


“udah lah ma, ini biasa bagi anak muda” ucap rendi


yang setengah sadar


membersihkan wajah rendi dengan handuk basah


“seperti kak bayu” ucap renci yang masih terbaring


di atas sofa.


“iya nak, disiplin serta tidak menyia – nyiakan


waktunya” ucap rianti dengan masih membersihkan tubuh rendi.


“ehmm kak bayu bukannya tidak menyia – nyiakan


waktunya tapi dia nggak tahu caranya menikmati hidupnya” ucap rendi


“apa maksudmu rendi” ucp rianti sambil mengerutkan


alisnya.


“dia itu kurang tahu caranya bergaul lagian semua

__ADS_1


itukan sudah menjadi tanggung jawabnya” ucap rendi


“mama udah makin nggak ngerti sama cara berfikir


kamu rendi”kata rianti menghentikan kegiatannya


“emangnya mama sama papa pernah ngerti aku yaa” ucap


rendi sambil berusaha mendudukkan dirinya.


praaakkk


tangan rianti mendarat di pipi kanan rendi.


“udah puas ma, ah yaa ini juga ma” kata rendi sambil


menunjuk pipi kirinya untuk ditampar


“maaf nak, mama nggak bermaksud begitu” sesal rianti


menyadari perbuatannya.


“ini ada apa ma” tanya bayu yang kelur dari kamarnya


setelah mendengar suara tamparan.


“udah puas kan lo, ini semua karena kakak” ucap


rendi yang memegangi pipi kanannya beranjak berlalu.


bayu yang masih kebingungan mendekati rianti dengan


tatapan yang meminta penjelasan.


“mama juga nggak ngerti nak, mama udah nggak


mengenal rendi yang sekarang” ucap rianti dengan bilur hangat yang mulai


mengalir di pipinya.


“udah lah ma, nggak usah difikirin. nanti rendi juga


bakalan ngerti kok” hibur bayu sambil mengusap lebut air mata rianti.


“makasih ya nak,”


“iya ma udah mama pergi istirahat”

__ADS_1


“tapi ini udah jam 5 pagi nak, lebih baik kamu pergi


siap – siap ke kantor”


__ADS_2