Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#22


__ADS_3

“apa kamu tahu alasan reni menghindar dari mu dan


tak berani menatap matamu?” tanya ana setelah duduk di kursi taman rumah sakit.


rendi yang mendengar pertanyaan yang dilontarkan ana


hanya mampu bersteruh dengan fikirannya.


“apa yang kamu fikirkan tentang reni, semuanya


salah” ucap ana dengan mata yang mulai berkaca – kaca, berusaha membendung air


matanya.


“lalu apa yang benar” kata rendi beranjak duduk


menyusul ana yang sudah duduk


“kalau pandanganku salah mengenai dia lula mengapa dia


hanya diam dan tak pernah berusaha menelasannya padaku” ucap rendi bersandar


pada sandaran kursi


“keluarga kamu belum mengetahui keberaanmu disi serta


kajadian ini kan?” kata ana


“apa hubungannya dengan keluargaku”


“karena yang akan aku ceritakan padamu ada


hubungannya dengan reni serta keluargamu terutama ayahmu”


melihat ekspresi ana yang cukup serius membuat rendi


cukup tertegun kemudian menggambil ponselnya dari saku jasnya lalu menekan –


nekan benda pipih tersebut lalu kembali mengalihkan pandangannya kembali pada


ana.


“aku hanya memberitahu rizki untuk merahasiakaan

__ADS_1


kejadian ini” kata rendi seakan mengerti tatapan ana


“tenang saja dia kakakku” tambah rendi


“maaf reni tapi untuk kali ini aku akan mengingkari


janjiku” batin ana


setelah menarik nafas dan meyakinkan diri untuk


menceritakan kejadian beberapa bulan lalu.


“apa kamu tahu saat reni tak menemui hari itu,


sebenarnya itu adalah keputusan yang sangat sulit yang pernah dia pilih.awalnya


aku juga sempat memiliki pandangan buruk pada reni” ucap ana kembali mengingat


kesalah pahamannya pada sahabatnya


“kau tahu pandangan ku saat itu sangat buruk


padanya. bahwa reni hanya silau dengan semua kekayaan, dan dugaanku semakin


padanya” tambah ana


rendi hanya mampu diam dengan begitu banyak


pertanyaan yang terus berputar diatas kepalanya.


“tapi saat aku melihat kesedihan yang selalu dia


sembunyikan dari semua orang. meruntuhkan semua dugaanku. dan akhirnya aku tahu


bahwa alasannya meninggalkanmu semua untuk keluarganya yang memberi dia


kekuatan untuk hidup, semua untuk panti tempat dia bernaung” lanjut ana dengan


sesekali menyeka sudut matanya dari butiran – butiran hangat matanya.


“percayalah reni sangat menyayangi dirimu, dia tidak


pernah bisa untuk berpaling darimu. buktinya dia selalu meluangkan waktunya

__ADS_1


untuk membuatkanmu makan siang. kamu tahu mengapa? karena kamu yang sudah


membuat tempat khusus di hatinya.” tambah ana mengingat perubahan hidup reni


setelah mengenal rendi


“sudah cukup air matanya untuk penyesalannya meninggalkan


dirimu” ucap ana beranjak berdiri dari duduknya “dan satu lagi jangan biarkan


ayahmu mengetahui keberadaan maupun keadaan reni” ucap ana sebelum berlalu meninggalkan


rendi yang masih membisu dengan fikirannya yang masih mencari jawaban mengapa


ayahnya menemui reni dan maksudnya dengan cek itu apa.


kembali ke ruang reni.


ana yang sudah duduk di kursi samping ranjang tempat


raga reni terbaring kaku. dengan semua alat medis yang menepel di sekujur


tubuhnya. dalam ruang yang cukup lengap ini kesunyian mulai melanda, ana hanya


mampu menatap sedih tubuh sahabatnya yang nampak tertidur pulas tanpa ada beban


yang terukir di wajahnya, yang membuat ana tak bergeming dan tanpa satu kata


yang terucap.


setelah beberapa jam akhirnya ibu panti serta lusi


sampai di ruangan reni, rendi yang berniat kembali ke ruangan reni menghentikan


langkahnya saat mendengar beberapa suara berbeda dari dalam. rendi lebih memilih


kembali ke rumah untuk mencari jawaban dari semua pertanyaan yang terus mengusik


di kepalanya.


hay para reader, gimana ceritanya seru nggak.


like serta komen dong, biar author tambah semangat

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2