Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#2


__ADS_3

bruukk


“aduh” ucap reni yang menabrak seseorang. dengan


sigap memunguti buku yang terjatuh bersamanya.


“eh lo kalau jalan pake mata dong” ucap seorang yang


bertabrakan dengan reni.


“iya maaf” ucap reni sambil bergegas meninggalkan


orang tersebut.


“main kabur aja tuh anak” ucap orang tersebut dengan


masih mengamati punggung reni yang mulai menghilang di depannya.


“hai rendi, lo kenapa ngomel – ngomel nggak jelas


gitu” ucap seorang perempuan yang berjalan mendekati orang yang dia panggil


rendi.


“tau tuh cewek jalan matanya nggak dipake apa” kesal


rendi.


“mana tuh cewek biar gue masukin dalam daftar hitam


gue” ucap cewek yang penampilannya cukup elegan dengan menggunakan


barang-barang bermerek.


“tau ahh, udah cepat lo tunjukin di mana ruang


administrasinya” ucap rendi sambil mengalihkan pandangannya pada bangunan yang


berada di depannya.


“yaudah sini” kata cewek nyentrik tersebut sambil


menggenggam tangan rendi dan menariknya masuk ke dalam gedung kampus yang bisa

__ADS_1


dibilang cukup luas dan mewah tersebut.


Flash on


drrrttt drrrtt


“halo kenapa bu” ucap reni yang mengangkat panggilan


tersebut.


“nak apa kamu bisa pulang sekarang ibu mau bawa lusi


ke rumah sakit, nggak ada yang bisa jaga panti” ucap ibu fatma selaku pemilik


panti kasih bunda.


“asma lusi kambuh lagi ya, iya bu aku langsung


pulang” ucap reni yang tengah menunggu kelas berikutnya. dengan tergesah-gesah


tanpa memperdulikan apapun yang berada di depannya reni terus berlari karena


yang ada di benaknya saat ini hanya rasa khawatir pada lusi yang sudah seperti


adiknya sendiri. reni terus berlari dan kemudian menabrak sesuatu yang


Flash off


reni yang masih berusaha bernafas dengan baik


langsung masuk ke dalam kamar yang biasa di tempati lusi. “lusi kamu bertahan


ya” ucap reni sambil merangkul tubuh mungil milik lusi dan berusaha


menggendongnya keluar. “bu biar aku saja yang bawa lusi ke rumah sakit, ibu


tunggu di sini saja” ucap reni yang masuh berusaha berjalan dengan membopong


tubuh lusi.


bu fatma yang masih berjalan di samping lusi yang


berusaha menyamai langkah kaki reni langsung menatap reni. “nggak ibu harus

__ADS_1


ikut”


“udah lah bu aku bisa kok, ibu jaga panti aja” kata


reni sambil menatap ke arah bu fatma.


“yaudah tapi kamu harus segera kabarin ibu ya” ucap


bu fatmah yang tahu betul sifat reni yang keras kepala. reni tidak akan mau


mengalah khusunya hal yang menyangkut lusi adiknya.


setelah 15 menit perjalanan akhirnya reni sampai di


rumah sakit, dan sang suster yang melihat itu langsung memberikan tindakan


pertolongan.


“maaf bu silahkan anda tunggu di luar” ucap seorang


suster sambil menahan tubuh reni yang ikut masuk kedalam ruangan.


“iya, tolong selamatkan adik saya” ucap reni sambil


menggenggam erat kedua tangannya.


“maaf ibu harus segera menyelesaikan biaya


administrasinya dulu bu” ucap suster lain yang datang menghampiri reni yang


terlihat sangat cemas.


“baik suster, tapi saya mohon tolong adik saya” ucap


reni sambil berjalan menuju bagian administrasi. reni segera menyelasaikan


biaya administrasi menggunakan tabungannya yang rencananya ingin digunakan


untuk keperluan kuliah. uang yang ia dapat dari bekerja serabutan. kadang ia


membantu di salah satu warteg depan kampus saat dia tak ada jam kuliah, kadang


pula ia mengantar makanan yang ke tempat pemesan, bahkan di pagi hari sebelum

__ADS_1


sang fajar bersinar reni sudah berada di jalan raya untuk menyapu jalan


tersebut.


__ADS_2