
tok tok tok
“masuk” kata rendi dari dalam ruangan.
“maaf pak, saya cuman mau mengingatkan bapak. hari ini kita
ada meeting di cafe dekat kantor sejam lagi pak” kata lisa sekertaris rendi
rendi
“iya saya ingat” ucap rendi menatap sekertarisnya yang masih
berdiri
“baiklah pak, kalau begitu saya kembali ke meja saya dulu” pamit
lisa
“satu lagi, tempatnya sudah kamu siapkan” tanya rendi
“iya semua sudah saya persiapkan” jawab lisa dengan
membalikkan badannya
“baiklah” ucap rendi
“apa masih ada yang ingin bapak tanyakan” tanya lisa
“tidak, kembalilah ke meja mu” jawab rendi kembali fokus
pada laptonya
“baik pak” ucap lisa meninggalkan ruangan rendi
***
setelah hampir 2 jam berada dalam kafe akhirnya meeting
tersebut dapat terselesaikan dengan baik
“terima kasih atas kerja samanya” ucap rendi menyodorkan
tangannya
“terima kasih kembali semoga kerja sama kita berjalan dengan
baik” kata sang investor menyambut salaman rendi
“kalau begitu kami duluan”tambah sang investor
“baiklah, saya antar ke depan” ucap rendi berjalan keluar
kafe bersama patner kerjanya tersebut
setelah mengantar sang investor kedepan kafe rendi kemudian
kembali ke dalam kafe untuk mengambil jas serta laptopnya yang ketingalan.
“ini pak” kata lisa memberikan jas rendi
__ADS_1
“terima kasih” ucap rendi mengambil jasnya
“tidak masalah pak ini juga termasuk dalam tugas saya” ucap lisa
berjalan beriringan dengan rendi.
“reni”ucap rendi melihat sosok perempuan yang berjalan di
depannya
“ada apa pak” tanya lisa
“tidak kenapa – kenapa, kembalilah ke kantor duluan. saya
ada urusan sebentar, nanti saya menyusul” pintah rendi memberikan kembali
laptopnya.
“baik pak” jawab lisa mengambil kembali laptop rendi
***
“tunggu” kata rendi mengenggam erat tangan reni
“re..rendi” ucap reni terbata – bata saat membalikkan
badannya, menyadari siapa yang menarik pergelangan tangannya.
“iya ini aku” kata rendi dengan suara yang sedikit meninggi
reni hanya mampu menundukkan kepalanya, tanpa berani menatap
“ada yang ingin kamu jelaskan?” tanya rendi masih memegang
tangan reni
reni nampak tak mau membuka mulutnya sedikitpun untuk
berkata sepatah kata pun batinnya terasa sesak, mata reni mulai berkaca – kaca,
namun ia dengan sekuat tenaga menahannya.
“ingin rasanya aku memelukmu, namun apa daya untuk menjawab
pertanyaanmu pun aku tak bisa” batin reni
“sekali lagi aku tanya, ada yang ingin kamu jelaskan” ucap
rendi dengan suara dan nafas yang berat
“maaf untuk jalan pilihanku ini” batin reni
“aku rasa semua itu memang benar hahaha” ucap rendi dengan
tawa yang seakan dipaksakan
“apa yang dilihat mata, kadang bukanah yang sebenarnya
terjadi” batin reni
__ADS_1
“apa kau tahu betapa hancurnya hati ku saat ini, begitu
mudah kau menghancurkanny” kata rendi dengan mata yang memerah
“maaf tapi aku juga harus melakukan ini, tapi aku juga punya
banyak hati yang harus ku jaga, sekali lagi maaf karena telah menghancurkan
hatimu” batin reni
“mengapa kamu begitu jahat, ahhh bukan harusnya aku tak
pernah memberikan hatiku pada orang yang hanya bisa menghancurkannya. mengapa
cinta ini membuatku buta, tak mampu meihat kebenarannya” kata rendi dengan sini
menatap reni yang masih menunduk
“cinta ini tak pernah salah, hanya waktu serta keadaan yang
tak membiarkan kita bersama” batin reni
“harusnya aku tak pernah membuka diriku untukmu yang tak
pernah pantas untukku” ucap rendi penuh emosi menghempaskan pergeangan tangan
reni, lalu berjalan menjauhi reni.
“mungkin memang benar aku tak pernah pantas untuk cintamu”
ucap reni lirih yang tak mampu lagi menahan butiran hangat di pelupuk matanya.
daru ketak berdayaan reni mejawab pertanyaan rendi secara
langsung, yang hanya mampu ia jawab dalam diamnya, membuat rendi semakin
hancur. rendi kini semakin menyerah untuk mempertahankan perasaan yang tanpa ia
sadari hadir meukis senyumnya.
“cinta datang begitu cepat, pergi dengan terburu – buru tanpa
meu mengetahui betapa besar sakit yang dia goreskan” ucap rendi dengan bulir
hangat mulai mengalir dari pelupuk matanya, sesekali rendi menyeka bulir hangat
tersebut.
KAU JAHAT PADAKU
MEMANG KAU PENIPU
MANA JANJIMU PADAKU
KAU BIANG MENCINTAIKU SLALU
*lalahuta-penipu
lagu yang terdengar dari kafe tempat rendi duduk termenung,
__ADS_1
yang kian membuat hati rendi tergores lebih dalam.