Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#3


__ADS_3

“ya ampun ren lo darimana aja, trus kemaren kenapa


nggak masuk, kenapa nggak kabari kemarin?” tanya ana sahabat reni.


“tanya yang satu-satu dong ana bingung gue jawab


yang mana dulu” jawab reni yang baru masuk ke ruang kuliah dan langsung duduk


di samping ana.


“yaudah cepat lo jawab kepo nih gue” kata ana


menatap reni.


“kemarin asma lusi kumat jadi geu bawa dia ke rumah


sakit” jawab reni dengan santai, sambil mempersiapkan bukunya.


“trus lusi gimana kabarnya sekarang?” tanya ana


“dia udah mendingan kok”


“syukur deh kalau gitu” ucap ana


“eh lo tau nggak kemarin ada anak baru” tambah anak


“ohh” ucap reni singkat sambil membaca buku di


tangannya.


“trus anaknya ganteng, kayaknya anak orang tajir


trus...” kata ana dengan enuh semangat.


“trus.. kenapa lo jadi diam” kata reni yang


mengalihkan pandangannya pada ana yang tiba-tiba diam tanpa kata.


“itu orangnya ren” kata ana sambil menatap pintu


yang menampakkan sekelompok anak elit memasuki ruang kuliah. mereka kemudian


berjejer masuk


*Rendi kusuma


anak dari pasangan rianti dan bayu, keluarga mereka

__ADS_1


memiliki bisnis yang bisa dibilang lumayan besar. dan kekayaan mereka takkan


habis hingga tujuh turunan. rendi memiliki kakak bernama rizki kusuma yang kini


membantu ayahnya mengurus kantor mereka.


*clawdya pramono


anak tunggal dari pengusaha berlian yang di segani


banyak orang di kota tersebut. banyak pria yang mendambakan dirinya menjadi


kekasih namun mereka hanya menjadi mainan clawdya, yaa bisa dibilang bahwa


clawdya seorang playgirl. apapun yang clawdya inginkan bisa dipastikan akan ia


dapatkan dengan mudah.


*Winda H.


orang tuanya juga pebisnis terkenal di kota ini,


meski bisnis orang tuanya masih di bawah bisnis keluarga kusuma namun kekayaan


mereka juga patut diperhitungkan.


sebenarnya dia sepupu dari rendi jadi nggak perlu


ditanya lagi pastinya orang tuanya juga pebisnis handal.


coba saja kalian bayangkan jika semua anak


konglomerat berteman dan bersatu. mereka sering berbuat apapun yang menurut


mereka hanya lelucon namun bagi orang lain itu merupakan seb1uah perbudakan.


tidak ada yang berani melawan kehendak mereka. dengan kekuasaan orangtua mereka


bahkan pihak kampus pun tak berkutik sedikit pun, sebab mereka telah menjadi


donatur yang bisa dibilang lumayan besar terhadap kampus tersebut.


setelah selesai perkuliahan reni tak langsung


pulang, dia pergi ke warteg yang berada di depan kampus karena ia bekerja


sambilan disana. meski ia masih merasa lelah akan kejadian kemarin namun dia

__ADS_1


harus bekerja untuk mendapatkan uang tambahan. kini uang tabungannya menipis


untuk membayar biaya pengobatan lusi. reni dengan senang hati melakukannya


tanpa rasa malu, menurut reni apapun mampu ia kerjakan selagi pekerjaan itu


halal serta tak mengganggu proses perkuliahannya.


setelah sampai di warteg


“mau makan apa kak?” tanya reni sopan


“nasi campur sama es teh” ucap seorang yang sudah


duduk


“iya kak tunggu sebentar ya” kata reni sambil


melangkah ke dalam mengambilkan pesanan.


“nak gimana kabar lusi” tanya pemilik warteg


“lusi udah baikan kok bu” ucap reni


“syukur kalau lusi udah baikan, apa dia masih di


rumah sakit” ucap bu ajeng pemilik awrteg.


“tidak bu, tadi pagi lusi udah balik ke panti” kata


reni.


“maaf ya ibu nggak bisa jenguk lusi kemarin” ucap bu


ajeng


“nggak papa kok bu, malahan saya yang harusnya


berterima kasih karena udah di kasih izin kemarin”


“iya itu harus nak kan adek kamu lagi sakit”


reni sebenarnya hanya bertugas untuk mencuci piring


namun saat banyak pengunjuk dia akan berinisiatif untuk ikut melayani


pengunjung tersebut. reni bisa pulang ke panti saat jam 6 sore atau lebih

__ADS_1


tepatnya saat warteg itu tutup.


__ADS_2