
pagi hari terlihat mobil mewah yang tangah melaju
kencang meninggalkan sebuah club malalm yang cukup terkenal, di dalam mobil
tersebut terlihat empat anak mudah serta seorang supir.
ciitttt bunyi ban mobil yang bergesekan dengan aspal
jalan
“aduh pak bisa nyetir nggak sihh” ucap clawdya dari
jok belakang sambil memegangi jidatnya
“iya nih, sakit tahu” ucap winda
“maaf non di depan ada perempuan yang habis
nyebrang”ucap sang sopir membela diri.
“udah cepatan pak saya sudah nggak sanggup pengen
muntah” ucap dion masih memegangi kepalanya
“maaf dek, kamu nggak papa” ucap sang sopir sambil
beranjak turun dari mobil
“aduh pak lain kali hati-hati dong kalau bawa mobil,
hampir saja bapak menabrak saya”ucap reni yang masih menutup telinganya dengan
ke dua tangannya.
“iya maf ya dek”ucap sang sopir sambil membantu reni
berdiri dan mengambil sapu lidi yang tergelatak di samping reni.
“iya pak, emang bapak kenapa bawa mobil sekencang
itu” kata reni
“majikan saya lagi mabuk dek biasa habis minum sama
temannya, jadi saya harus membawa mereka pulang sebelum nyonya besar sampai di
rumah” jelas sang sopir.
__ADS_1
“hei pak ngapain ngobrol disitu” ucap clawdya yang
keluar dari mobil sambil memegangi kepalanya yang masih pusing.
“iya non, maaf ya dek” ucap sang sopir sambil
berjalan menuju mobil.
“oh ternyata mereka’ batin reni. dengan masih
menatap mobil itu menghilang dari pandangan.
setelh supir pribadi keluarga kusuma mengantar
clawdya, winda serta dion ke rumah mereka masing – masing, sang supir langsung
mengantar rendi anak sang majikan.
“aduh nak, kenapa sihh kamu pergi ke club lagi” ucap
rianti sambil berjalan mendekat ke arah sang supir yang membopong rendi
memasuki rumah.
“udah lah ma, ini biasa bagi anak muda” ucap rendi
yang setengah sadar
membersihkan wajah rendi dengan handuk basah
“seperti kak bayu” ucap renci yang masih terbaring
di atas sofa.
“iya nak, disiplin serta tidak menyia – nyiakan
waktunya” ucap rianti dengan masih membersihkan tubuh rendi.
“ehmm kak bayu bukannya tidak menyia – nyiakan
waktunya tapi dia nggak tahu caranya menikmati hidupnya” ucap rendi
“apa maksudmu rendi” ucp rianti sambil mengerutkan
alisnya.
“dia itu kurang tahu caranya bergaul lagian semua
__ADS_1
itukan sudah menjadi tanggung jawabnya” ucap rendi
“mama udah makin nggak ngerti sama cara berfikir
kamu rendi”kata rianti menghentikan kegiatannya
“emangnya mama sama papa pernah ngerti aku yaa” ucap
rendi sambil berusaha mendudukkan dirinya.
praaakkk
tangan rianti mendarat di pipi kanan rendi.
“udah puas ma, ah yaa ini juga ma” kata rendi sambil
menunjuk pipi kirinya untuk ditampar
“maaf nak, mama nggak bermaksud begitu” sesal rianti
menyadari perbuatannya.
“ini ada apa ma” tanya bayu yang kelur dari kamarnya
setelah mendengar suara tamparan.
“udah puas kan lo, ini semua karena kakak” ucap
rendi yang memegangi pipi kanannya beranjak berlalu.
bayu yang masih kebingungan mendekati rianti dengan
tatapan yang meminta penjelasan.
“mama juga nggak ngerti nak, mama udah nggak
mengenal rendi yang sekarang” ucap rianti dengan bilur hangat yang mulai
mengalir di pipinya.
“udah lah ma, nggak usah difikirin. nanti rendi juga
bakalan ngerti kok” hibur bayu sambil mengusap lebut air mata rianti.
“makasih ya nak,”
“iya ma udah mama pergi istirahat”
__ADS_1
“tapi ini udah jam 5 pagi nak, lebih baik kamu pergi
siap – siap ke kantor”